Pilih Halaman

Bhakti Parahyangan: Sinergi Spiritual Puskor Hindunesia di Kawasan Suci Batur Kintamani

Bhakti Parahyangan: Sinergi Spiritual Puskor Hindunesia di Kawasan Suci Batur Kintamani

KINTAMANI, BANGLI – Gerakan untuk menjaga keharmonisan alam dan memperkuat Sradha Bhakti umat Hindu terus diwujudkan melalui langkah nyata. Salah satu komitmen teguh tersebut diimplementasikan melalui Bhakti Parahyangan, yang merupakan program spiritual strategis dan berkelanjutan dari Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia). Program ini didedikasikan bukan sekadar sebagai rutinitas persembahyangan biasa, melainkan sebagai wadah untuk memperkokoh fondasi Tri Hita Karana (khususnya hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa), menjaga kelestarian kawasan suci, sekaligus merajut tali silaturahmi antarsesama Relawan Dharma di seluruh Nusantara.

Megahnya Persembahan

Sebagai wujud nyata dari program mulia tersebut, pada Wrespati, 1 Oktober 2026, jajaran Dekornas, Dekorwil Bali, serta Dekorda Bangli dan Karangasem hadir dengan kekompakan penuh di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kehadiran para pengabdi Dharma ini merupakan sebuah kehormatan dalam rangka memenuhi undangan Yadnya besar, yakni Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat serta Pujawali di tiga pura suci di kawasan Batur.

Rangkaian kegiatan spiritual ini dihadiri langsung oleh pimpinan serta tokoh penting, di antaranya:

Relawan Dharma Puskor Hindunesia Bercengkrama Dengan Tokoh Setempat
Relawan Dharma Puskor Hindunesia Bercengkrama Dengan Tokoh Setempat
  • Ida Bagus K Susena (Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia) beserta istri.
  • Ir. Putu Gede Siarta (Bendahara Umum Dekornas Puskor Hindunesia) beserta istri.
  • Anak Agung Gde Agung (Sekretaris Jenderal Dekornas Puskor Hindunesia) beserta istri.
  • I Nyoman Marhaendra (Ketua Dekorwil Gianyar Puskor Hindunesia).
  • Ida Ayu Agung Ekastuti (Koordinator Bidang Waisya Dharma Puskor Hindunesia).
  • Jero Kubayan Bayad (Tokoh yang turut hadir menyukseskan kegiatan).
  • Nyoman Benhur Rahjaya (Tokoh Masyarakat Setempat yang juga Relawan Dharma setempat).

Satu hal yang patut digarisbawahi, kehadiran seluruh jajaran pengurus dan tokoh Puskor Hindunesia di ketiga pura tersebut murni merupakan wujud bakti sebagai pemedek (umat biasa). Rombongan yang seluruhnya mengenakan pakaian persembahyangan kebanggaan organisasi hadir khusus untuk ngaturang bhakti dan mengikuti jalannya persembahyangan dengan khidmat.

Nitama Relawan Dharma Puskor Hindunesia Yang Mendampingi
Nitama Relawan Dharma Puskor Hindunesia Yang Mendampingi

Perjalanan spiritual estafet ini mencakup tiga kawasan suci yang memiliki nilai historis dan teologis luar biasa bagi peradaban Hindu di Bali:

Jejak Siwa Giri Natha di Pura Tulukbiu

Rombongan memulai rangkaian Bhakti Pemuspan di Pura Tulukbiu pada pukul 12.30 WITA. Pura yang sering disebut sebagai Pura Batur Kanginan ini berlokasi strategis di Kintamani dan bertengger megah di puncak Gunung Abang. Pura Dewa Pratistha ini memegang peranan krusial sebagai pusat pemujaan sakral bagi Bhatara Siwa Giri Natha. Kehadiran Relawan Dharma di sini menjadi momen refleksi untuk menyatukan diri dengan keagungan alam pegunungan yang menyelimuti kawasan Batur.

Saksi Sejarah Peradaban di Pura Bukit Mentik

Melanjutkan perjalanan, rombongan tiba di Pura Bukit Mentik pada pukul 14.00 WITA. Terletak di kaki bagian barat Gunung Batur, pura ini diyakini sebagai salah satu tonggak pura tertua di Bali. Keberadaannya menyimpan jejak sejarah panjang yang tak ternilai, di mana benda-benda peninggalannya menjadi saksi bisu kuatnya pertukaran budaya masa lampau dan hubungan dagang strategis antara Bali dengan negara-negara Asia, seperti India, Sri Lanka, dan Cina.

