Sinergi Kemenag dan Puskor Hindunesia – Wujudkan Widyalaya Negeri Perdana di Hari Jadi Ke-23
Gianyar – Peringatan Hari Jadi Ke-23 Puskor Hindunesia yang diselenggarakan dengan khidmat di Wantilan Taman Budaya Batubulan pada Minggu (3/5/2026) malam menjadi momentum krusial bagi pergerakan Hindu Nusantara. Mengusung tema besar “Menyongsong Era Pelayanan dan Pengabdian Dharma, Bangkit Bersama Untuk Hindu Nusantara”, peringatan ini menegaskan kembali kuatnya sinergi antara semangat kerelawanan dharma dan peta jalan strategis pemerintah.
Kehadiran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kementerian Agama RI, yang diwakili oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., memberikan arahan visioner bagi langkah Puskor Hindunesia ke depan.
Dalam sambutannya, Dr. I Gusti Made Sunartha menyampaikan apresiasi sekaligus tantangan bagi Puskor Hindunesia. Beliau menekankan bahwa di usia yang ke-23 tahun ini, Puskor harus terus melakukan transformasi organisasi yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Hindu Tahun 2025-2029.
Ada beberapa poin strategis yang menjadi fokus utama Kementerian Agama untuk diakselerasi bersama elemen umat:
- Transformasi Digital dan Layanan: Pemerintah mendorong penuh organisasi keagamaan untuk mempercepat transformasi digital, terutama dalam hal pengelolaan dan validasi data umat Hindu di seluruh Nusantara. Hal ini diyakini akan menjadi fondasi dari peningkatan kualitas layanan keagamaan dan penguatan moderasi beragama yang tepat sasaran.
- Pendirian Widyalaya Negeri Perdana: Ini menjadi kabar yang paling menggembirakan bagi umat. Kemenag memaparkan target besar yang saat ini tengah diperjuangkan dengan keras, yaitu pendirian Widyalaya Negeri pertama di Indonesia (fasilitas pendidikan setingkat madrasah/sekolah formal Hindu). Rencananya, Widyalaya perintis ini akan dibangun di Kabupaten Jembrana dan Gianyar.
“Pembangunan Widyalaya Negeri ini bertujuan untuk mencetak SDM Hindu yang tidak hanya cerdas dan unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter adat dan budaya yang sangat kuat,” tegas visi Kemenag yang disampaikan malam itu.
Arahan dan program strategis dari Dirjen Bimas Hindu ini beresonansi kuat dengan perjuangan Puskor Hindunesia. Sebagai lembaga sosial kemanusiaan dan pemberdayaan umat, Puskor Hindunesia siap mengambil peran terdepan. Peringatan Hari Jadi Ke-23 ini bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan komitmen bagi para relawan dharma untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal transformasi digital, melayani umat tanpa pamrih, dan memastikan terwujudnya generasi emas Hindu Nusantara melalui pendidikan yang berkualitas.
Maju Terus Puskor Hindunesia, Bangkit Bersama untuk Hindu Nusantara!










