Mengawal Kepulangan Jenazah I Kadek Mas Heriadi, Pahlawan Devisa Asal Jembrana dari Jepang
TUBAN, Suara Hindunesia — Suasana haru menyelimuti Terminal Kargo dan Pos Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (5/6/2026). Siang itu, jenazah pahlawan devisa (Pekerja Migran Indonesia/PMI) asal Kabupaten Jembrana, I Kadek Mas Heriadi (34), akhirnya tiba di tanah air setelah diterbangkan dari Ibaraki, Jepang.
Kepulangan jenazah almarhum disambut langsung oleh pihak keluarga, perwakilan instansi pemerintah, dan jajaran Dewan Koordinasi Nasional (Dekornas) Pusat Komunikasi Umat Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) yang secara konsisten mengawal proses repatriasi ini.
Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Ida Bagus K. Susena, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya almarhum di negeri perantauan. Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk nyata pelayanan organisasi keumatan terhadap isu sosial kemanusiaan. Kasus ini sekaligus tercatat sebagai penanganan repatriasi jenazah ke-17 yang difasilitasi dan dikawal oleh Puskor.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum I Kadek Mas Heriadi. Semoga beliau menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Pemulangan jenazah ini adalah bentuk kepedulian dan gotong royong seluruh elemen bangsa terhadap saudara kita yang mengalami musibah di perantauan,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Susena tersebut.
Seperti diketahui, proses pemulangan jenazah I Kadek Mas Heriadi sempat terkendala oleh besarnya biaya. Namun, berkat tingginya rasa solidaritas, kolaborasi lintas lembaga, serta donasi dari sesama perantau dan masyarakat luas, biaya pemulangan akhirnya berhasil dihimpun.

Sekretaris Jenderal Dekornas Puskor Hindunesia, Anak Agung Gde Agung, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Peristiwa ini menunjukkan pentingnya solidaritas antarsesama anak bangsa. Kami berterima kasih kepada pemerintah, perwakilan Indonesia di Jepang, komunitas PMI, para donatur, dan seluruh pihak yang bekerja sama sehingga kepulangan almarhum berjalan lancar,” katanya.
Hal senada juga diutarakan oleh Bendahara Umum Dekornas Puskor Hindunesia, I Putu Gede Siarta. Menurutnya, PMI adalah pahlawan devisa yang berkontribusi besar bagi keluarga dan negara. “Karena itu, perlindungan, pendampingan, dan perhatian terhadap mereka harus menjadi tanggung jawab bersama, baik saat bekerja maupun ketika menghadapi musibah seperti ini,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dermawan Dharma, Kasmadi, menyoroti pentingnya merawat semangat kemanusiaan. “Kami hadir sebagai wujud kepedulian. Apa yang dialami almarhum menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong harus terus hidup di tengah masyarakat,” imbuh Kasmadi.
Setelah prosesi serah terima di Terminal Kargo selesai, jenazah I Kadek Mas Heriadi langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Pemkab Jembrana turut memfasilitasi armada ambulans gratis untuk membawa jenazah hingga ke rumah duka agar dapat segera disemayamkan dan menjalani prosesi upacara adat.
Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada Dekornas Puskor Hindunesia, Dermawan Dharma, Pemkab Jembrana, dan seluruh komunitas pekerja migran atas dukungan moril maupun materiil yang menjadi kekuatan besar bagi keluarga di masa sulit ini. (NAS)
FAQ – Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan
PMI tersebut bernama I Kadek Mas Heriadi (34 tahun), yang berasal dari Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Beliau menghembuskan napas terakhirnya di Ibaraki, Jepang pada tanggal 24 Mei 2026.
Puskor Hindunesia melalui jajaran Dekornas dan Dermawan Dharma turut serta memfasilitasi, mengawal kepulangan, serta memberikan pendampingan moral dan penghormatan terakhir di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ini merupakan kasus repatriasi jenazah ke-17 yang ditangani oleh Puskor.
Setelah tiba di Terminal Kargo, jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Mendoyo, Jembrana, menggunakan armada ambulans gratis yang secara khusus difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Proses pemulangan jenazah dari Jepang yang membutuhkan biaya besar berhasil ditangani berkat tingginya solidaritas sosial. Biaya tersebut terkumpul melalui jalur donasi yang melibatkan sesama perantau/komunitas PMI di Jepang serta masyarakat luas.






















