Merawat Sradha dan Masa Depan: Kunjungan Kasih Ketua Umum Puskor Hindunesia ke Tiga Panti Asuhan di Jembrana
JEMBRANA, Suara Puskor Hindunesia – Mengimplementasikan pilar Bakti Pawongan dalam suasana peringatan Hari Jadi ke-23, Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia melaksanakan agenda turun ke bawah dengan mengunjungi tiga panti asuhan binaan di Kabupaten Jembrana pada Kamis (14/5/2026). Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian organisasi sekaligus untuk memetakan kondisi riil lembaga-lembaga sosial keumatan di akar rumput.
Perjalanan kasih di ujung barat Pulau Dewata ini menyasar tiga titik pengabdian yang memiliki fokus dan cerita perjuangannya masing-masing dalam membina umat:
1. Yayasan Bunga Bali Kunjungan pertama berlabuh di Yayasan Bunga Bali, sebuah ruang berdaya inklusif yang gigih menumbuhkan kemandirian di tengah keterbatasan. Di tempat ini, diserahkan paket hidangan (ACK) hasil dari penukaran Kupon Bazar Hari Jadi ke-23 Puskor Hindunesia. Bantuan ini merupakan sumbangsih murni dari para relawan Dharma guna mendukung moral dan semangat para penghuni yayasan.
2. Panti Asuhan Hindu Artha Kara Kumara, Kaliakah Rombongan kemudian bergerak ke Desa Kaliakah, menyambangi Panti Asuhan Hindu Artha Kara Kumara. Panti ini memiliki peran sentral dalam merawat hak dan masa depan anak-anak Hindu di Jembrana agar tak putus sekolah. Di sini, Ketua Umum menyerahkan donasi tunai, paket sembako, serta membagikan kupon bazar ACK gratis untuk menunjang pemenuhan gizi dan kebutuhan harian anak-anak asuh.

3. Panti Asuhan Sanatana Dharma, Melaya Titik terakhir bermuara di Panti Asuhan Sanatana Dharma, Melaya. Panti ini dikenal sangat aktif dalam menempa karakter dan fondasi spiritualitas generasi muda Hindu sejak dini. Kepada anak-anak yang tengah dididik nilai-nilai sradha tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa donasi tunai dan sembako sebagai wujud dukungan terhadap keberlangsungan asrama.
Di balik penyerahan bantuan di atas, panti-panti asuhan binaan ini memiliki catatan sejarah perjuangan yang panjang bersama Puskor. Organisasi ini sejak lama terus memberikan pendampingan dan advokasi yang konsisten, salah satunya membuahkan hasil dengan diterimanya bantuan rutin tahunan dari Bintroh Hindu Telkom.

Kilas balik ke masa lalu, panti asuhan ini sempat dihantam krisis kelangkaan biaya operasional dan minimnya dukungan dari berbagai pihak. Krisis tersebut sempat memicu situasi kritis yang mengakibatkan banyak anak asuh terpaksa diambil alih oleh panti asuhan Kristen. Menyadari adanya ancaman konversi keyakinan yang nyata, Bapak Pendiri Panti, bersama Ibu Suwili dan Puskor, bergerak cepat menggalang solidaritas. Lewat pendekatan tulus dan perlahan, anak-anak tersebut berhasil ditarik kembali ke pangkuan Hindu Nusantara.
Berdasarkan hasil evaluasi terkini bersama Ibu Suwili di lapangan, kebutuhan logistik dan pangan panti asuhan saat ini sudah terpantau mencukupi. Namun, perjuangan belum usai, karena panti asuhan saat ini masih menghadapi kendala krusial berupa kekurangan dana operasional harian yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran pendidikan anak-anak.
Melalui momentum ini, Puskor Hindunesia mengetuk nurani umat sedharma untuk ikut mengulurkan tangan secara rutin demi menutupi kekurangan dana operasional panti. Sebagai tindak lanjut jangka panjang, Puskor kini tengah merancang program-program bantuan terpadu yang sasarannya tidak hanya panti asuhan di Jembrana, tetapi diperluas untuk mengayomi panti-panti asuhan di seluruh wilayah Bali.
FAQ (Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan)
Ke mana saja Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia melakukan kunjungan pada 14 Mei 2026? Ketua Umum menyambangi tiga titik di Jembrana, yakni Yayasan Bunga Bali, Panti Asuhan Hindu Artha Kara Kumara di Kaliakah, dan Panti Asuhan Sanatana Dharma di Melaya.
Apa keistimewaan dari masing-masing panti asuhan yang dikunjungi? Yayasan Bunga Bali fokus pada kemandirian inklusif, Artha Kara Kumara (Kaliakah) berfokus merawat hak pendidikan dan masa depan anak, sementara Sanatana Dharma (Melaya) menonjol dalam menempa karakter serta spiritualitas generasi muda Hindu.
Jenis bantuan apa saja yang disalurkan dalam kunjungan tersebut? Bantuan yang diberikan meliputi paket hidangan (kupon ACK) dari sumbangan relawan Bazar Hari Jadi ke-23, paket sembako, serta bantuan dana tunai untuk operasional.
Mengapa panti asuhan binaan ini sangat membutuhkan dukungan operasional berkelanjutan? Di masa lalu, ketiadaan biaya operasional pernah memicu sebagian anak asuh beralih ke panti beda keyakinan. Meski saat ini logistik pangan sudah mencukupi berkat advokasi Puskor, Ibu Suwili, dan pendiri panti, dukungan dana operasional tetap menjadi kebutuhan paling mendesak yang belum terpenuhi maksimal.
Bagaimana rencana lanjutan Puskor Hindunesia terkait kondisi panti asuhan ini? Puskor Hindunesia sedang merancang program bantuan terpadu yang sistematis. Program ini akan menyasar seluruh panti asuhan Hindu di wilayah Bali, bukan hanya yang berada di Kabupaten Jembrana.











Kepedulian mesti digugah dengan berbagai informasi lebih detail terkait Panti Asuhan Hindu tidak hanya di Bali namun juga di Nusantara. Update berkegiatan seperti ini juga patut dilakukan lebih intens dengan publikasi yang tepat.