HARI JADI KE-23 – Teguhkan Semangat Pelayanan dan Persatuan Umat di Era Kebangkitan Hindu Nusantara
BATUBULAN, SUARA PUSKOR HINDUNESIA — Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) merayakan Hari Jadi ke-23 dalam suasana yang penuh khidmat, sederhana, namun sarat makna. Bertempat di Wantilan Taman Budaya Batubulan pada Minggu (3/5/2026), perayaan tahun ini mengusung tema besar: “Menyongsong Era Pelayanan dan Pengabdian Dharma, Bangkit Bersama untuk Hindu Nusantara”. Momentum istimewa ini menjadi tonggak peneguh komitmen pelayanan sekaligus katalisator solidaritas umat Hindu di seluruh pelosok negeri.
Ketua Panitia, I Nyoman Marhaendra, dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh undangan dan Relawan Dharma yang hadir. Ia memaparkan bahwa perayaan yang dipusatkan di Bali ini mengakar kuat pada falsafah Tri Hita Karana.

“Implementasi harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam semesta ini kami wujudkan melalui aksi nyata, mulai dari kegiatan bersih pantai, pembagian 70 paket kompos gratis kepada masyarakat, hingga penyelenggaraan seminar strategis bertema penyelamatan Bali sebagai warisan budaya yang wajib kita jaga bersama,” jelas Marhaendra.
Dukungan penuh dari pemerintah turut mewarnai perayaan ini. Mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, menegaskan posisi Puskor Hindunesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan umat. Dirjen Bimas Hindu menitipkan pesan selamat sekaligus ajakan kepada seluruh elemen untuk terus merawat toleransi beragama dan menjaga teguh Bali sebagai pilar budaya yang berlandaskan seni, adat, dan dresta.

Refleksi Kedewasaan dan Panggilan Pengabdian
Memasuki usia ke-23, Puskor Hindunesia terus menunjukkan tajinya sebagai wadah pergerakan umat yang masif. Dewan Pembina Puskor Hindunesia, I Wayan Absir, menyoroti bahwa usia ini adalah cerminan kedewasaan organisasi yang kini telah menancapkan panji-panjinya di 27 provinsi di Indonesia.
“Kehadiran kita di 27 provinsi adalah sebuah kebanggaan bersama. Inilah saatnya umat Hindu terus bangkit, bersatu padu, dan menjaga nilai-nilai luhur Hindu Nusantara,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Susena, mengingatkan bahwa payung besar Hindunesia harus dikawal oleh seluruh elemen umat. Ia menyoroti dinamika dan persoalan umat di berbagai daerah yang harus dijawab dengan kehadiran nyata Puskor sebagai pembawa solusi.

Dalam kiprahnya selama 23 tahun, Puskor Hindunesia telah membuktikan diri bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan motor penggerak aksi sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan sumber daya manusia Hindu. “Sebagai wadah koordinasi nasional dan rumah bagi para Relawan Dharma, kita telah turun langsung dalam berbagai misi kemanusiaan, termasuk memfasilitasi pemulangan jenazah umat Hindu dari luar negeri. Seluruh yang hadir di sini adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Puskor Hindunesia,” ungkap Susena.
Apresiasi untuk Para Pejuang Dharma
Puncak perayaan ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, sebagai wujud syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas perjalanan panjang pengabdian organisasi.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Puskor Hindunesia juga menganugerahkan penghargaan kepada para Relawan Dharma dan sejumlah tokoh inspiratif yang telah mendedikasikan diri secara tulus ikhlas (Lasarya) dalam mendukung pelayanan umat. Beberapa tokoh penerima penghargaan tersebut antara lain:

- Prof. Dr. Drs. Anak Agung Ketut Darmadi, M.Si
- Gusti Agung Arini
- Swargi KPH. Donny Harimurti Dwijaksara Diningrat
- I Gusti Agung Ketut Suryawantara, SE
- Dr. I Nengah Sujana, SH., MH
- Ni Komang Puspita
- I Ketut Punia
- Dr. Ida Bagus Rai Darmawijaya Mantra, SE., M.Si
- Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik
- Jero Gede Duuran Batur
- Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes
- I Wayan Aksara
Melalui momentum Hari Jadi ke-23 ini, Puskor Hindunesia meneguhkan langkah untuk semakin solid, responsif, dan senantiasa hadir sebagai garda terdepan dalam pelayanan Dharma, demi menjaga keutuhan dan kejayaan umat Hindu di seluruh Nusantara. (NAS/SPH) Artikel serupa juga telah terbit di : Media Radar Bali News dan Media Surya Indonesia










