Agrinex Expo 2026 Resmi Dibuka: Rifda Amarina dan Anindya Bakrie Tekankan Penguatan UMKM Agribisnis
Jakarta – Agrinex Expo 2026 resmi dibuka sebagai etalase agribisnis Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Rifda Amarina dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menekankan pentingnya penguatan UMKM di sektor pertanian dan pangan. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Koordinator Nasional Pusat Komunikasi Hindunesia (Dekornas Puskor Hindunesia) yang membawa misi pengembangan UMKM melalui Pilar WARMA.
Ketua Panitia Agrinex Expo 2026, Rifda Amarina, membuka acara dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pameran ini. Ia mengungkapkan bahwa Agrinex Expo telah digelar sejak 2007, dengan ide awal muncul pada 2005. Setelah sempat terhenti selama lima tahun akibat pandemi COVID-19, pameran ini kembali diselenggarakan tahun lalu dan dilanjutkan pada 2026.

“Kami menghadapi tantangan besar karena Agrinex bersifat self-support, sementara banyak event sejenis di bulan Oktober mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan dana APBN. Namun kami tetap berkomitmen untuk terus menghadirkan wadah bagi pelaku agribisnis dan UMKM,” ujar Rifda Amarina.
Ia juga menyoroti kesulitan mencari sponsor dan peserta di tengah persaingan ketat dengan event besar lainnya seperti ISEF, Kriyanusa, dan Inacraft. Melalui posisinya sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang UMKM, Rifda mengaku aktif mengajak media dan pemilik media untuk mendukung promosi Agrinex Expo.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan tiga pilar utama yang menjadi panduan Kadin, yakni Challenges (Tantangan), Competitiveness (Daya Saing), dan Care (Kepedulian).
Menurut Anindya, meskipun situasi geopolitik dan iklim global menantang, Indonesia tetap optimis dengan pertumbuhan PDB di atas 5 persen dan menuju 6 persen. Ia menekankan pentingnya meningkatkan daya saing melalui konsep Indonesia Incorporated yang melibatkan dunia usaha.

“Kami yakin Indonesia dapat keluar dari middle income trap, dari USD 5.000 per kapita menuju USD 15.000 dalam 20 tahun ke depan. Namun, kita juga harus peduli kepada petani dan nelayan yang membutuhkan akses keuangan, teknologi, dan pasar,” tegas Anindya Bakrie.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kadin sedang mengupayakan revisi Undang-Undang Kadin yang telah berusia 39 tahun agar organisasi ini lebih fokus pada pemberdayaan UMKM, petani, dan nelayan.
Kehadiran Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia dalam pembukaan Agrinex Expo 2026 membawa makna khusus. Dalam misi Pilar WARMA, Dekornas Puskor Hindunesia fokus pada penguatan ekonomi umat melalui pembinaan, pendampingan, dan perluasan jejaring usaha satwika.
Pilar WARMA sejalan dengan semangat Agrinex Expo yang ingin memperkuat UMKM di sektor agribisnis. Melalui pembinaan dan perluasan jejaring, diharapkan pelaku usaha satwika dapat semakin mandiri, berdaya saing, serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan ekonomi nasional.
Agrinex Expo 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dalam mendorong pertumbuhan UMKM agribisnis yang berkelanjutan.
FAQ – Pertanyaan Umum
Apa fokus utama Agrinex Expo 2026?
Agrinex Expo 2026 digelar sebagai etalase agribisnis Indonesia yang menampilkan produk, inovasi, dan jejaring usaha di sektor pertanian, pangan, dan UMKM terkait.
Apa tantangan yang disampaikan Ketua Panitia Rifda Amarina?
Rifda Amarina menyebutkan bahwa Agrinex Expo bersifat self-support, sehingga kesulitan mencari sponsor dan peserta di tengah banyaknya event sejenis yang mendapat dukungan APBN.
Apa tiga pilar yang disampaikan Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie?
Tiga pilar tersebut adalah Challenges (Tantangan), Competitiveness (Daya Saing), dan Care (Kepedulian).
Apa misi Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia dalam acara ini?
Mengapa UMKM menjadi perhatian utama dalam Agrinex Expo 2026?
Karena UMKM menjadi tulang punggung sektor agribisnis dan pangan. Baik Kadin maupun Dekornas Puskor Hindunesia menekankan pentingnya akses pembiayaan, teknologi, dan pasar bagi pelaku UMKM.