Konsep Sapta Loka di Megahnya Pura Pucak Penulisan

Puncak persembahyangan bermuara di Pura Pucak Penulisan pada pukul 17.00 WITA. Berada di wilayah Desa Sukawana pada ketinggian sekitar 1.745 meter di atas permukaan laut, pura pemujaan Dewa Siwa ini (dikenal juga dengan nama Pura Tegeh Koripan) merupakan peninggalan zaman Megalitikum sekitar abad ke-3 Masehi. Pura ini memiliki arsitektur unik menyerupai piramida bertingkat tujuh yang melambangkan konsep Sapta Loka, di mana setiap tingkatannya didedikasikan untuk memuja entitas Ketuhanan secara spesifik, hingga mencapai puncaknya untuk memuja Dewa Siwa Mahadewa.

Ketua Umum Dekornas bersama Jero Kubayan Bayad Turut Hadir Dalam Persembahyangan
Ketua Umum Dekornas bersama Jero Kubayan Bayad Turut Hadir Dalam Persembahyangan

Kegiatan Bhakti Parahyangan ini kembali menegaskan komitmen Puskor Hindunesia untuk terus menjaga denyut nadi kebudayaan, memastikan bahwa generasi Hindu masa kini dan mendatang tidak akan pernah terputus dari akar sejarah dan keagungan nilai-nilai Dharma Nusantara.

Bertemu Tokoh-Tokoh Masyarakat Setempat
Bertemu Tokoh-Tokoh Masyarakat Setempat
Dinginnya Malam Tidak Menyurutkan Kekhusukan Persembahyangan
Dinginnya Malam Tidak Menyurutkan Kekhusukan Persembahyangan

FAQ – Pertanyaan Umum

Apa yang dimaksud dengan program Bhakti Parahyangan dari Puskor Hindunesia?

Bhakti Parahyangan adalah program spiritual strategis dari Puskor Hindunesia yang bertujuan untuk memperkuat Sradha Bhakti umat, merawat kelestarian parahyangan (kawasan suci), sekaligus merajut silaturahmi antar Relawan Dharma di seluruh Nusantara dengan berlandaskan nilai Tri Hita Karana.

Di mana lokasi pelaksanaan Bhakti Parahyangan pada 1 Oktober 2026?

Kegiatan persembahyangan estafet ini dilaksanakan di kawasan suci Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, dengan mengunjungi tiga pura bersejarah: Pura Tulukbiu, Pura Bukit Mentik, dan Pura Pucak Penulisan.

Siapa saja pengurus dan tokoh yang hadir dalam kegiatan ini?

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Dekornas Ida Bagus K Susena, Bendahara Umum Ir. Putu Gede Siarta, Sekretaris Jenderal Anak Agung Gde Agung, Ketua Dekorwil Gianyar I Nyoman Marhaendra, Koordinator Bidang Waisya Dharma Ida Ayu Agung Ekastuti, Jero Kubayan Bayad, dan Relawan Dharma Nyoman Benhur Rahjaya.

Apa keunikan dari Pura Pucak Penulisan yang dikunjungi oleh rombongan?

Pura Pucak Penulisan (Pura Tegeh Koripan) yang berada di Desa Sukawana (1.745 mdpl) memiliki arsitektur megah berupa piramida bertingkat tujuh. Pura peninggalan zaman Megalitikum ini melambangkan konsep Sapta Loka dalam teologi Hindu.

Tentang Penulis

Gde Wibisana

Gde Wibisana Singgih Wilasa adalah digital strategist multidisiplin dan full-stack webmaster yang berbasis di Bali. Aktif di industri digital sejak pertengahan 1990-an, ia berspesialisasi dalam SEO dan Generative Engine Optimization (GEO), integrasi AI untuk bisnis, dan ekosistem digital. Saat ini, Gde memimpin perancangan dan pengelolaan berbagai platform digital inovatif, termasuk askgde.com, brodewata.com, media.kemaspkg.com, anagatadmc.com dan hindunesia.news.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Mahasabha IV PSN dari Puskor Hindunesia
Gabung Menjadi Relawan Dharma
Mengenal Hindu Tamil Sumatera Utara
SEKRETARIAT DEWAN NASIONAL
Jl. Kertanegara Gg. Indrapura No.2
Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara,
Kota Denpasar, Bali
Indonesia 80116
Phone : +62 817 975 3936
E-mail : puskor.hindunesia@gmail.com
Website : https://hindunesia.id
Translate »