Pilih Halaman

Audensi Puskor Hindunesia dengan Bupati Badung Terkait Festival Gerbang Nusantara

Audensi Puskor Hindunesia dengan Bupati Badung Terkait Festival Gerbang Nusantara

DALUNG, SUARA HINDUNESIA — Pada pagi hari tanggal 13 Juni 2026, tim Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) melangsungkan pertemuan audensi strategis dengan Bapak Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H. Pertemuan ini bertempat di Rumah Jabatan sekaligus kediaman resmi Bupati Badung yang berlokasi di Jalan Praja Nomor 6, Dalung.

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus K Susena, ini membawa agenda utama untuk memperkenalkan dan memaparkan rencana perhelatan akbar Festival Gerbang Nusantara. Meski dihadapkan pada jadwal pemerintahan yang sangat padat, Bapak Bupati tetap berkenan meluangkan waktu dan menyambut hangat kedatangan rombongan.

Tim Puskor Hindunesia melakukan Audensi Pagi di Rumah Jabatan Bupati Badung
Tim Puskor Hindunesia melakukan Audensi Pagi di Rumah Jabatan Bupati Badung

Di awal pertemuan, Bapak I Wayan Adi Arnawa, S.H. langsung menanyakan maksud serta tujuan dari kehadiran tim. Menanggapi hal tersebut, Ida Bagus Susena menjelaskan secara lugas mengenai rencana pelaksanaan Festival Gerbang Nusantara. Merespons pemaparan tersebut, Bapak Bupati dengan sigap menanyakan ketersediaan proposal kegiatan.

Tim Puskor Hindunesia kemudian menyerahkan dokumen proposal tersebut secara langsung kepada Bapak Bupati. Dokumen itu pun diterima dengan baik dan segera diserahkan kepada ajudan beliau untuk diamankan serta ditindaklanjuti lebih lanjut. Setelah proses penyerahan proposal selesai, Bapak Bupati menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat memperpanjang waktu perbincangan. Beliau mengonfirmasi harus segera bertolak untuk menghadiri agenda kegiatan penting lainnya yang berada di kawasan Nusa Dua.

Penyerahan dokumen proposal kegiatan Festival Gerbang Nusantara oleh Puskor Hindunesia kepada ajudan Bupati Badung pada 13 Juni 2026.
Penyerahan dokumen proposal kegiatan Festival Gerbang Nusantara oleh Puskor Hindunesia kepada ajudan Bupati Badung pada 13 Juni 2026.

Poin Penting Hasil Pertemuan:

  • Penyampaian Inti Kegiatan: Rombongan Puskor Hindunesia berhasil bertatap muka dan menyampaikan niat serta garis besar pelaksanaan Festival Gerbang Nusantara secara langsung kepada pimpinan daerah Kabupaten Badung.
  • Penyerahan Dokumen Resmi: Proposal resmi kegiatan telah diserahkan langsung ke tangan Bapak Bupati dan didisposisikan kepada ajudan.
  • Apresiasi Penuh: Kendati durasi pertemuan berlangsung sangat singkat, tim Puskor Hindunesia menyatakan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi karena tetap diterima dengan baik di tengah padatnya mobilitas dan kesibukan Bapak Bupati.

Audensi ini menjadi langkah komunikasi yang sangat berarti bagi Puskor Hindunesia dalam upaya menjalin sinergi bersama instansi kepemerintahan demi kelancaran dan kesuksesan Festival Gerbang Nusantara mendatang.

Liputan ini merupakan sumbangsih dari Relawan Dharma di lapangan, Ibu DAP Tuty S. Terimakasih atas reportase dan liputan yang sudah dilakukan.

FAQ – Pertanyaan Umum

Kapan dan di mana audensi antara Puskor Hindunesia dan Bupati Badung ini dilaksanakan?

Audensi dilaksanakan pada pagi hari tanggal 13 Juni 2026 bertempat di kediaman/rumah jabatan Bupati Badung di Jalan Praja Nomor 6, Dalung.

Apa tujuan utama dari pertemuan tersebut?

Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan proposal rencana kegiatan Festival Gerbang Nusantara kepada Bupati Badung.

Siapa yang memimpin rombongan dari Puskor Hindunesia?

Rombongan audensi dipimpin langsung oleh Ketua Umum Puskor Hindunesia, Bapak Ida Bagus Susena.

Mengapa pertemuan dengan Bupati Badung berlangsung sangat singkat?

Pertemuan berlangsung singkat karena Bapak Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., memiliki jadwal pemerintahan yang sangat padat dan harus segera menghadiri agenda kegiatan lain di kawasan Nusa Dua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hindu Wiwitan merupakan salah satu warisan spiritual leluhur Nusantara yang berkembang di tengah masyarakat Sunda dengan nilai-nilai kearifan lokal, penghormatan kepada alam semesta, leluhur, dan ajaran Dharma yang hidup secara turun-temurun. https://bit.ly/4oxYBR5
Translate »

Pin It on Pinterest

Share This