Pilih Halaman

Tuntas Merawat Memori Peradaban: 8 Hari Kelas Aksara Bali Kuno Resmi Ditutup dengan Penuh Haru dan Syukur

Tuntas Merawat Memori Peradaban: 8 Hari Kelas Aksara Bali Kuno Resmi Ditutup dengan Penuh Haru dan Syukur

DALUNG, Media Suara Hindunesia – Rangkaian panjang dedikasi untuk menjaga napas literasi leluhur Hindu Nusantara akhirnya mencapai puncaknya. Setelah berlangsung secara intensif selama delapan hari (16-23 September 2026), program edukatif “Kelas Belajar Aksara Bali Kuno” yang diselenggarakan oleh Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) berkolaborasi dengan Yayasan Dvipantara Samskrtam resmi ditutup.

Kehangatan dan antusiasme penutupan ini terekam jelas dalam dokumentasi video kelas online, yang mengabadikan momen-momen refleksi, rasa syukur, serta kebulatan tekad umat untuk terus merawat warisan budaya Nusantara agar tidak punah ditelan arus globalisasi.

Refleksi dan Ulasan Komprehensif I Made Suyasa

Sesi pamungkas ini diawali dengan ulasan dan pemantapan komprehensif dari sang Acarya (pengajar utama) dari Yayasan Dvipantara Samskrtam, Bapak I Made Suyasa. Dalam paparan akhirnya, beliau merangkum perjalanan intelektual peserta selama delapan hari ke belakang.

Beliau mengingatkan kembali esensi pembentukan 47 aksara dasar, yang disempurnakan dengan bisah dan anuswara menjadi 49 aksara sesuai pakem Dewa Nagari. Pengelompokan Panca Warga (Kanthya, Talavya, Murdhanya, Dantya, Osthya), hingga aturan ketat uger-uger pasang aksara dan penggunaan gantungan/gempelan diulas kembali sebagai bekal mandiri para peserta. I Made Suyasa menekankan bahwa kendati kelas maraton ini telah usai, ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi peserta untuk menghidupkan tradisi nyastra di kehidupan sehari-hari.

Getar Syukur Lintas Wilayah: Dari Bali hingga Kupang, NTT

Momen paling emosional dalam penutupan ini adalah sesi berbagi pengalaman dari para peserta. Jarak dan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menyerap ilmu suci ini. Berbagai tokoh perwakilan peserta menyampaikan statement dan kesan mendalam mereka.

Jro Mangku Gariana Canggu - Peserta Kelas Belajar Aksara Bali Kuno
Jro Mangku Gariana Canggu – Peserta Kelas Belajar Aksara Bali Kuno

Mangku Gariyasa, salah satu peserta, mengungkapkan betapa krusialnya ilmu aksara ini dari sudut pandang pelayan umat. “Materi ini memberikan pencerahan luar biasa bagi kami dalam merapal dan menuliskan susastra suci. Ini memperkuat fondasi spiritual kita sebagai umat Hindu,” tuturnya penuh syukur.

Jro Mangku Dewa Suartawan - Peserta Kelas Belajar Aksara Bali Kuno
Jro Mangku Dewa Suartawan – Peserta Kelas Belajar Aksara Bali Kuno

Ungkapan rasa puas dan terima kasih juga mengalir dari Dewa Suartawan. Dengan tulus ia mengapresiasi metode pengajaran yang sistematis. “Becik pamahbah indik aksara bali, matur suksma ping banget (Pengantar mengenai aksara Bali ini sangat baik, terima kasih banyak),” ujarnya mewakili kepuasan peserta atas bimbingan I Made Suyasa.

I Nyoman Partha SAg Kintamani - Peserta Kelas Belajar Aksara Bali Kuno
I Nyoman Partha SAg Kintamani – Peserta Kelas Belajar Aksara Bali Kuno

Di sisi lain, dari kacamata pendidik, I Nyoman Partha, S.Ag., menyoroti pentingnya regenerasi. Beliau menyatakan komitmennya bahwa ilmu yang didapat tidak boleh mandek. “Sebagai pendidik, wawasan aksara kuno ini sangat krusial untuk segera diteruskan kepada anak didik dan generasi muda kita, agar memori peradaban ini tidak terputus,” tegasnya.

