Pilih Halaman

Ketua Umum Puskor Hindunesia Ajak Umat Kawal Kebhinekaan dan Teguhkan Keyakinan Hindu Nusantara

Ketua Umum Puskor Hindunesia Ajak Umat Kawal Kebhinekaan dan Teguhkan Keyakinan Hindu Nusantara

SUARA PUSKOR – Di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman yang semakin kompleks, Puskor Hindunesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian tradisi dan persatuan umat. Keragaman Nusantara kembali menjadi sorotan utama dalam ruang diskusi virtual ZOOM bertajuk “Mengenal Hindu Nusantara” yang dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Webinar yang berlangsung sekira pukul 18:00 WIB hingga selesai pukul 21:40 WIB ini menghadirkan Drs. Walter S. Penyang, Ketua Umum Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK). Diskusi tersebut membuka wawasan mendalam mengenai sejarah, perjuangan, serta tantangan eksistensi umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah. Di sela kegiatan yang padat akan khazanah keilmuan ini, Ketua Umum Puskor Hindunesia menyampaikan closing statement yang sangat menggugah bagi seluruh Garda Relawan Dharma Nusantara.

Beliau menekankan bahwa bernaung di bawah Hindu Nusantara adalah sebuah anugerah dan jalan yang paling tepat bagi umat di nusantara. “Hindu bukan sebuah pilihan yang salah bagi kita untuk bernaung, karena di sanalah kita berada, nyaman dan tepat,” tegasnya di hadapan para peserta diskusi daring yang antusias.

Peserta Webinar Mengenal Hindu Kaharingan bersama Drs Walter S Penyang
Peserta Webinar Mengenal Hindu Kaharingan bersama Drs Walter S Penyang

Lebih lanjut, pimpinan Puskor Hindunesia ini mengingatkan adanya skenario besar dari pihak-pihak tertentu yang secara perlahan berusaha mendiskreditkan, mengucilkan, dan memecah belah umat. Beliau juga menyoroti kebebasan yang muncul pasca-keputusan MK, yang di satu sisi merupakan bentuk kemerdekaan berekspresi, namun di sisi lain bisa menjadi bumerang yang menghancurkan jika umat tidak teguh berpegang pada warisan leluhur yang adiluhung.

“Jangan sampai seperti kata narasumber tadi, orang-orang yang ingin kita itu semakin mengecil dan terpecah belah berhasil karena kita salah memilih arah. Apabila kita salah memilih dan menentukan arah seperti yang mereka inginkan, maka kita akan terjerumus ke dalam kehancuran Nusantara ini,” imbuhnya.

Untuk menangkal potensi perpecahan tersebut, Puskor Hindunesia terus mendorong penyamaan persepsi, pola pikir, dan jalan pemikiran di antara seluruh elemen umat Hindu nusantara. Komunitas yang kuat hanya bisa terbangun jika seluruh anggotanya saling menguatkan, bukan sebaliknya saling melemahkan.

Dalam penutupnya, beliau juga secara khusus memberikan apresiasi kepada narasumber, moderator, serta tokoh senior seperti Bapak Walter selaku Pembina Dekornas Puskor Hindunesia dan Pembina Korwil Kalimantan Tengah, atas dedikasinya menjaga satu jalur perjuangan mengawal Hindu Nusantara. Antusiasme peserta yang rela meluangkan waktu hingga melebihi jadwal acara menjadi bukti nyata tingginya semangat kebersamaan ini.

Puskor Hindunesia berkomitmen akan terus menyuarakan dan mensosialisasikan eksistensi Hindu Nusantara. Berbagai program, diskusi, dan literasi media akan terus digencarkan agar umat dapat bernaung dengan damai dalam payung besar keragaman tradisi nusantara.

Peserta Webinar Mengenal Hindu Kaharingan bersama Drs Walter S Penyang
Peserta Webinar Mengenal Hindu Kaharingan bersama Drs Walter S Penyang
Kapan dan dalam acara apa penutupan tersebut disampaikan?

Pernyataan penutup (closing statement) tersebut disampaikan di sela-sela ruang diskusi virtual ZOOM bertajuk “Mengenal Hindu Nusantara” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, mulai pukul 18:00 WIB hingga 21:40 WIB.

Siapa narasumber utama dalam webinar tersebut?

Webinar ini menghadirkan Drs. Walter S. Penyang, selaku Ketua Umum Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK). Beliau memaparkan wawasan mendalam terkait sejarah, perjuangan, serta tantangan yang dihadapi oleh eksistensi umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah.

Apa pesan utama dari Ketua Umum Puskor Hindunesia kepada umat?

Pesan utamanya adalah mengajak seluruh umat Hindu, khususnya Garda Relawan Dharma Nusantara, untuk meneguhkan keyakinan, mengawal kebhinekaan, dan menyadari bahwa bernaung di bawah nilai-nilai tradisi Hindu Nusantara adalah sebuah anugerah dan pilihan yang paling tepat.

Mengapa umat diminta untuk mewaspadai potensi perpecahan pasca-keputusan MK?

Meskipun kebebasan pasca-keputusan MK merupakan bentuk kemerdekaan berekspresi, Ketua Umum mengingatkan bahwa hal ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai skenario untuk mendiskreditkan dan memecah belah umat. Kebebasan ini bisa menjadi bumerang yang menghancurkan jika umat salah memilih arah dan meninggalkan warisan leluhur.

Langkah apa yang didorong oleh Puskor Hindunesia untuk menjaga persatuan?

Puskor Hindunesia secara aktif mendorong penyamaan persepsi, pola pikir, dan jalan pemikiran agar komunitas umat dapat saling menguatkan, bukan melemahkan. Hal ini diwujudkan dengan terus menggencarkan program sosialisasi, diskusi berkelanjutan, serta penguatan literasi media.

Siapa sajakah pihak yang mendapatkan apresiasi khusus dalam penutupan acara tersebut?

Apresiasi yang tinggi diberikan kepada para peserta yang antusias mengikuti acara hingga selesai, narasumber, moderator, serta dedikasi khusus kepada Bapak Walter dalam kapasitasnya sebagai Pembina Dekornas Puskor Hindunesia dan Pembina Korwil Kalimantan Tengah yang terus setia mengawal perjuangan Hindu Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari mengenal lebih dalam tentang Hindu Kaharingan, agama asli masyarakat Dayak yang penuh dengan nilai spiritual, kearifan lokal dan harmoni dengan alam semesta bersama Drs Walter S Penyang.
Translate »

Pin It on Pinterest

Share This