Pilih Halaman

Lebih Mengenal Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana, S.Ag.: Mantan Sekjen PHDI yang Dipercaya Kembali Memimpin Sabha Walaka Pusat (2026-2031)

Lebih Mengenal Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana, S.Ag.: Mantan Sekjen PHDI yang Dipercaya Kembali Memimpin Sabha Walaka Pusat (2026-2031)

MEDIA SUARA HINDUNESIA, Jakarta — Dinamika keumatan Hindu di Indonesia tidak lepas dari peran tokoh-tokoh berdedikasi tinggi yang menghibahkan waktu dan pemikirannya. Salah satu sosok sentral tersebut adalah Kolonel Infanteri (Purn) I Nengah Dana, S.Ag., seorang purnawirawan perwira menengah TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak pengabdian panjang dalam organisasi keagamaan Hindu di tingkat nasional.

Pria kelahiran Panaraga, 15 Maret 1949, ini dikenal aktif mengabdikan diri sepenuhnya dalam kegiatan keagamaan dan kebangsaan setelah meniti karier dan purnatugas di lingkungan militer.

Pada perhelatan agung Oktober 2026, Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana kembali mendapatkan mandat dan kepercayaan penuh umat untuk menduduki jabatan Ketua Sabha Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat masa bakti 2026–2031. Di ajang Mahasabha XIII PHDI tersebut, ia menorehkan sejarah dengan terpilih secara aklamasi, sekaligus sempat bertindak sebagai Pimpinan Sidang yang memandu pembahasan Peraturan Tata Tertib (Tatib).

Kepercayaan ini merupakan kelanjutan dari pengabdian tanpa putusnya di Sabha Walaka, lembaga krusial yang bertugas melakukan pengkajian strategis serta memberikan pertimbangan terhadap berbagai persoalan keagamaan umat Hindu Nusantara.

Pengalaman Matang sebagai Sekretaris Umum PHDI Pusat

Kiprah I Nengah Dana dalam kepengurusan majelis tingkat nasional sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelum dirinya didaulat memimpin Sabha Walaka. Merujuk pada sejarah organisasi, ia pernah memegang posisi strategis sebagai Sekretaris Umum PHDI Pusat periode 2006–2011. Saat itu, beliau mendampingi I Made Gde Erata yang mengemban amanah sebagai Ketua Umum.

Pengalaman manajerial keumatan tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan organisasinya. Pasca Mahasabha XI di Surabaya pada 2016 (dan berlanjut pada periode 2021-2026), ia dipercaya memimpin Sabha Walaka. Di bawah komandonya, Sabha Walaka tidak hanya mengurus hal-hal seremonial, tetapi terjun ke dalam persoalan nyata masyarakat Hindu—mulai dari dinamika adat, pelestarian tradisi, pendidikan, kondisi sosial, hingga penguatan perekonomian umat.

Beliau memandang sangat penting agar hasil kajian dan kebijakan organisasi disosialisasikan secara luas, sehingga dapat dipahami dan diimplementasikan oleh umat Hindu di seluruh pelosok Indonesia.

Kolonel Infanteri Purn I Nengah Dana SAg - Menerima SK Penetapan Kepengurusan Sabha Walaka di Mahasabha XIII 2026
Kolonel Infanteri Purn I Nengah Dana SAg – Menerima SK Penetapan Kepengurusan Sabha Walaka di Mahasabha XIII 2026

Berkontribusi Nyata dalam Kajian Strategis dan Pengawalan Pura IKN

Pengabdian I Nengah Dana sangat terasa melalui keterlibatannya dalam merumuskan berbagai kajian strategis. Sepanjang tahun 2017 saja, Sabha Walaka di bawah arahannya telah menghasilkan enam kajian fundamental, yang mencakup:

  1. Penggalian nilai-nilai Pancasila dalam ajaran Hindu.
  2. Perencanaan pembangunan Pura Jagatnatha Nusantara.
  3. Penerapan budaya keagamaan Hindu di Nusantara.
  4. Konsep Yajna Sattwika (menekankan ketulusan dan makna spiritual dibanding kemewahan biaya).
  5. Konsep Dharma Dana Nasional (penguatan jaminan kesehatan pandita dan pendidikan).
  6. Gerakan Ekonomi Hindu 2050 (mendorong kemandirian ekonomi umat lewat koperasi dan badan usaha).

