Lebih Mengenal I Nyoman Cantiasa, SE., M. Tr. (Han)
A. Identitas dan Kehidupan Awal
I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han.) merupakan salah satu perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang kemiliteran. Ia lahir di Buleleng, Bali, pada 26 Juni 1967. Cantiasa merupakan anak ketiga dari pasangan I Nengah Tinggen dan Ni Ketut Mari.
Ayahnya, I Nengah Tinggen, dikenal sebagai seorang guru yang juga memiliki ketertarikan terhadap sastra dan menulis buku dalam bahasa Bali. Sejak kecil, Cantiasa mendapatkan banyak cerita dari keluarganya mengenai perjuangan dan kehidupan pada masa lalu. Salah satu sosok yang menjadi inspirasinya adalah pamannya, Wayan Sada, yang disebut pernah menjadi bagian dari perjuangan bersama pasukan I Gusti Ngurah Rai.
Lingkungan tempat tinggalnya juga memiliki pengaruh terhadap cita-citanya. Ketika masih kecil, rumah keluarganya berada tidak jauh dari sejumlah fasilitas militer dan kepolisian di Buleleng. Kondisi tersebut membuat Cantiasa sering melihat aktivitas para prajurit. Dari pengalaman tersebut, muncul keinginannya untuk menjadi seorang tentara.
B. Riwayat Pendidikan
I Nyoman Cantiasa menghabiskan masa sekolahnya di Bali. Ia diketahui merupakan alumni SMA Negeri 1 Singaraja dan menyelesaikan pendidikan tingkat SMA pada tahun 1986.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Cantiasa memilih untuk melanjutkan pendidikan di bidang militer. Ia kemudian masuk Akademi Militer (Akmil) di Magelang pada tahun 1987. Setelah menjalani pendidikan selama kurang lebih tiga tahun, ia berhasil menyelesaikannya pada tahun 1990.
Selama menjadi taruna Akmil, Cantiasa menunjukkan prestasi yang baik. Ia tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik dan memperoleh penghargaan Adhi Makayasa serta Tri Sakti Wiratama. Setelah lulus dari Akmil, ia ditempatkan pada kecabangan Infanteri di TNI Angkatan Darat.
Selain pendidikan dasar sebagai perwira, Cantiasa juga mengikuti berbagai pendidikan militer lanjutan. Beberapa di antaranya adalah pendidikan kecabangan Infanteri, Pendidikan Komando, Suslapa I, Suslapa II, Free Fall, pendidikan Penanggulangan Teror (Gultor), serta pendidikan intelijen.
Untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang kepemimpinan dan strategi militer, ia juga mengikuti pendidikan Seskoad pada 2004 dan Sesko TNI pada 2014. Ia kemudian mendapatkan pendidikan strategis melalui Lemhannas.
C. Awal Karier Militer
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1990, I Nyoman Cantiasa memulai karier sebagai perwira TNI AD. Salah satu penugasan awalnya adalah di Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu Kostrad.
Perjalanan kariernya kemudian berkembang di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pengabdiannya di Kopassus menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan militernya karena ia mendapatkan berbagai pengalaman dalam operasi dan kepemimpinan pasukan khusus.
Cantiasa pernah bertugas di lingkungan Satuan 81 Kopassus, yang memiliki kemampuan khusus dalam penanggulangan teror. Pada tahun 2006, ia dipercaya untuk memimpin Batalyon Aksi Khusus, yang kemudian dikenal sebagai Batalyon 811.
Pengalaman dan kemampuannya terus berkembang sehingga ia kemudian dipercaya menjadi Komandan Satuan 81 Gultor Kopassus pada 2010–2012. Setelah itu, ia menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Danpusdikpassus) pada 2012–2013.

D. Pengalaman sebagai Komandan Kewilayahan
Setelah memiliki pengalaman yang cukup panjang di lingkungan pasukan khusus, Cantiasa mendapatkan sejumlah penugasan di bidang kewilayahan.
Ia pernah menjabat sebagai Komandan Korem 163/Wirasatya di Bali. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi yang penting karena wilayah tugasnya berada di daerah asalnya sendiri.
Selanjutnya, ia mendapat tugas sebagai Komandan Korem 173/Praja Vira Braja di Papua. Pengalaman tersebut membuatnya tidak hanya memiliki kemampuan dalam memimpin satuan tempur, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menjalankan tugas teritorial serta berinteraksi dengan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Kariernya kemudian semakin meningkat ketika ia dipercaya menjadi Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih (Kasdam XVII/Cenderawasih). Jabatan ini memberikan pengalaman yang lebih luas dalam pengelolaan organisasi dan kepemimpinan di tingkat komando daerah militer.
E. Menjadi Danjen Kopassus
Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier I Nyoman Cantiasa terjadi pada 2019, ketika ia dipercaya menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) ke-31.
Pengangkatan tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan kariernya karena Kopassus merupakan salah satu satuan strategis dalam TNI Angkatan Darat. Sebelum menjadi Danjen, Cantiasa telah memiliki pengalaman yang cukup panjang di lingkungan Kopassus.
Sebagai Danjen Kopassus, ia memiliki tanggung jawab dalam memimpin dan membina organisasi serta personel Kopassus. Pengalaman yang diperolehnya sejak menjadi perwira muda hingga menduduki berbagai jabatan komando menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.
F. Karier pada Tingkat Strategis
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Danjen Kopassus, karier I Nyoman Cantiasa terus berkembang. Ia kemudian mendapatkan sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI.
