Pilih Halaman

Memperkuat Tali Kasih: Sinergi IAKN Tampung Penyang dan Basir Pura Integrasi Kaharingan di Tengkiling

Memperkuat Tali Kasih: Sinergi IAKN Tampung Penyang dan Basir Pura Integrasi Kaharingan di Tengkiling

TENGKILING – Keharmonisan antara institusi pendidikan dan tokoh agama kembali terjalin indah di bumi Tambun Bungai. Belum lama ini, Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tampung Penyang melaksanakan agenda audiensi yang dibalut dengan aksi bakti sosial di Pura Integrasi Kaharingan, Tengkiling.

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan dukungan nyata berupa dua paket sembako senilai masing-masing Rp500.000 serta Dana Punia sebesar Rp500.000 kepada sosok Basir sebagai pengelola dan pemimpin spiritual di Pura Integrasi Kaharingan.

Wujud Kepedulian dalam Aksi Nyata

Langkah ini diambil sebagai apresiasi atas dedikasi para Basir yang terus teguh menjaga nafas spiritualitas dan tradisi umat Kaharingan. Dengan pemberian bantuan ini, diharapkan hubungan antara dunia akademis dan tokoh masyarakat adat semakin solid, menciptakan ekosistem sosial yang saling mendukung di wilayah Kalimantan Tengah.

Menghubungkan Nilai Pengabdian dengan 6 Pilar Puskor Hindunesia

Kegiatan ini secara substansi sangat selaras dengan visi perjuangan Pusat Koordinasi (Puskor) Hindunesia. Jika kita telaah lebih dalam, aksi sosial ini mencerminkan penguatan pada enam pilar utama yang menjadi pondasi organisasi tersebut:

1. Pilar Keumatan dan Persaudaraan Kegiatan audiensi ini mempererat ikatan Menyama Braya atau persaudaraan antar-elemen. Kehadiran rektorat ke tengah-tengah tokoh agama adalah simbol bahwa umat tidak berjalan sendiri, melainkan didukung oleh para intelektual.

2. Pilar Sosial-Kemanusiaan Bantuan sembako yang diserahkan merupakan bentuk empati langsung. Ini adalah implementasi dari rasa kemanusiaan untuk meringankan beban sesama, memastikan bahwa tidak ada saudara kita yang merasa ditinggalkan.

3. Pilar Ekonomi Pemberian Dana Punia memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi di lingkungan tempat suci. Dana ini membantu keberlangsungan operasional dan memberikan sokongan bagi mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan umat.

4. Pilar Pendidikan Keterlibatan Rektor IAKN Tampung Penyang menunjukkan bahwa pendidikan tidak boleh eksklusif di dalam kelas. Pendidikan harus turun ke lapangan, merangkul kearifan lokal, dan belajar dari tokoh-tokoh spiritual seperti Basir.

5. Pilar Hukum dan Advokasi Secara simbolis, kegiatan ini memperkuat posisi dan pengakuan terhadap keberadaan Pura Integrasi serta peran penting Basir di mata hukum dan publik, sebagai bagian dari keberagaman agama yang sah dan dihormati.

6. Pilar Budaya dan Keagamaan Inilah inti dari kegiatan tersebut. Dengan mendukung para Basir, kita turut serta menjaga nyala api kebudayaan dan ritual Kaharingan agar tetap lestari sebagai identitas asli Nusantara yang luhur.

Semangat Tat Twam Asi

Kunjungan ke Tengkiling ini mengingatkan kita kembali pada filosofi Tat Twam Asi—bahwa aku adalah engkau. Melalui sinergi antara dunia pendidikan, bantuan sosial, dan penguatan pilar-pilar organisasi, kita sedang membangun masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan harmonis.

Semoga langkah kecil ini menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan sosial lainnya untuk terus peduli pada akar rumput dan para penjaga tradisi kita.

GERBANG NUSANTARA merupakan singkatan dari Gerakan Bangga, Bangkit, Bangun Hindu Dharma Nusantara.
Translate »

Pin It on Pinterest

Share This