Selain pemikiran konseptual, I Nengah Dana juga mengawal langsung pemenuhan kebutuhan peribadatan umat. Pada Juni 2026, ia mewakili PHDI dalam audiensi bersama Prajaniti Hindu Indonesia dan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Ia memastikan keterlibatan PHDI sejak tahap awal perencanaan desain, penentuan lokasi seluas dua hektare, hingga pelaksanaan ritual matur piuning dan nuasen karya untuk Pura di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Mengajak Umat Menjadikan Dharma Sebagai Pedoman Hidup

Di luar rutinitas birokrasi organisasi, purnawirawan militer yang juga menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag.) ini aktif memberikan pencerahan rohani. Salah satu pesan moralnya terekam saat menghadiri persembahyangan Galungan di Pura Jagat Hita Karana, Samarinda (17 Juni 2026).

Beliau mengingatkan pentingnya menjadikan Dharma (kebenaran) sebagai landasan hidup di tengah kompleksitas tantangan zaman. Ia mengajak umat menjadikan momen hari raya sebagai ajang introspeksi ( mulat sarira ), memperkuat keyakinan, dan mengendalikan sifat-sifat buruk ( adharma ) demi terciptanya harmonisasi kehidupan berbangsa.

Kolonel Infanteri Purn I Nengah Dana - paling kanan- berfoto bersama Menteri Agama - Ketua MPR-RI
Kolonel Infanteri Purn I Nengah Dana (paling kanan) berfoto bersama Menteri Agama – Ketua MPR-RI

Melanjutkan Pengabdian: Memadukan Disiplin Militer dan Kearifan Agama

Perjalanan hidup I Nengah Dana adalah potret sempurna tentang kesinambungan pengabdian—dari disiplin perwira TNI Angkatan Darat hingga kearifan rohaniwan Hindu. Perpaduan latar belakang kemiliteran, pengalaman sebagai Sekretaris Umum, dan literasi keagamaan (S.Ag.) menjadikannya figur yang sangat mumpuni untuk merespons perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai dasar Hindu.

Kini, melalui aklamasi di Mahasabha XIII, Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana kembali memikul tanggung jawab besar. Untuk lima tahun ke depan, beliau akan kembali mengarahkan Sabha Walaka dalam menghasilkan kajian dan pertimbangan, mengawal penguatan kehidupan beragama, serta menjaga peran aktif masyarakat Hindu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selamat bertugas, Jenderal!

Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!

FAQ – Pertanyaan Umum

Siapa Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana, S.Ag.?

Beliau adalah purnawirawan perwira menengah TNI AD kelahiran Panaraga, 15 Maret 1949, yang mendedikasikan hidupnya untuk keumatan Hindu dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PHDI Pusat periode 2006–2011.

Apa jabatan I Nengah Dana pasca Mahasabha XIII PHDI 2026?

Beliau kembali mendapat mandat dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat untuk masa bakti 2026–2031.

Apa saja kajian strategis yang dihasilkan Sabha Walaka di bawah kepemimpinannya?

Beberapa kajian penting yang dirumuskannya antara lain konsep Yajna Sattwika, Dharma Dana Nasional, Gerakan Ekonomi Hindu 2050, hingga keterlibatan dalam perencanaan pembangunan Pura di IKN.

Apa peran Sabha Walaka dalam struktur PHDI?

Sabha Walaka merupakan organ penting dalam PHDI yang bertugas melakukan pengkajian komprehensif dan memberikan pertimbangan terkait persoalan ajaran agama, dinamika sosial, hingga kesejahteraan umat, untuk menjadi masukan bagi Sabha Pandita dan Pengurus Harian.

Tentang Penulis

Romo Kasmadi

Romo Kasmadi adalah akademisi, peneliti sejarah kuno, dan praktisi spiritual Hindu Nusantara yang berdedikasi menggali teks lontar serta filosofi Hindu bagi generasi muda. Ia menempuh studi Magister Dharma Acarya di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan aktif sebagai kontributor literasi serta relawan dharma di Puskor Hindunesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Mahasabha IV PSN dari Puskor Hindunesia
Gabung Menjadi Relawan Dharma
Mengenal Hindu Tamil Sumatera Utara
SEKRETARIAT DEWAN NASIONAL
Jl. Kertanegara Gg. Indrapura No.2
Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara,
Kota Denpasar, Bali
Indonesia 80116
Phone : +62 817 975 3936
E-mail : puskor.hindunesia@gmail.com
Website : https://hindunesia.id
Translate »