Pilih Halaman

Mengenal Lebih Dekat DR (HC) Ida Bagus K Susena: Pendiri & Tokoh Penggerak Puskor Hindunesia

Mengenal Lebih Dekat DR (HC) Ida Bagus K Susena: Pendiri & Tokoh Penggerak Puskor Hindunesia

Ida Bagus K. Susena lahir dan besar di Jembrana, dimana heterogenitas menjadi kesehariannya saat kecil hingga tumbuh dewasa. Setelah menamatkan sekolah menengah atasnya di Jembrana, Beliau banyak merantau di Jawa khususnya Yogyakarta dan Surakarta.

Dari semenjak kuliah di Yogyakarta, Beliau dikenal sebagai sosok yang senang beroganisasi dan selalu menempatkan pelayanan dan pengabdian sebagai basis perjalanan hidupnya. Dalam dinamika organisasi Hindu Indonesia, namanya dikenal sebagai figur yang membangun gerakan dari bawah, melalui kerja sosial yang bertumpu pada kerelawanan sosial, solidaritas, dan keberanian menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Kiprah panjangnya menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu lahir dari ruang formal, melainkan dapat tumbuh dari kepekaan sosial yang terus dipelihara dan dikembangkan menjadi gerakan yang terstruktur. Melalui perannya sebagai Pendiri sekaligus Ketua Umum, beberapa periode, Dewan Koordinasi Nasional (Dekornas) Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia), ia menghadirkan corak kepemimpinan yang memadukan tradisi pengabdian, semangat modernisasi, dan kemampuan membangun rintisan jaringan pelayanan umat secara nasional.

Sejak masa awal keterlibatannya dalam kegiatan sosial, Gus Susena, panggilan akrabnya, memperlihatkan kecenderungan kuat untuk berada dekat dengan persoalan masyarakat khususnya umat Hindu. Beliau merasakan bahwa persoalan sosial di keumatan Hindu, jarang ada yang totalitas dan konsisten mau berperan. Di lingkungan sosial tempat ia bertumbuh, Beliau menyaksikan bahwa banyak persoalan kemanusiaan sering kali membutuhkan kehadiran orang-orang yang bersedia bergerak cepat tanpa menunggu struktur formal.

DR (HC) Ida Bagus K Susena - Dalam Seminar Nasional Menjaga Peradaban Bali
DR (HC) Ida Bagus K Susena – Dalam Seminar Nasional Menjaga Peradaban Bali

Dari pengalaman itu tumbuh keyakinan bahwa nilai Dharma harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Semangat inilah yang kemudian membawanya aktif dalam berbagai gerakan kerelawanan pada awal tahun 2000-an. Pada masa tersebut, aktivitas sosial dilakukan dalam bentuk bantuan langsung kepada masyarakat, pendampingan terhadap keluarga yang mengalami kesulitan, serta keterlibatan dalam aksi solidaritas yang bersifat spontan namun konsisten.

Gerakan kerelawanan yang dibangunnya kemudian berkembang menjadi komunitas yang dikenal sebagai Relawan Dharma Puskor Hindunesia. Di dalam fase ini, Beliau mulai memperlihatkan kemampuan mengorganisasi orang, membangun kepercayaan, dan menjaga kesinambungan gerakan sosial. Baginya, relawan bukan hanya tenaga bantuan, tetapi juga cerminan kesadaran sosial umat yang harus dirawat. Dari sinilah muncul gagasan bahwa kerja sosial memerlukan wadah yang lebih terstruktur agar manfaatnya dapat menjangkau lebih luas dan bertahan dalam jangka panjang.

Gagasan tersebut menjadi dasar lahirnya Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia),. secara de Yure, pada tahun 2015, walau sebenarnya secara de facto beliau rintis dari tahun 2003, berupa sekaa demen (kelompok suka duka). Puskor Hindunesia kemudian menjelma menjadi sebuah organisasi yang dirancang untuk memperkuat koordinasi pelayanan dan pengabdian umat Hindu di semua tingkatan kordinasi, dalam skala nasional.

