Pilih Halaman

Ketum Dekornas Kunjungi Peternak Bebek Jembrana: Bangkitkan Ekonomi Umat Melalui Kampanye Waisya Dharma (WARMA)

Ketum Dekornas Kunjungi Peternak Bebek Jembrana: Bangkitkan Ekonomi Umat Melalui Kampanye Waisya Dharma (WARMA)

NEGARA, JEMBRANA – Dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi umat sesuai dengan nilai-nilai agung Tri Hita Karana, Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Dr. (HC) Ida Bagus K. Susena, S.Kom., secara khusus melakukan peninjauan ke sebuah usaha peternakan bebek yang dirintis oleh Relawan Dharma di Banjar Anyar, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kunjungan strategis ini bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan langkah nyata inisiasi Kampanye Gerakan Ekonomi Dharma (Waisya Dharma – WARMA) yang bertujuan untuk memberdayakan UMKM umat melalui semangat gotong royong.

Usaha peternakan itik yang mulai beroperasi pada tahun 2024 ini menjadi kisah inspiratif tentang spirit pengabdian sekaligus kemandirian. Sang pengelola, yang merupakan mantan relawan dari Surabaya, memutuskan untuk pulang kampung halamannya demi membangun ekosistem ekonomi daerah. Saat ini, peternakan tersebut menaungi populasi sekitar 1.500 ekor itik dan mampu memproduksi telur asin berkualitas yang diserap oleh pasar rata-rata 300 butir per harinya.

Lebih dari sekadar angka komersial, komoditas telur mentah yang dihasilkan dari peternakan ini memainkan peran esensial sebagai kelengkapan sarana upacara Yadnya yang secara konsisten dibutuhkan oleh umat Hindu di Bali. Secara manajerial, keseriusan UMKM ini juga telah dibuktikan dengan dikantonginya sertifikat legalitas resmi dari Dinas Koperasi dan UKM setempat.

Peternakan Bebek ini Menghasilkan Teur Bebek dan Sebagian Diolah Menjadi Telur Asin

Potensi Pasar dan Sinergi Pembinaan WARMA

Dinamika pasar di Bali menunjukkan serapan yang luar biasa dan berkelanjutan terhadap komoditas turunan unggas ini. Kebutuhan telur mentah untuk banten atau sesajen upacara nyaris tidak pernah putus sepanjang tahun dan mengalami lonjakan saat hari raya tiba. Di sisi lain, telur asin telah bertransformasi menjadi kebutuhan konsumsi gizi harian yang tak terpisahkan dari meja makan keluarga.

Melalui pilar Waisya Dharma (WARMA), Puskor Hindunesia berkomitmen kuat untuk hadir mendampingi perjalanan usaha umat. Program pembinaan yang digerakkan melalui Gerakan Ekonomi Dharma Satwika (GEMA Satwika) akan menyentuh aspek-aspek vital, mulai dari peningkatan standar kebersihan operasional kandang hingga optimalisasi sistem pengemasan (packaging) yang modern.

Relawan Dharma Yang Sekembali dari Surabaya Merintis Usaha Peternakan Bebek
Relawan Dharma Yang Sekembali dari Surabaya Merintis Usaha Peternakan Bebek

Ke depannya, unit-unit usaha Relawan Dharma seperti peternakan di Jembrana ini akan diintegrasikan secara terpusat ke dalam Sistem Informasi Jagadhita—sebuah Jaringan Global Dharma Nusantara. Lewat ekosistem digital ini, terbuka ruang interaksi ekonomi antar-umat untuk saling menyerap produk lokal kebanggaan relawan. Langkah sinergis ini diharapkan menjadi lokomotif yang menginspirasi lahirnya “Usaha Umat” lainnya di seluruh Nusantara, membuktikan bahwa pengabdian di jalan Dharma dapat berjalan seirama dengan upaya membangun kedaulatan finansial, mewujudkan masyarakat yang Santih, Kertha, dan Jagadhita.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa itu Kampanye Gerakan Ekonomi Dharma (Waisya Dharma/WARMA)? Waisya Dharma (WARMA) merupakan satu dari 6 Pilar di Puskor Hindunesia yang difokuskan pada pemberdayaan dan kemandirian sektor ekonomi umat. Kampanye ini dirancang untuk mendampingi pelaku UMKM berbasis umat agar bisa bertumbuh profesional, mengedepankan standar kualitas, dan saling terhubung dalam ekosistem gotong royong ekonomi Nusantara.

Di mana lokasi spesifik UMKM Relawan Dharma yang dikunjungi ini? Peternakan bebek ini berlokasi di Banjar Anyar, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Usaha ini dirintis mulai tahun 2024 oleh seorang mantan Relawan Dharma dari Surabaya yang memutuskan untuk kembali dan mengabdi di kampung halamannya.

Sejauh apa kapasitas produksi dari peternakan bebek ini? Dengan populasi mencapai 1.500 ekor, UMKM ini mampu melepas rata-rata 300 butir telur asin ke pasar setiap harinya. Selain itu, mereka juga menyuplai telur bebek mentah dalam jumlah besar yang biasanya diserap khusus untuk menunjang kebutuhan pelaksanaan upacara keagamaan (Yadnya) di Bali.

Apakah produk UMKM ini sudah mengantongi legalitas yang jelas? Ya. Usaha peternakan dan produksi telur asin ini telah memiliki legalitas usaha yang sah dan diakui kualitasnya melalui sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi dan UKM.

Bagaimana dukungan konkrit Puskor Hindunesia agar usaha umat seperti ini bisa berkembang? Dukungan diwujudkan dalam dua bentuk utama: pendampingan tata kelola melalui program GEMA Satwika dan perluasan akses pasar. Usaha akan dimasukkan ke dalam pangkalan data Sistem Informasi Jagadhita, sehingga sesama relawan dan umat Hindu secara luas bisa ikut membeli dan mendistribusikan produk tersebut, menciptakan sebuah rantai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GERBANG NUSANTARA merupakan singkatan dari Gerakan Bangga, Bangkit, Bangun Hindu Dharma Nusantara.
Translate »

Pin It on Pinterest

Share This