Ritual Potong Pantan Tandai Kebangkitan Dharma di Tanah Batang Garing: Pelantikan Dekorwil Kalteng
PALANGKARAYA (Suara Hindunesia) – Semangat pengabdian Dharma Bhakti bergemuruh di Bumi Tambun Bungai. Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Koordinasi Wilayah (Dekorwil) Kalimantan Tengah Puskor Hindunesia periode 2026-2031 berlangsung khidmat dan kental dengan nuansa adat lokal pada Rabu (22/04/2026).
Ritual Potong Pantan: Simbol Penyucian Diri
Acara diawali dengan ritual Potong Pantan, sebuah tradisi sakral masyarakat Hindu Kaharingan dalam menyambut tamu kehormatan. Ritual ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarana spiritual untuk menetralisir energi negatif dan memohon restu agar seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan.
“Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap kearifan lokal sekaligus memastikan bahwa setiap langkah perjuangan organisasi ini diawali dengan hati yang suci,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Kehadiran Tokoh dan Pejabat Daerah
Kegiatan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan lintas sektoral, di antaranya:
- Ir. H. Darliansjah, M.Si (Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik) mewakili Gubernur Kalteng.
- Dr. Mujiono (Rektor IAHN Tampung Penyang).
- Bapak Made Adnyana (Pembimas Hindu Kalteng).
- Drs. Walter S. Penyang (Tokoh Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan).
- Jajaran Forkopimda Kalteng dan tokoh-tokoh Hindu se-Kalimantan Tengah.
Struktur Kepengurusan dan Antusiasme Umat
Ketua Umum Dekornas membacakan SK Dekornas No. 062/PH/SK/IV/2026 yang menetapkan nakhoda baru Dekorwil Kalteng, yakni:
- Ketua: Tobie Suswoyo
- Sekretaris: Wira Margareta
- Bendahara: Sunareta MR Anyi
Menariknya, pelantikan kali ini mencatatkan rekor antusiasme yang tinggi. Puluhan kader menyatakan kesiapannya memperkuat struktur organisasi. Fenomena ini disambut positif oleh Dewan Pembina Dekorwil, Budi Purnomo, SH., M.Si, yang menilai Puskor Hindunesia telah melekat erat di hati umat Hindu Kalteng sebagai wadah pelayanan dan pengabdian.
Komitmen Pelayanan di Tanah Batang Garing
Ketua Dekorwil terpilih, Tobie Suswoyo, yang juga berprofesi sebagai advokat, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan internal secara cepat.
“Target utama kami adalah melengkapi infrastruktur organisasi, termasuk Sekretariat Dekorwil dan tertib administrasi, agar pelayanan kepada umat di Tanah Batang Garing bisa lebih maksimal,” tegas Tobie.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan Pataka organisasi, pembacaan Sapta Prasetya Dharma (Tujuh Komitmen Wajib), penyematan pin Puskor Hindunesia, serta pemasangan Gelang Tengang oleh Basir Fransiskus Widodo sebagai simbol ikatan spiritual dan tanggung jawab. (WIL-KLTG).













