Selamat Jalan AKP (Purn) Ida Bagus Komang Suarnawa: Tokoh Hindu Solo & Kakak Kandung Ketum Puskor Hindunesia Tutup Usia
Suara Hindunesia — Kabar duka yang mendalam menyelimuti umat Hindu di Nusantara, terkhusus bagi warga di Solo Raya dan keluarga besar Puskor Hindunesia. Salah satu tokoh pilar kerukunan umat, AKP (Purn) Ida Bagus Komang Suarnawa, S.Pd.H., M.Pd.H., berpulang ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan tenang pada usia 66 tahun di RSU Kasih Ibu Solo, Minggu (9/8/2026).
Mendiang yang akrab disapa “Pak Ida”, tidak hanya dikenal sebagai abdi negara dan tokoh agama yang disegani di Surakarta, melainkan juga merupakan kakak kandung dari Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, DR (HC) Ida Bagus K Susena S.Kom.
Pengabdian Paripurna Melalui Dharma Negara dan Dharma Agama
Semasa hidupnya, almarhum mendedikasikan diri secara penuh pada dua jalur pengabdian utama. Dalam kariernya di institusi kepolisian, beliau dikenal sebagai perwira yang berintegritas. Pengabdian panjangnya di Polsekta Laweyan dan Polresta Surakarta bahkan membuahkan penganugerahan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya dari negara, sebelum akhirnya purna tugas dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Di jalur Dharma Agama, kiprah almarhum meninggalkan jejak yang sangat dalam. Beliau pernah memegang amanah strategis sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Surakarta. Di bawah kepemimpinannya, umat Hindu di Solo Raya merasakan pengayoman yang inklusif dan progresif.
Menjahit Kerukunan Umat dan Mewariskan “Solo Silent Day”
Sebagai tokoh minoritas di wilayah majemuk, AKP (Purn) Ida Bagus Komang Suarnawa tampil sebagai sosok penyejuk. Beliau aktif menjalin sinergi lintas iman melalui keterlibatannya dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Solo. Di internal keumatan, beliau juga menjadi pilar penggerak bagi umat Banjar Solo Tengah di Pura Indra Prasta, Mutihan, Sondakan.
Salah satu warisan monumental beliau bagi kerukunan dan kebudayaan Hindu di perantauan adalah inisiasi perayaan “Solo Silent Day” pada tahun 2023. Acara yang dimeriahkan dengan pawai Ogoh-ogoh tersebut sukses menggemakan keindahan toleransi dan nilai budaya Bali di tengah-tengah masyarakat Kota Surakarta.
Penghormatan Terakhir Menuju Tanah Kelahiran di Jembrana
Prosesi upacara kedukaan persembahyangan umat Hindu telah digelar di kediaman almarhum di kawasan Pajang, Kecamatan Laweyan, Surakarta, pada Selasa (11/8/2026). Upacara tersebut diiringi dengan penghormatan dinas kepolisian serta doa pelepasan dari pemangku wilayah dan umat yang merasa sangat kehilangan.
Setelah prosesi pelepasan di Surakarta, layon (jenazah) almarhum diberangkatkan menuju tanah kelahirannya di Bali untuk melangsungkan prosesi Pengabenan. Saat ini, jenazah disemayamkan di Rumah Duka yang beralamat di: Jln. Nusa Ceningan Gg. II/2 – Banjar Anyar, Desa Batuagung, Kec. Jembrana, Kab. Jembrana 82218. Upacara Pelebon akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2026 di Kabupaten Jembrana, Bali.

Almarhum meninggalkan seorang istri tercinta, dua orang anak, serta lima orang cucu. Keluarga besar Puskor Hindunesia dan seluruh jajaran Relawan Dharma turut menghaturkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya.
“Om Swargantu, Moksantu, Sunyantu, Murchantu, Om Ksama Sampurna Ya Namah Swaha.” Semoga atma almarhum menyatu dengan Brahman dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan.














