Liputan Khusus: Hindunesia Zoom – Seri Hindu Nusantara Membahas Keunikan “Mengenal Hindu Tengger”
DALUNG, BALI – Dalam upaya memperkuat dan merayakan keberagaman warisan leluhur di Indonesia, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia), dengan dukungan dari Bin Rohindu Telkom Group, telah berhasil menyelenggarakan program diskusi virtual bernama “Hindunesia Zoom – Seri Hindu Nusantara”. Mengusung tema khusus “Mengenal Hindu Tengger”, acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 ini menarik partisipasi ratusan umat Hindu dari seluruh penjuru Nusantara.
Program diskusi daring ini mempertemukan tokoh-tokoh penting yang berdedikasi dalam menjaga nilai-nilai dan ajaran agama Hindu. Acara ini dihadiri oleh Bapak Budiono, S.Ag (Pembimbing Masyarakat Hindu dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur), Bapak Sandi Prima Yudi (Perwakilan Binroh Hindu Telkom Group), serta Bapak DR (HC) Ida Bagus K Susena, S.Kom, selaku Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia.

Diskusi yang mendalam ini dipandu secara baik oleh moderator yang juga merupakan tokoh masyarakat adat Tengger, Bapak Raha Winarko – Pengurus Dekornas dari unsur Hindu Tengger, korbid Adat, Seni, Budaya & Agama. Acara ini menampilkan pembicara utama yang terkemuka, yaitu Bapak Bambang Suprapto, yang menjabat sebagai Sekretaris Umum Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger sekaligus Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo.

Melestarikan Kearifan Lokal Suku Tengger
Dalam pidato pembukaannya, Bapak Budiono, S.Ag menyoroti keunikan dan keragaman demografi umat Hindu di Jawa Timur. Beliau memberikan perhatian khusus kepada masyarakat Tengger yang tidak menerapkan sistem kasta. Menurut penjelasan beliau, kepemimpinan ritual keagamaan di wilayah tersebut dipegang oleh “Dukun Pandita”. Gelar suci ini hanya diberikan setelah seorang kandidat lulus ujian spiritual ketat yang disebut Mulunan, yang dilaksanakan pada saat perayaan Yadnya Kasada.

Mendukung inisiatif yang baik ini, Bapak Sandi Prima Yudi juga menyatakan komitmen kuat dari Binroh Hindu Telkom Group untuk terus mendukung program-program Puskor Hindunesia. Dukungan ini bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan suci (Jnana) dan memperkuat persatuan umat Hindu di Indonesia.
Selanjutnya, dalam arahannya, Bapak DR (HC) Ida Bagus K Susena, S.Kom mengingatkan para peserta mengenai sifat ajaran Hindu yang fleksibel seperti air. Ajaran Hindu mudah menyerap dan menyesuaikan diri secara harmonis dengan kearifan lokal (local genius) di berbagai daerah. Beliau juga membagikan visi besar organisasi untuk menyelenggarakan Kongres Nasional Hindu Nusantara di masa depan sebagai wadah untuk menyatukan umat.
Perjuangan Mempertahankan Kawasan Suci Bromo
Sesi presentasi utama oleh Bapak Bambang Suprapto berhasil memberikan wawasan luas kepada peserta mengenai realitas perjuangan dan prinsip spiritual masyarakat Tengger. Beliau menekankan bahwa kelestarian Gunung Bromo sebagai kawasan suci (hila-hila) harus dipertahankan dari ancaman eksploitasi pariwisata komersial.
“Pihak Paruman Dukun Pandita saat ini sedang merumuskan Peraturan Adat secara tertulis. Kami mendesak pemerintah daerah untuk mengeluarkan peraturan resmi yang melarang pembangunan struktur permanen, menerbangkan drone, atau membangun kereta gantung (cable car) yang dapat merusak kesucian Gunung Bromo, tempat bersemayamnya para leluhur kami,” tegas Bapak Bambang Suprapto.
Selain itu, beliau menjelaskan perjuangan masyarakat Tengger agar umat Hindu dari luar daerah yang ingin beribadah di Pura Luhur Poten tidak dibebani biaya retribusi pariwisata. Beliau juga menyampaikan harapan besar agar status kepemilikan tanah Pura tersebut dapat segera disahkan oleh pemerintah.

Filosofi Letusan Gunung Berapi Menurut Suku Tengger
Sebuah filosofi menarik yang dibagikan dalam diskusi ini adalah pandangan masyarakat Tengger terhadap fenomena letusan gunung berapi (erupsi). Bagi masyarakat Tengger, letusan Gunung Bromo bukanlah sebuah bencana alam yang menakutkan. Sebaliknya, abu vulkanik dan proses letusan tersebut diyakini sebagai tanda bahwa para leluhur sedang “membangun” alam. Proses alami ini pada akhirnya akan membawa berkah dan tingkat kesuburan yang luar biasa bagi lahan pertanian mereka.
Acara yang berlangsung selama lebih dari tiga jam ini ditutup dengan kesimpulan yang kuat dan semangat persatuan. Program Hindunesia Zoom ini tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa semangat keberagaman dalam bingkai Hindu Nusantara akan terus kuat, relevan, dan terjaga untuk generasi penerus.
Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!

FAQ – Pertanyaan Umum
Acara Hindunesia Zoom yang diadakan pada 15 Agustus 2026 mengusung tema “Mengenal Hindu Tengger”. Acara ini merupakan bagian dari program Seri Hindu Nusantara yang diinisiasi oleh Puskor Hindunesia.
Diskusi ini menghadirkan Bapak Bambang Suprapto (Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo dan Sekretaris Umum Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger) sebagai pembicara utama. Acara juga dihadiri oleh Bapak Budiono (Pembimas Hindu Jawa Timur), perwakilan Binroh Telkom Group, serta Ketua Umum Puskor Hindunesia, Bapak Ida Bagus K Susena.
Masyarakat Hindu Tengger sedang berjuang untuk mempertahankan kesucian Gunung Bromo dari eksploitasi pariwisata, seperti menolak pembangunan permanen dan kereta gantung. Mereka juga memperjuangkan pembebasan biaya retribusi pariwisata bagi umat Hindu yang datang khusus untuk beribadah di Pura Luhur Poten.
Masyarakat Tengger memiliki filosofi unik di mana mereka tidak menganggap letusan Gunung Bromo sebagai bencana yang menakutkan. Mereka meyakini bahwa proses keluarnya abu vulkanik adalah manifestasi leluhur yang sedang memperbaiki alam, yang pada akhirnya akan menyuburkan lahan pertanian mereka.













