Pilih Halaman

Relawan Dharma Rendang Karangasem Ngayah Mereresik Bersama SMK Giri Pendawa di Besakih

Relawan Dharma Rendang Karangasem Ngayah Mereresik Bersama SMK Giri Pendawa di Besakih

KARANGASEM, 23 April 2026. Suasana pagi yang cerah menyelimuti areal Pura Besakih pada Kamis (23/4), saat para pemedek dari seluruh Bali datang untuk menghaturkan bakti kepada Sang Hyang Widhi, para Dewa, serta leluhur di kawitan masing-masing. Aktivitas persembahyangan berlangsung khusyuk, diiringi suasana sakral yang kental terasa di lingkungan pura terbesar di Bali tersebut.

Pada hari yang penuh berkah ini, Relawan Puskor Hindunesia dari Rendang, Karangasem, Ngakan Made Ariawan, S.Ag., yang juga merupakan guru Agama Hindu di SMK Giri Pendawa Rendang, bersama keluarga besar sekolah, melaksanakan kegiatan ngayah berupa mereresik (pembersihan) di areal Pura Besakih.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini melibatkan para siswa kelas X dan XI dari jurusan Tata Boga dan Perhotelan. Dengan penuh semangat dan rasa tulus ikhlas, para peserta melakukan pembersihan secara bertahap, dimulai dari area bawah hingga menuju depan Penataran Agung Besakih.

Ngakan Made Ariawan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan suci kepada para siswa sejak dini. “Melalui ngayah, generasi muda diajak untuk memahami makna pelayanan tanpa pamrih serta menjaga kesucian tempat ibadah,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan pemangku di Pura Besakih menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh para relawan dan siswa. Ia menuturkan bahwa kegiatan mereresik seperti ini sangat membantu dalam menjaga kesucian dan kenyamanan areal pura, terlebih saat banyak pemedek datang untuk bersembahyang. “Kami sangat mengapresiasi semangat ngayah dari generasi muda. Ini adalah wujud nyata bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menjaga warisan suci leluhur,” ungkapnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh para siswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Salah satu siswa kelas XI Perhotelan mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan ngayah di Pura Besakih. “Kami merasa senang bisa ikut berpartisipasi. Selain belajar tentang kebersihan, kami juga belajar tentang nilai keikhlasan dan kebersamaan,” ujarnya.

Siswa lainnya dari jurusan Tata Boga menambahkan bahwa pengalaman ini memberikan kesan mendalam baginya. “Ngayah di Pura Besakih adalah pengalaman yang sangat berharga. Kami jadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan tempat suci dan menghormati tradisi,” katanya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapat apresiasi dari para pemedek yang hadir. Diharapkan, semangat ngayah seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari tradisi dan budaya Hindu di Bali.

Dengan adanya kegiatan ini, selain mempererat kebersamaan antar siswa dan guru, juga menjadi wujud nyata pengabdian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta menjaga kebersihan dan kesucian Pura Besakih sebagai pusat spiritual umat Hindu. (DA-KAR)

GERBANG NUSANTARA merupakan singkatan dari Gerakan Bangga, Bangkit, Bangun Hindu Dharma Nusantara.
Translate »

Pin It on Pinterest

Share This