Sekaa Kawitan Dharma Nusantara Ngayah Menari di Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri – Diiringi Sekaa Gong Istri Sekar Puri Geriya Petak Gianyar
Suara Hindunesia (Gianyar, 1 Juli 2026) – Sekaa Tari Kawitan Dharma Nusantara kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni budaya Bali melalui kegiatan ngayah menari di Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri, Buruan, Gianyar. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut diiringi oleh Sekaa Gong Istri (SGI) Sekar Puri Geriya Petak Gianyar.
Pada sore hari, rombongan Sekaa Tari Kawitan Dharma Nusantara berkumpul pada pukul 15.00 WITA di depan Pura Jagatnatha, Denpasar. Setelah seluruh anggota hadir dan persiapan selesai pada pukul 15.30 WITA, rombongan yang terdiri dari 21 penari berangkat menuju Pura Durga Kutri, Blahbatuh, Gianyar.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Seksi Kesenian Piodalan Pura Durga Kutri, Wayan Aksara, bersama Pimpinan SGI Sekar Puri Geriya Petak Gianyar, Agung Geriya. Selanjutnya seluruh rombongan melaksanakan persembahyangan bersama sebagai wujud bhakti kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Durga Kutri.
Usai persembahyangan, rombongan menikmati kebersamaan di Balai Pewarekan sebelum mempersiapkan pementasan. Tepat pukul 17.30 WITA, Sekaa Tari Kawitan Dharma Nusantara memulai ngayah dengan mempersembahkan dua tarian sakral, yakni Tari Rejang Kesari dan Tari Rejang Taksu Buana, yang diiringi secara apik oleh Sekaa Gong Istri (SGI) Sekar Puri Geriya Petak Gianyar.

Pimpinan SGI Sekar Puri Geriya Petak Gianyar, Agung Geriya, menyampaikan apresiasinya atas kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
“Kami merasa bersyukur dapat mengiringi persembahan tari dari Sekaa Tari Kawitan Dharma Nusantara. Ngayah adalah bagian dari yadnya, sehingga iringan gamelan yang kami sajikan merupakan persembahan tulus ikhlas kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjalin untuk memperkuat pelestarian seni, budaya, dan nilai-nilai spiritual Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Wayan Aksara selaku Seksi Kesenian Piodalan Pura Durga Kutri mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh rombongan.
“Kami mengapresiasi kehadiran Sekaa Tari Kawitan Dharma Nusantara beserta SGI Sekar Puri Geriya Petak Gianyar yang telah ngayah di Pura Durga Kutri. Kehadiran para seniman menjadi bagian penting dalam menyukseskan rangkaian piodalan serta memperkuat suasana religius dan budaya di pura ini,” katanya.

Ketua Sekaa Tari Kawitan Dharma Nusantara, Dra. Ni Nyoman Meitri, mengatakan bahwa ngayah merupakan bagian dari pengabdian yang terus ditanamkan kepada seluruh anggota sekaa.
“Kami selalu menanamkan semangat ngayah kepada seluruh anggota. Melalui tari sakral, kami tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, disiplin, dan pengabdian kepada agama, budaya, dan masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi semua,” ungkapnya.
Wakil Ketua Bidang Sosial Kemanusiaan Dekornas Puskor Hindunesia, I Wayan Adi Parta, SE, menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara organisasi sosial, pelestari budaya, dan masyarakat adat.
“Ngayah seperti ini memiliki makna sosial yang sangat besar karena mempererat persaudaraan, membangun semangat gotong royong, dan memperkuat identitas budaya Hindu Nusantara. Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus berkembang dan melibatkan generasi muda,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Ketua Wanita Dharma Dekornas Puskor Hindunesia, Dewa Ayu Putu Tuty Setiarsih, S.Sos., M.Ag. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan tradisi.
“Perempuan memiliki kontribusi besar dalam menjaga adat, budaya, dan kehidupan spiritual masyarakat Bali. Melalui kegiatan ngayah seperti ini, nilai-nilai pengabdian, kebersamaan, dan pelestarian budaya terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dekorda Denpasar Puskor Hindunesia, Kasmadi, S.Pd, berharap kegiatan seni budaya yang bernuansa spiritual terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami memberikan apresiasi kepada Sekaa Tari Kawitan Dharma Nusantara dan SGI Sekar Puri Geriya Petak Gianyar yang terus aktif melaksanakan ngayah. Kegiatan seperti ini bukan hanya melestarikan seni budaya Bali, tetapi juga memperkuat karakter masyarakat yang religius, berbudaya, dan penuh semangat kebersamaan,” katanya.
Kegiatan ngayah di Pura Durga Kutri tersebut berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Kolaborasi antara penari dan penabuh menjadi wujud nyata pengabdian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kelestarian seni budaya Bali sebagai warisan luhur yang terus hidup di tengah masyarakat. (DA-DPS)
FAQ – Pertanyaan Umum
Sekaa Tari Kawitan Dharma Nusantara melaksanakan kegiatan ngayah dengan mempersembahkan dua tarian sakral, yaitu Tari Rejang Kesari dan Tari Rejang Taksu Buana, di Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri, Gianyar.
Pementasan tarian sakral tersebut diiringi secara apik oleh Sekaa Gong Istri (SGI) Sekar Puri Geriya Petak Gianyar yang dipimpin oleh Agung Geriya.
Menurut Ketua Sekaa Tari, Dra. Ni Nyoman Meitri, ngayah tidak sekadar melestarikan warisan leluhur. Lebih jauh dari itu, kegiatan ini menanamkan rasa kebersamaan, disiplin, serta pengabdian tulus (yadnya) kepada Tuhan (agama), budaya, dan masyarakat.
Puskor Hindunesia sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pengurus Dekornas dan Dekorda menilai bahwa kolaborasi ngayah ini adalah wujud nyata sinergi positif yang mempererat persaudaraan, gotong royong, dan memperkuat identitas budaya umat Hindu di Bali.