Ia pernah dipercaya menjadi Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari, kemudian menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Setelah itu, ia ditugaskan sebagai Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Koorsahli Kasad).
Pada November 2023, Cantiasa mendapatkan penugasan baru sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN). Jabatan tersebut menunjukkan bahwa pengalamannya tidak hanya dibutuhkan dalam bidang operasi militer, tetapi juga dalam tugas strategis yang berkaitan dengan keamanan dan intelijen negara.
Perjalanan karier tersebut membuat Cantiasa memiliki pengalaman yang cukup beragam, mulai dari tugas di satuan Infanteri, pasukan khusus, komando kewilayahan, hingga jabatan strategis di tingkat nasional.
G. Peran sebagai Ketua Panitia Mahasabha XIII
Selain memiliki perjalanan panjang di lingkungan militer dan pemerintahan, I Nyoman Cantiasa juga pernah dipercaya sebagai Ketua Panitia Mahasabha XIII. Mahasabha merupakan forum penting dalam organisasi keagamaan Hindu yang menjadi wadah untuk membahas berbagai hal terkait organisasi, kepemimpinan, serta program kerja ke depan.
Kepercayaan kepada I Nyoman Cantiasa untuk memimpin kepanitiaan Mahasabha XIII menunjukkan bahwa pengalaman kepemimpinan dan kemampuannya dalam mengelola organisasi juga mendapatkan perhatian di luar tugas kedinasannya. Sebagai ketua panitia, ia memiliki tanggung jawab dalam mengoordinasikan berbagai persiapan dan pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan dengan tertib dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Keterlibatannya dalam Mahasabha XIII juga menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat. Peran tersebut melengkapi pengalaman Cantiasa yang sebelumnya lebih banyak dikenal melalui tugas-tugasnya di bidang militer, pertahanan, keamanan, dan pemerintahan.
Dengan demikian, perjalanan I Nyoman Cantiasa tidak hanya mencakup karier profesional sebagai perwira TNI, tetapi juga keterlibatan dalam kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan kepemimpinan dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan dan bidang pengabdian.
H. Nilai-Nilai yang Dapat Diteladani
Perjalanan hidup I Nyoman Cantiasa memberikan sejumlah nilai yang dapat diteladani, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi.
Sejak menempuh pendidikan hingga menjalani berbagai penugasan, ia terus memperoleh pengalaman dan tanggung jawab yang semakin besar. Selain memimpin satuan di lingkungan TNI, ia juga dipercaya menjalankan tugas strategis serta memimpin kepanitiaan Mahasabha XIII.
Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan profesional, tetapi juga mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, mengoordinasikan kegiatan, serta menjalankan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
I. Kesimpulan
I Nyoman Cantiasa merupakan putra Bali yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia militer dan pengabdian kepada masyarakat. Ia lahir di Buleleng pada 26 Juni 1967 sebagai anak ketiga dari pasangan I Nengah Tinggen dan Ni Ketut Mari.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Militer dan lulus pada 1990. Kariernya kemudian berkembang melalui berbagai penugasan di TNI AD, khususnya di lingkungan Kopassus. Ia pernah menduduki berbagai jabatan penting, termasuk Komandan Satuan 81 Gultor, Danpusdikpassus, Danrem, Kasdam, hingga menjadi Danjen Kopassus ke-31.
Setelah menjalani berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI, ia juga dipercaya menduduki posisi penting dalam bidang keamanan dan intelijen negara. Di luar tugas kedinasannya, I Nyoman Cantiasa turut berperan dalam kegiatan kemasyarakatan dan dipercaya sebagai Ketua Panitia Mahasabha XIII.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa I Nyoman Cantiasa memiliki pengalaman dalam berbagai bidang kepemimpinan. Perjalanan hidupnya dapat menjadi contoh mengenai pentingnya pendidikan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, serta pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Daftar Pustaka
- Bali Post. 2019. “Mayjen TNI Cantiasa Jabat Danjen Kopassus.” Bali Post, 26 Januari 2019. Diakses pada tanggal: 3 Oktober 2026.
- Antara Bali. 2015. “Danrem Wirasatya Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan di Undiksha.” Antara News, 2015. Diakses pada tanggal: 3 Oktober 2026.
- Antara Papua. 2017. “Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa Jabat Danrem 173/PVB.” Antara News, 2017. Diakses pada tanggal: 3 Oktober 2026.
- Antara News. 2019. “I Nyoman Cantiasa Resmi Menjadi Danjen Kopassus.” Antara News, 2019. Diakses pada tanggal: 3 Oktober 2026.
- Tentara Nasional Indonesia. 2023. “Optimalkan Kinerja TNI, Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 105 Perwira Tinggi TNI.” PPID TNI, 2023. Diakses pada tanggal: 3 Oktober 2026.
- Tentara Nasional Indonesia. 2023. “Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Letnan Jenderal TNI (Purn.) Doni Monardo.” PPID TNI, 2023. Diakses pada tanggal: 3 Oktober 2026.
- SindoNews. 2022. “Danjen Kopassus dari Awal Berdiri hingga Saat Ini.” SindoNews, 2022. Diakses pada tanggal: 3 Oktober 2026.
- SindoNews. 2023. “Jenderal TNI Alumni Akmil 90-an Berkarier Cemerlang.” SindoNews, 2023. Diakses pada tanggal: 3 Oktober 2026.
Penulis : Kasmadi, S.Pd (Mahasiswa Magister Program Studi Dharma Acarya, UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar).

















Trackback/Pingback