DR (HC) Ida Bagus K Susena - Didampingi Bendahara Umum Ir Putu Gede Siarta SH
DR (HC) Ida Bagus K Susena – Didampingi Bendahara Umum Ir Putu Gede Siarta SH

Sebagai tokoh yang memiliki latar pendidikan teknologi informasi, dengan gelar Doktor Honoris Causa dari Swahili University Panama yang membuka cabang di India. Ida Bagus K. Susena membawa cara pandang modern dalam membangun organisasi. Beliau melihat bahwa perkembangan zaman menuntut organisasi keagamaan untuk tidak hanya bertumpu pada semangat, tetapi juga pada tata kelola yang efisien dan berbasis data. Oleh sebab itu, salah satu gagasan yang Beliau dorong adalah pengembangan sistem data umat berbasis digital yang dikenal dengan konsep Jaringan Global Umat Hindu Nusantara (Jagadhita), sebuah konsep Big Data Hindunesia, yang beliau gagas dan masih berproses untuk menemukan eksekutor dan funding source-nya. Melalui pendekatan ini, Beliau berupaya memetakan kekuatan umat Hindu dari berbagai aspek, mulai dari profesi, keahlian, jaringan relawan, hingga potensi daerah. Menurut pandangannya, organisasi yang kuat harus mengenali sumber dayanya sendiri agar pelayanan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.

Dalam kepemimpinannya, Puskor Hindunesia berkembang menjadi organisasi yang memiliki struktur wilayah di berbagai daerah, tidak hanya di Bali tetapi juga di beberapa provinsi lain di Indonesia. Jaringan ini dibangun melalui pendekatan yang mengutamakan komunikasi personal, kedekatan emosional, dan semangat kebersamaan. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang tidak elitis dan tidak menjaga jarak dengan relawan Dharma di semua tingkatan kordinasi maupun pengurus daerah. Dalam banyak kegiatan, kehadirannya lebih sering terlihat sebagai penggerak lapangan daripada sekadar pemegang jabatan organisasi. Sikap ini membentuk kultur kerja yang cair namun tetap memiliki arah yang jelas.

Perhatian besar terhadap persoalan kemanusiaan menjadi ciri kuat perjalanan kepemimpinannya. Berbagai kegiatan sosial yang berkembang di bawah koordinasinya mencakup donor darah, bantuan sosial, pendampingan keluarga dalam situasi duka, hingga dukungan terhadap proses kemanusiaan lintas daerah. Dalam sejumlah peristiwa, organisasi yang dipimpinnya juga terlibat dalam membantu proses pemulangan Pekerja Migran Indonesia beragama Hindu, yang mengalami persoalan di luar daerah asalnya. Semua itu memperlihatkan keyakinannya bahwa organisasi keagamaan harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan secara nyata.

DR (HC) Ida Bagus K Susena - Berfoto bersama Putra dan Putri Beliau
DR (HC) Ida Bagus K Susena – Berfoto bersama Putra dan Putri Beliau

Di bidang intelektual, Ida Bagus K. Susena memandang bahwa kekuatan umat juga harus dibangun melalui pendidikan dan ruang dialog. Karena itu, Beliau menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti Universitas Hindu Indonesia untuk menghadirkan seminar dan diskusi kebangsaan. Tema-tema seperti moderasi beragama, posisi generasi muda, dan relevansi nilai Hindu dalam kehidupan modern menjadi bagian penting dari perhatian yang ia dorong. Menurutnya, generasi muda harus memiliki kemampuan memahami akar tradisi sekaligus keberanian menghadapi perubahan zaman.

Hubungan dengan pemerintah dijalankan dalam semangat kemitraan. Beliau beberapa kali membangun komunikasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat peran organisasi masyarakat Hindu dalam mendukung pembangunan sosial dan harmoni kebangsaan. Dalam pandangannya, organisasi sipil keagamaan harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan publik.

