Membangun Jembatan Peradaban: Audiensi Puskor Hindunesia dan Dubes India Jajaki Sinergi Lintas Bidang
Jakarta, Media Suara Hindunesia — Perkumpulan Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) kembali menorehkan langkah diplomasi kultural yang strategis. Tepat pada Senin (11/10/2026) setelah perhelatan Mahasabha XIII PHDI ditutup, jajaran pengurus Puskor Hindunesia menggelar audiensi resmi dengan Duta Besar India untuk Republik Indonesia, H.E. Shri Sandeep Chakravorty, di Gedung Kedutaan Besar India, kawasan Kuningan, Jakarta.
Pertemuan ini menjadi momentum esensial untuk memetakan dan menjajaki sinergi kolaboratif di bidang seni budaya, sosial-kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, serta pemberdayaan sumber daya umat Hindu di Indonesia. Rombongan Puskor Hindunesia dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Dr. (H.C.) Ida Bagus K. Susena, S.Kom., bersama delapan orang perwakilan dari berbagai bidang koordinasi. Kehadiran delegasi lintas bidang ini mencerminkan komitmen kuat Puskor Hindunesia dalam merajut kolaborasi yang komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan.

Keakraban dalam Pertemuan Ketiga
Suasana audiensi di ibu kota tersebut berlangsung sangat hangat dan penuh rasa persaudaraan. Duta Besar India, Shri Sandeep Chakravorty, menyambut kehadiran Ketua Umum Puskor Hindunesia beserta rombongan layaknya menyambut keluarga sendiri. Keakraban ini telah terbangun secara organis karena perjumpaan di Jakarta ini merupakan pertemuan ketiga antara Duta Besar India dan Ida Bagus K. Susena, menyusul pertemuan produktif sebelumnya di Yogyakarta dan Bali.
Pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang berlangsung di diselenggarakan di Hotel Asiwa Swiss-Bell Inn Resort, Tegalalang, Ubud, Gianyar, Bali – yang pada saat itu membahas komunikasi bilateral tingkat kelembagaan serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi jangka panjang antara Puskor Hindunesia dan Kedutaan Besar India di Jakarta, mencakup ranah sosial, budaya, pendidikan, kemanusiaan, ekonomi, hingga pertukaran antarmasyarakat (people-to-people contact)
Dalam dialog tersebut, Duta Besar India secara khusus menyampaikan apresiasi tingginya terhadap berbagai inisiatif Puskor Hindunesia dalam menjalankan pelayanan Dharma, merespons dinamika umat, serta memperkuat jaring solidaritas sosial melalui pemberdayaan masyarakat Hindu di seluruh penjuru Indonesia.

Menjajaki Kolaborasi Lima Peta Jalan Pengabdian
Audiensi ini secara bernas membedah peluang kerja sama strategis yang dapat dikembangkan secara bertahap. Berikut adalah lima fokus bidang yang menjadi perhatian bersama:
- Seni, Budaya, dan Warisan Peradaban: Membuka keran kolaborasi untuk dialog kebudayaan, pertukaran pengetahuan, dan seminar yang menelusuri akar historis India dan Nusantara. Epik Ramayana, Mahabharata, hingga kesenian Hindu lokal menjadi ruang dialog yang mempertemukan dua kebudayaan.
- Pelayanan Sosial dan Kemanusiaan: Memperkenalkan kiprah militan jaringan Relawan Dharma dalam aksi sosial-kemanusiaan. Sinergi ini ditujukan untuk pertukaran pengalaman dalam membangun solidaritas dan kepedulian terhadap akar persoalan umat.
- Pendidikan dan Kaderisasi Generasi Muda: Menginisiasi program pengembangan kapasitas pemuda Hindu melalui seminar dan lokakarya pendidikan. Fokus ini dititikberatkan pada penguatan kepemimpinan generasi muda agar gerakan pengabdian Dharma memiliki napas keberlanjutan.
- Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat: Membuka ruang kemitraan dalam pengembangan kewirausahaan (sejalan dengan spirit Gerakan Ekonomi Dharma), pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta eskalasi potensi ekonomi umat berbasis komunitas untuk mewujudkan kemandirian kesejahteraan.
- Penguatan Sumber Daya Hindu: Mendorong pengembangan kapasitas tata kelola organisasi dan penguatan ekosistem jaringan komunitas Hindu yang mampu memberikan kemanfaatan nyata di era modern.
Merespons paparan tersebut, Shri Sandeep Chakravorty menyatakan kesiapan penuh Kedutaan Besar India untuk menjajaki program konkret. Langkah ini akan segera ditindaklanjuti melalui jalur komunikasi dengan lembaga-lembaga India yang relevan, termasuk Konsulat Jenderal India di Bali serta institusi pendidikan dan kebudayaan terkait.

Meneguhkan Visi “Hindu Nusantara: Keragaman dalam Persatuan”
Salah satu diskursus paling fundamental dalam audiensi tersebut adalah pemaparan visi Puskor Hindunesia merawat kebinekaan umat melalui bingkai besar “Hindu Nusantara“ dengan semangat “Keragaman dalam Persatuan”.
Bagi Puskor Hindunesia, Hindu Nusantara adalah payung pemersatu yang sangat menghargai kekayaan tradisi, adat, ritual, dan kearifan lokal (local genius) yang hidup di tiap-tiap daerah di Indonesia. Pendekatan ini sama sekali bukan untuk menyeragamkan tradisi umat ke dalam satu pakem, melainkan untuk meneguhkan rasa persaudaraan dan memberikan perlindungan atas orisinalitas ekspresi Hindu yang berakar kuat pada kebudayaan setempat.
Pandangan ini disambut persetujuan penuh oleh Duta Besar India. Harmoni hubungan historis India dan Nusantara sejatinya berfungsi sebagai jembatan persahabatan, sementara tradisi Hindu lokal Indonesia tetap dijunjung tinggi sebagai kekayaan peradaban yang berdaulat.
Bagi Puskor Hindunesia, audiensi yang berlangsung selama satu setengah jam ini bukan sebatas rutinitas kelembagaan, melainkan sebuah lompatan besar untuk memperluas jejaring internasional demi kemaslahatan umat.
Bangga, Bangkit, Bangun. Jaya Hindunesia!

FAQ – Pertanyaan Umum
Audiensi tersebut diselenggarakan pada hari Senin, 11 Oktober 2026, bertempat di Gedung Kedutaan Besar India, kawasan Kuningan, Jakarta.
Pertemuan dihadiri langsung oleh Duta Besar India untuk Indonesia, H.E. Shri Sandeep Chakravorty. Dari pihak Puskor Hindunesia, rombongan dipimpin oleh Ketua Umum Dr. (H.C.) Ida Bagus K. Susena, S.Kom., didampingi oleh delapan perwakilan pengurus.
Terdapat lima fokus utama penjajakan kolaborasi, yakni pelestarian seni dan warisan peradaban, pelayanan sosial-kemanusiaan melalui Relawan Dharma, pendidikan generasi muda, pengembangan ekonomi keumatan, serta pemberdayaan kapasitas sumber daya Hindu di Indonesia.
Duta Besar India menyetujui dan mengapresiasi kerangka Hindu Nusantara yang diusung Puskor Hindunesia. Konsep “Keragaman dalam Persatuan” ini dinilai selaras untuk merawat orisinalitas tradisi lokal Nusantara sambil menjadikan hubungan historis dengan India sebagai jembatan persahabatan.
















