Laporan Pertanggungjawaban Resmi Diterima, Pengurus PHDI Demisioner dan Dua Kandidat Ketum Mengemuka
JAKARTA, Media Suara Hindunesia — Perhelatan agung Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat telah melewati salah satu agenda persidangan yang paling krusial. Sidang paripurna secara resmi telah mendengar dan menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari kepengurusan PHDI masa bakti sebelumnya.
Dengan diterimanya Laporan Pertanggungjawaban tersebut, maka seluruh jajaran pengurus harian, beserta elemen pimpinan tertinggi lainnya, secara resmi telah dinyatakan berstatus demisioner. Penetapan status demisioner ini menandai berakhirnya masa tugas kepengurusan periode lalu, sekaligus membuka lembaran baru bagi transisi kepemimpinan organisasi umat Hindu terbesar di Indonesia ini.

Dua Tokoh Kuat Mengemuka: Cantiasa dan Ari Dwipayana
Seiring dengan telah demisionernya kepengurusan lama, dinamika persidangan kini beralih pada proses suksesi untuk menentukan nakhoda baru Pengurus Harian PHDI Pusat. Berdasarkan proses penjaringan aspirasi yang berjalan sangat demokratis dari berbagai provinsi, saat ini terdapat dua nama tokoh nasional yang mengemuka kuat sebagai kandidat Ketua Umum, yakni Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa dan Dr. Ari Dwipayana.
Munculnya dua nama besar ini ke permukaan membuktikan bahwa Hindu Nusantara memiliki figur-figur pemimpin berintegritas tinggi dengan rekam jejak dedikasi yang mumpuni.
Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han.) merupakan putra kelahiran Buleleng, Bali, yang meniti karier cemerlang di dunia kemiliteran. Beliau adalah lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) peraih penghargaan Adhi Makayasa tahun 1990. Sepak terjangnya teruji di pasukan elite sebagai Danjen Kopassus ke-31, hingga mengemban amanah strategis di pemerintahan sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN). Di ranah keumatan, dedikasinya terbukti nyata dengan kesediaannya “turun gunung” memimpin langsung sebagai Ketua Panitia Mahasabha XIII PHDI.
Di sisi lain, Dr. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, S.IP., M.Si. adalah sosok intelektual dan akademisi tulen kelahiran Ubud, Bali. Menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor ilmu politik di Universitas Gadjah Mada (UGM), sosok yang akrab disapa Gung Ari ini sukses menjembatani dunia akademik dan birokrasi pemerintahan. Kapasitas tata kelolanya terbukti lewat kepercayaan yang diemban sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia (2014-2024). Ia juga dikenal luas sebagai penggerak kebudayaan yang terus merawat laku tradisi melalui yayasan dan kegiatan sastra di Bali.
Dinamika Berimbang dan Harapan Konsolidasi
Persaingan gagasan dan dukungan antara kedua kandidat ini terpantau berjalan sangat sehat dan berimbang. Setiap usulan yang masuk dari berbagai provinsi peserta ditempatkan dalam kerangka aturan persidangan yang menghargai keberagaman pandangan dan aspirasi daerah. Baik I Nyoman Cantiasa maupun Ari Dwipayana diyakini sama-sama memiliki kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang andal untuk membawa transformasi kelembagaan PHDI menjadi lebih baik di masa depan.
Kini, keputusan akhir berada di tangan forum resmi persidangan Mahasabha XIII. Fokus utama umat saat ini adalah memastikan bahwa proses transisi pasca diterimanya LPJ dan ditetapkannya status demisioner ini dapat berjalan mulus. Pemimpin yang baru kelak memikul tanggung jawab besar untuk menjaga soliditas umat, memperkuat konsolidasi, serta memastikan rumah besar PHDI mampu mengayomi seluruh keragaman Hindu Nusantara.
Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!

FAQ – Pertanyaan Umum
Sidang pleno Mahasabha XIII telah secara resmi mendengar dan menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari kepengurusan sebelumnya, sehingga seluruh jajaran pengurus lama kini berstatus demisioner.
Status demisioner berarti masa tugas dan wewenang jajaran pengurus periode lalu telah berakhir secara resmi setelah LPJ mereka diterima oleh forum, guna membuka jalan bagi pemilihan dan penetapan susunan pengurus yang baru.
Terdapat dua tokoh kuat yang mengemuka sebagai kandidat Ketua Umum dengan dukungan daerah yang berimbang, yakni Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa dan Dr. Ari Dwipayana.
Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa dikenal sebagai tokoh militer peraih Adhi Makayasa yang pernah menjabat Danjen Kopassus dan Waka BIN. Sementara Dr. Ari Dwipayana adalah akademisi UGM dan penggerak kebudayaan yang pernah menjabat sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden RI.

















Trackback/Pingback