Purnama Kelima, Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi Gelar Pemlaspasan Pelinggih Anglurah dan Gedong Suci
CIMAHI, Suara Hindunesia — Bertepatan dengan hari suci Purnama Kelima, Minggu, 25 Oktober 2026, umat Hindu di Pura Agung Wira Loka Natha, Kota Cimahi, Jawa Barat, melaksanakan upacara pemlaspasan Pelinggih Anglurah dan Gedong Suci setelah melalui proses renovasi selama lebih dari dua bulan.
Upacara ini menjadi momentum penting untuk mengungkapkan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas rampungnya renovasi sekaligus memperkuat sradha bhakti dan kebersamaan umat. Rangkaian upacara suci pemlaspasan ini berlangsung khidmat dan dipuput secara langsung oleh Ida Pedanda Gede Arsa Dharma. Pelinggih yang telah direnovasi kini tampil semakin indah, terawat, dan nyaman sebagai bagian integral dari kawasan suci yang menjadi pusat persembahyangan umat Hindu di Kota Cimahi dan sekitarnya.
Pelaksanaan pemlaspasan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Dr(HC). Ida Bagus K. Susena, S.Kom., yang secara khusus menyempatkan diri datang untuk melaksanakan persembahyangan Purnama bersama umat. Kehadiran ini berlangsung di sela-sela kepadatan agenda pelayanan dharma di Jakarta dan Cimahi. Momentum ini sekaligus mencerminkan semangat pelayanan dharma yang menjadi napas perjuangan Puskor Hindunesia, yakni memperkuat solidaritas, membangun kebersamaan, dan mendukung keberlanjutan tempat-tempat suci Hindu Nusantara.

Renovasi Berkat Punia dan Gotong Royong Umat
Renovasi Pelinggih Anglurah dan Gedong Suci murni terlaksana berkat dukungan tulus para donatur dan umat sedharma di Kota Cimahi. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa materi, tetapi juga pengorbanan tenaga, waktu, pikiran, dan semangat kebersamaan selama proses pengerjaan.
Dalam sambutan perwakilan pengurus pura, disampaikan apresiasi mendalam dan ucapan matur suksma kepada seluruh pihak. Secara khusus, apresiasi ditujukan kepada seorang donatur (yang enggan disebutkan namanya) yang telah menanggung penuh kebutuhan renovasi, mulai dari tahap pembangunan, pelaksanaan ngatur piuning, hingga upacara pemlaspasan dan logistik pengerjaan. Bantuan serupa dari umat lainnya juga terus mengalir untuk mendukung kas perawatan pura di masa mendatang.
Kebersamaan ini menjadi bukti sahih bahwa keberlangsungan tempat suci ditopang oleh ketulusan dan semangat ngayah. Ucapan terima kasih khusus juga dirangkai untuk ibu-ibu umat (WHDI) yang senantiasa hadir mendampingi proses renovasi dengan menyiapkan konsumsi bagi para pekerja, sebuah dukungan sederhana namun krusial dalam menjaga semangat gotong royong.

Pura Bersejarah bagi Umat Hindu di Bandung Raya
Pura Agung Wira Loka Natha memiliki kedudukan historis yang sentral dalam perjalanan umat Hindu di Kota Cimahi dan kawasan Bandung Raya. Keberadaan pura ini bermula dari kebutuhan sarana ibadah bagi para siswa pendidikan militer dari berbagai daerah di lingkungan Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdikarmed).
Dirintis pada tahun 1976 melalui koordinasi lingkungan pendidikan TNI AD dan umat Hindu setempat, Kapten Ketut Koyer dari Bina Rohani Kodiklat TNI AD memegang peran kunci dalam mengoordinasikan gagasan tersebut. Pura ini diresmikan secara kedinasan pada 14 Juli 1978, disusul peresmian ritual Hindu (Ngenteg Linggih) pada Hari Raya Saraswati, 15 Juli 1978, yang saat itu dipimpin oleh Pedanda Gde Oka Telaga.
Kini, pura ini bukan sekadar tempat ibadah lingkungan militer, melainkan representasi kebanggaan dan perjuangan umat Hindu di Jawa Barat dalam membangun ruang spiritual yang inklusif dan penuh persaudaraan.

Menjaga Warisan Suci untuk Generasi Mendatang
Pengurus pura mengungkapkan rasa syukur bahwa meski proses renovasi diwarnai berbagai tantangan dan seringkali berlangsung hingga larut malam, seluruh pihak yang terlibat senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.
Renovasi Pelinggih Anglurah dan Gedong Suci bukan semata-mata upaya estetika fisik bangunan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk tanggung jawab dharma untuk menjaga kesucian, keberlanjutan tradisi, dan keharmonisan kehidupan umat. Pengurus berharap kawasan suci ini semakin terjaga sehingga generasi muda Hindu kelak mewarisi tempat suci yang terawat dan tetap hidup dalam tradisi.
Dari Cimahi, semangat punia, ngayah, dan gotong royong ini menjadi teladan paripurna bahwa ketika umat bersatu dalam dharma, pembangunan tidak hanya menghasilkan arsitektur yang megah, tetapi juga memperkokoh pilar-pilar persaudaraan Hindu Nusantara.
Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!
FAQ – Pertanyaan Umum
Upacara pemlaspasan Pelinggih Anglurah dan Gedong Suci dilaksanakan bertepatan dengan hari suci Purnama Kelima, yakni pada hari Minggu, 25 Oktober 2026.
Rangkaian upacara suci pemlaspasan tersebut dipuput secara langsung oleh Ida Pedanda Gede Arsa Dharma.
Pura ini mulai dirintis pembangunannya pada tahun 1976 untuk memfasilitasi ibadah siswa di lingkungan Pusdikarmed TNI AD. Pura kemudian diresmikan secara kedinasan dan ritual (Ngenteg Linggih) pada Juli 1978, dan kini melayani seluruh umat Hindu di kawasan Cimahi dan Bandung Raya.
Renovasi ini merupakan perwujudan semangat gotong royong, punia, dan ngayah umat Hindu untuk merawat warisan spiritual, memperkuat solidaritas sosial, dan menyiapkan ruang persembahyangan yang khusyuk bagi generasi mendatang.