Secara pribadi, Ida Bagus Ketut Susena dikenal memiliki karakter tegas namun terbuka. Beliau cepat mengambil keputusan, tetapi tetap memberi ruang musyawarah dalam proses organisasi. Banyak relawan melihatnya sebagai figur yang konsisten menjaga arah gerakan dan tidak mudah bergeser dari prinsip dasar pelayanan. Beliau juga memberi perhatian pada kaderisasi, karena meyakini bahwa masa depan organisasi sangat bergantung pada kesiapan generasi penerus.

Keseluruhan perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa pengabdian baginya bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan jalan hidup yang dijalani dengan kesadaran penuh. Beliau membawa keyakinan bahwa tradisi Hindu tidak hanya hidup dalam ritual, tetapi juga dalam tindakan nyata yang memperkuat solidaritas sosial. Dari gerakan relawan hingga kepemimpinan nasional, Ida Bagus K. Susena memperlihatkan bagaimana nilai budaya, pendidikan modern, dan semangat kemanusiaan dapat bertemu dalam satu arah pengabdian yang berkelanjutan.

Ditulis oleh : Kasmadi, Mahasiswa S2 Dharma Acarya, UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

FAQ – Pertanyaan Umum

Siapakah Dr. (HC) Ida Bagus K. Susena?

Beliau adalah Pendiri sekaligus Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (Dekornas) Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia). Beliau dikenal sebagai tokoh yang berdedikasi membangun gerakan sosial dan kerelawanan umat Hindu di Indonesia dari bawah.

Kapan Puskor Hindunesia didirikan oleh beliau?

Gerakan ini sejatinya telah dirintis oleh beliau sejak tahun 2003 dalam bentuk sekaa demen (kelompok suka duka) berbasis kerelawanan. Organisasi ini kemudian diresmikan menjadi Puskor Hindunesia secara de yure pada tahun 2015.

Apa yang dimaksud dengan konsep Jagadhita yang digagas oleh Gus Susena?

Jagadhita (Jaringan Global Umat Hindu Nusantara) adalah sebuah visi pengembangan sistem big data digital umat Hindu. Sistem ini digagas untuk memetakan kekuatan umat Hindu dari berbagai aspek—seperti keahlian, profesi, hingga jaringan relawan—agar pelayanan dapat dilakukan secara efisien, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Apa saja bentuk nyata pelayanan kemanusiaan yang dijalankan oleh Puskor Hindunesia di bawah kepemimpinan beliau?

Kegiatan sosial tersebut sangat luas, mulai dari donor darah, bantuan sosial, pendampingan keluarga berduka, hingga terjun langsung membantu memfasilitasi pemulangan jenazah atau pendampingan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali/Hindu yang bermasalah di luar negeri.

Bagaimana pandangan beliau terhadap generasi muda Hindu?

Beliau memandang pentingnya kekuatan intelektual melalui pendidikan dan dialog. Generasi muda Hindu diharapkan memiliki pemahaman yang kuat akan akar tradisi budaya Nusantara, namun tetap memiliki keberanian serta wawasan untuk menghadapi tantangan perubahan zaman secara modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kunjungi Festival Gerbang Nusantara 2026. Diselenggarakan 17-19 Juli 2026
Hindunesia Zoom - Mengenal Hindu Pemena Karo
Ikuti webinar GRATIS Hindunesia Zoom: Mengenal Hindu Pemena (Hindu Karo) pada Minggu, 5 Juli 2026, pukul 18.30 WITA. Link bergabung: https://bit.ly/4eJdyLS. Salam Mejuah Juah - Rahayu
SEKRETARIAT DEWAN NASIONAL
Jl. Kertanegara Gg. Indrapura No.2
Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara,
Kota Denpasar, Bali
Indonesia 80116
Phone : +62 817 975 3936
E-mail : puskor.hindunesia@gmail.com
Website : https://hindunesia.id
Translate »

Pin It on Pinterest

Share This