Jaga Tradisi Nusantara, Lomba Mekidung dan Mewarnai Kawal Pembukaan Festival Gerbang Nusantara 2026

SUARA HINDUNESIA (DENPASAR) — Spirit pelestarian adat, seni, dan budaya luhur Hindu Nusantara secara resmi mulai digaungkan. Menandai dimulainya perhelatan akbar Festival Gerbang Nusantara (FGN) 2026 yang diinisiasi oleh Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia), jajaran panitia sukses menggelar rangkaian perlombaan edukatif bagi generasi muda keumatan sejak pagi hari.
Perhelatan diawali dengan keceriaan anak-anak peserta Lomba Mewarnai yang dimulai tepat pukul 07.30 WITA hingga selesai. Antusiasme tinggi terpancar dari wajah-wajah polos generasi penerus Dharma yang menumpahkan kreativitas warna di atas kertas, menjadi simbol fajar baru kebangkitan kreatif umat.
Tak berselang lama, kemeriahan berlanjut dengan digelarnya Lomba Mekidung tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lomba ini diposisikan sebagai ajang pengawal utama dari seluruh rangkaian kompetisi budaya dalam FGN 2026. Alunan suara suci bait-bait sloka dan kidung spiritual yang dibawakan secara apik oleh para peserta sontak menggetarkan dan mengukuhkan vibrasi kesucian di area festival.

Menumbuhkan Minat dan Merawat Jati Diri
Ketua Panitia menegaskan bahwa Lomba Mekidung ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan minat mendalam di sanubari anak-anak sejak usia dini, sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap keminatan dan bakti mereka terhadap seni sastra suci. Lebih jauh dari itu, penanaman nilai-nilai sastra suci ini menjadi misi krusial Puskor Hindunesia dalam melestarikan warisan budaya Hindu Nusantara agar tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi.

Momen Hangat Kejutan Ulang Tahun Sekjen Dekornas
Ada hal menarik dan menyentuh hati di sela-sela acara pengumuman juara serta penyerahan piagam penghargaan Lomba Mekidung. Secara kebetulan, momentum berkumpulnya para tokoh, relawan, orang tua, dan anak-anak ini dimanfaatkan untuk merayakan hari ulang tahun Ketua Panitia Festival Gerbang Nusantara 2026 yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Koordinasi Nasional (Sekjen Dekornas) Puskor Hindunesia, Bapak Agung Gde Agung.
Momen kekeluargaan yang penuh rasa syukur dan sradha ini menjadi pemantik semangat gotong-royong yang luar biasa bagi seluruh Relawan Dharma. Kebahagiaan tersebut kian lengkap lantaran hari lahir beliau bertepatan langsung dengan hari pembukaan resmi (Grand Opening) Festival Gerbang Nusantara 2026.

Rangkaian lomba yang sukses digelar sejak pagi hingga siang ini menjadi penanda kesiapan penuh dari kepanitiaan. Seluruh mata kini tertuju pada upacara pembukaan akbar (Grand Opening) Festival Gerbang Nusantara 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung megah pada sore hari nanti. Masyarakat, budayawan, akademisi, hingga pelaku UMKM diundang hadir untuk menjadi saksi kebangkitan peradaban Dharma.

FAQ – Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama diadakannya Lomba Mekidung dalam Festival Gerbang Nusantara 2026?
Tujuan utamanya adalah menumbuhkan minat generasi muda sejak dini, memberikan ruang apresiasi bagi bakat seni suara suci anak-anak, serta merealisasikan misi Puskor Hindunesia dalam melestarikan budaya luhur Hindu Nusantara.
Tingkat pendidikan apa saja yang menjadi peserta dalam Lomba Mekidung ini?
Lomba Mekidung ini diikuti oleh para generasi muda Hindu yang berada di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kapan Lomba Mewarnai dilaksanakan dan siapa sasarannya?
Lomba Mewarnai menyasar kategori anak-anak dan dilaksanakan pada pagi hari pembukaan festival, dimulai tepat pukul 07.30 WITA hingga selesai.
Siapa tokoh Puskor Hindunesia yang merayakan ulang tahun di sela-sela perlombaan?
Tokoh yang merayakan hari ulang tahun adalah Bapak Agung Gde Agung, yang memegang peran ganda sebagai Ketua Panitia Festival Gerbang Nusantara 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal Dekornas Puskor Hindunesia.
Kapan pembukaan resmi Festival Gerbang Nusantara 2026 akan diselenggarakan?
Acara pembukaan resmi (Grand Opening) FGN 2026 dijadwalkan akan diselenggarakan pada sore hari setelah seluruh rangkaian perlombaan pra-acara selesai dilaksanakan.
















