Pilih Halaman

Mengawal Hindu Nusantara dan Semangat Tanpa Pamrih – Refleksi Ketua Umum di Hari Jadi Ke-23 Puskor Hindunesia

Mengawal Hindu Nusantara dan Semangat Tanpa Pamrih – Refleksi Ketua Umum di Hari Jadi Ke-23 Puskor Hindunesia

Gianyar – Malam puncak peringatan Hari Jadi Ke-23 Puskor Hindunesia yang digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, di Wantilan Taman Budaya Batubulan, menjadi saksi getaran semangat perjuangan umat. Sambutan dari Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (Dekornas) Puskor Hindunesia, Dr. (HC) Ida Bagus K Susena, S.Kom., berhasil membakar semangat pengabdian para relawan dharma yang hadir.

Dalam pidatonya, Dr. Ida Bagus K Susena mengajak seluruh umat untuk merefleksikan kembali sejarah panjang kelahiran lembaga ini. Puskor Hindunesia lahir dari rahim empati terdalam terhadap para korban tragedi Bom Bali, yang seiring waktu berevolusi menjadi garda terdepan dalam aksi sosial kemanusiaan. Lebih dari itu, beliau menegaskan bahwa Puskor hadir sebagai benteng pertahanan yang solid untuk melawan berbagai upaya infiltrasi keyakinan lain yang menyasar umat Hindu, khususnya bagi mereka yang berada di garis kemiskinan.

Visi kebangsaan dan spiritualitas melebur kuat dalam penjabaran beliau mengenai konsep Hindu Nusantara. Beliau menegaskan bahwa Puskor hadir untuk merangkul dan mengawal identitas kehinduan yang kaya akan keragaman tradisi lokal. Di bawah payung Bhinneka Tunggal Ika, tradisi luhur yang dipraktikkan oleh umat Hindu Sasak, Hindu Marapu, hingga Hindu Batak Karo diakui, dihormati, dan dijaga sebagai kekayaan spiritual Nusantara yang tak ternilai harganya.

Jajaran Dekornas Puskor Hindunesia bersama Ibu Ni Luh Djelantik
Jajaran Dekornas Puskor Hindunesia bersama Ibu Ni Luh Djelantik

Tidak sekadar narasi manis, beliau juga memaparkan bukti nyata kerja keras Puskor Hindunesia dalam bidang advokasi umat. Relawan dharma secara konsisten turun tangan menangani ketimpangan sosial, melawan segala bentuk diskriminasi, hingga menjalankan misi kemanusiaan yang melintasi batas pulau dan negara. Komitmen nyata tersebut tercermin dari rekam jejak keberhasilan Puskor dalam memfasilitasi pemulangan umat Hindu yang terlantar, seperti penyelesaian kasus kemanusiaan di Sorong hingga penyelamatan umat di Jepang.

Menutup sambutannya yang menggugah, Ketua Umum Dekornas menitipkan pesan pemberdayaan bagi seluruh kader. Di usia kedewasaan yang ke-23 tahun ini, seluruh lini sumber daya Hindu—mulai dari kalangan akademisi, pengusaha, praktisi, hingga masyarakat di akar rumput—harus saling bahu-membahu. Puskor Hindunesia memanggil setiap jiwa untuk melipatgandakan semangat kerelawanan tanpa pamrih demi memastikan terwujudnya kejayaan Hindu Nusantara di masa depan.

GERBANG NUSANTARA merupakan singkatan dari Gerakan Bangga, Bangkit, Bangun Hindu Dharma Nusantara.
Translate »

Pin It on Pinterest

Share This