I Nyoman Sirma Kupang NTT - Peserta Kelas Belajar Aksara Bali Kuno
I Nyoman Sirma Kupang NTT – Peserta Kelas Belajar Aksara Bali Kuno

Yang tak kalah mengharukan adalah statement dari I Nyoman Sirna, peserta diaspora Hindu yang mengikuti kelas jauh dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Jarak fisik dari Bali ke Kupang bukan halangan. Melalui kelas Puskor Hindunesia ini, kami di tanah perantauan merasakan vibrasi leluhur yang sama kuatnya. Ilmu ini menjadi pelita bagi kami di NTT untuk terus bangga menjadi Hindu Nusantara,” ungkapnya, membuktikan jangkauan luas pergerakan literasi ini.

Penutupan Resmi oleh Puskor Hindunesia

Puncak dari kegiatan delapan hari ini ditutup secara resmi oleh Bapak Kasmadi (Kasmadi-Smeksa), yang hadir mewakili Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia.

Pengajar Panitia dan Peserta Kelas Aksara Bali Kuno Hari Terakhir
Pengajar Panitia dan Peserta Kelas Aksara Bali Kuno Hari Terakhir

Dalam sambutan penutupnya, Bapak Kasmadi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Dvipantara Samskrtam, khususnya Bapak I Made Suyasa atas dedikasi waktunya, serta kepada seluruh peserta yang tak kenal lelah belajar setiap malam. “Ilmu yang Bapak/Ibu dapatkan selama delapan hari ini adalah amunisi untuk menjaga sumber daya Hindu kita. Mari implementasikan pilar-pilar Puskor Hindunesia dengan melestarikan kearifan lokal di wilayah kita masing-masing,” pesannya menutup acara.

Langkah kolaboratif ini menjadi bukti bahwa selama umat bersatu, mahakarya aksara dan sastra leluhur Nusantara tidak akan pernah mati.

FAQ – Pertanyaan Umum

Berapa lama Kelas Belajar Aksara Bali Kuno ini dilaksanakan?

Program edukatif ini dilaksanakan secara maraton dan intensif selama 8 hari berturut-turut, mulai tanggal 16 hingga 23 September 2026.

Siapa pengajar yang memandu kelas aksara ini hingga selesai?

Kelas ini dibimbing dari hari pertama hingga penutupan oleh Bapak I Made Suyasa, seorang pakar Sastra Bali dari Yayasan Dvipantara Samskrtam.

Apa intisari dari materi penutupan yang disampaikan I Made Suyasa?

Pada hari terakhir, I Made Suyasa memberikan pemantapan materi terkait 49 aksara Dewa Nagari, pengelompokan Panca Warga, serta mematangkan kembali penggunaan uger-uger pasang aksara dan gantungan.

Siapa saja perwakilan peserta yang memberikan kesan pada sesi penutupan?

Sesi berbagi pengalaman diwakili oleh Mangku Gariyasa, I Nyoman Partha S.Ag., Dewa Suartawan, serta I Nyoman Sirna yang mengikuti kelas lintas pulau dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Siapa yang mewakili Puskor Hindunesia dalam menutup acara ini?

Penutupan resmi acara ini dipandu dan diwakili oleh Bapak Kasmadi (Kasmadi-Smeksa), mewakili Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia.

Tentang Penulis

Gde Wibisana

Gde Wibisana Singgih Wilasa adalah leading multidisiplin, ahli strategi digital, dan webmaster full-stack yang berbasis di Bali. Aktif di ranah digital sejak pertengahan 1990-an, ia memadukan manajemen operasional dengan inovasi teknologi mutakhir, berspesialisasi dalam Generative Engine Optimization (GEO), strategi bisnis yang terintegrasi dengan AI, serta ekosistem WordPress yang kompleks. Sebagai seorang praktisi digital yang berdedikasi, Gde merancang dan mengelola berbagai platform web dan seluler—termasuk askgde.com, brodewata.com, hindunesia.news, dan kemaspkg.com—serta mengarahkan strategi media digital di berbagai portal berita dan merek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Flyer Hindunesia Zoom - Dayak Meratus Kalsel
SEKRETARIAT DEWAN NASIONAL
Jl. Kertanegara Gg. Indrapura No.2
Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara,
Kota Denpasar, Bali
Indonesia 80116
Phone : +62 817 975 3936
E-mail : puskor.hindunesia@gmail.com
Website : https://hindunesia.id
Translate »