Pilih Halaman

Jaga Warisan Bali: Seminar Nasional Puskor Hindunesia 2026

Jaga Warisan Bali: Seminar Nasional Puskor Hindunesia 2026

DENPASAR – Dalam rangka memperingati perayaan hari jadi ke-23, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Menjaga Warisan Peradaban Bali: Sinergi Spiritual, Budaya, Tata Ruang, dan Kebijakan dalam Transformasi Peradaban”. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Mei 2026.

Kegiatan akademik dan budaya ini diselenggarakan secara hybrid (penggabungan metode luring dan daring) dengan lokasi utama di Aula Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar. Seminar ini merupakan bagian dari upaya kolektif masyarakat untuk meningkatkan kesadaran publik dalam menjaga Bali sebagai warisan peradaban dunia yang utuh dan berkelanjutan.

Tantangan Kelestarian Warisan Bali Dalam kerangka acuan kegiatan, panitia pelaksana menekankan bahwa kondisi Pulau Bali saat ini menghadapi tantangan besar dari arus globalisasi, tekanan industri pariwisata, dan degradasi lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan pelestarian tidak dapat lagi dilakukan secara sektoral, melainkan harus menggunakan pendekatan transdisipliner yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Seminar ini akan dibuka dengan penyampaian pidato utama (Keynote Speech) oleh Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, S.IP. Beliau akan memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa dalam mempertahankan integritas budaya dan alam Bali. Acara ini juga berada di bawah arahan langsung Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Dr(HC). Ida Bagus Ketut Susena, S.Kom.

Sinergi Empat Pilar Narasumber Utama Untuk menghasilkan rumusan solusi yang komprehensif, seminar ini menghadirkan empat pakar dari berbagai disiplin ilmu:

  1. Ar. I Nyoman Gede Maha Putra, ST., M.Sc., Ph.D – Menyampaikan materi dari perspektif arsitektur dan perencanaan tata ruang wilayah.
  2. Jero Penyarikan Duuran Batur (I Ketut Eriadi Ariana) – Memberikan pandangan dari sudut spiritualitas, hukum adat, dan tradisi masyarakat lokal.
  3. Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag, M.Si – Menganalisis peran nilai-nilai religi dan pendidikan karakter dalam masyarakat.
  4. Made Gede Arthadana, SH., MH – Mengkaji aspek kerangka hukum, regulasi, dan kebijakan publik yang berpihak pada pelestarian lingkungan.

Diskusi ini ditargetkan menghasilkan sebuah dokumen rekomendasi resmi yang akan dipublikasikan sebagai kontribusi pemikiran strategis Puskor Hindunesia bagi pemerintah daerah dan masyarakat luas.

Undangan Resmi Untuk Relawan Dharma Kami mengundang seluruh jajaran pengurus, anggota aktif, dan Relawan Dharma Puskor Hindunesia di seluruh Nusantara untuk hadir secara langsung maupun berpartisipasi secara daring.

Rincian Pelaksanaan Acara:

  • Tanggal: Minggu, 10 Mei 2026
  • Waktu: 08.30 WITA hingga selesai
  • Lokasi Luring: Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar
  • Format: Hybrid (Luring Terbatas dan Siaran Langsung Daring)
  • Agenda: Pidato Utama, Diskusi Panel, dan Perumusan Rekomendasi Kebijakan

Konfirmasi Kehadiran Bagi peserta dan relawan yang ingin berpartisipasi, Anda diwajibkan untuk mendaftar dan mengonfirmasi kehadiran guna memfasilitasi kebutuhan teknis penyelenggara, termasuk penerbitan sertifikat elektronik dan akses tautan siaran langsung. Silakan melakukan pendaftaran melalui tautan berikut ini: [KLIK DI SINI – FORMULIR PENDAFTARAN GOOGLE FORM]

Mari bersatu untuk melayani, berbakti, dan melestarikan warisan peradaban Bali demi kelestarian budaya Nusantara dan dunia.

Menjaga Warisan Peradaban Bali: Sinergi Spiritual, Budaya, Tata Ruang, dan Kebijakan dalam Transformasi Peradaban
Seminar Nasional Menjaga Warisan Peradaban Bali
Sinergi Spiritual, Budaya, Tata Ruang, dan Kebijakan dalam Transformasi Peradaban
Rundown Seminar Menjaga Warisan Peradaban Bali: Puskor Hindunesia 2026
Rundown Seminar Menjaga Warisan Peradaban Bali: Puskor Hindunesia 2026

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Kapan dan di mana Seminar Nasional ini diselenggarakan? Seminar akan diselenggarakan pada hari Minggu, 10 Mei 2026, dimulai pukul 08.30 WITA bertempat di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar.

2. Apa tema utama dari kegiatan seminar ini? Tema yang diangkat adalah “Menjaga Warisan Peradaban Bali: Sinergi Spiritual, Budaya, Tata Ruang, dan Kebijakan dalam Transformasi Peradaban”.

3. Siapa saja tokoh dan pakar yang akan menjadi pembicara? Pidato utama (Keynote Speech) akan disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, S.IP. Sesi diskusi panel akan diisi oleh Ar. I Nyoman Gede Maha Putra, ST., M.Sc., Ph.D., Jero Penyarikan Duuran Batur, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag, M.Si., dan Made Gede Arthadana, SH., MH.

4. Apakah acara ini terbatas hanya untuk masyarakat di Bali? Tidak. Acara ini diselenggarakan dengan sistem hybrid. Peserta dan relawan dari luar pulau Bali dapat mengikuti rangkaian acara secara daring (online) setelah melakukan pendaftaran.

5. Bagaimana cara peserta mendaftar atau mengonfirmasi kehadiran? Seluruh peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran resmi yang disediakan panitia. Tautan pendaftaran melalui Google Form telah disediakan di bagian akhir artikel ini.

GERBANG NUSANTARA merupakan singkatan dari Gerakan Bangga, Bangkit, Bangun Hindu Dharma Nusantara.
Translate »

Pin It on Pinterest

Share This