H-26 Gerbang Nusantara 2026: Puskor Hindunesia Gelar Rapat Besar di Puri Ageng Blahbatuh
GIANYAR, Suara Puskor Hindunesia — Menjelang hari puncak yang hanya menyisakan waktu 26 hari (H-26), Panitia Penyelenggara Festival Gerbang Nusantara 2026 menggelar Rapat Besar pada Minggu (21/6/2026). Bertempat di Wantilan Puri Ageng Blahbatuh, rapat yang dimulai pukul 11.30 WITA ini dihadiri oleh dewan pengarah, pembina, serta panitia inti, baik yang hadir secara langsung maupun secara virtual.
Rapat ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan ritme kerja seluruh divisi, mengevaluasi progres administrasi, serta menyusun strategi penggalangan dana agar perhelatan akbar umat Hindu Nusantara ini berjalan sukses pada bulan Juli mendatang.

Arahan Pembina: Maksimalkan Ikhtiar dan Terus Melangkah
Rapat diawali dengan penyampaian dukungan penuh dari Ibu Sayu selaku Pembina. Dalam arahannya, beliau menyoroti efisiensi administrasi, di mana penulisan surat-menyurat tidak perlu dibuat terlalu bertele-tele. Ia juga mendorong panitia untuk memanfaatkan waktu luang guna melakukan audiensi sebagai langkah perkenalan diri dengan berbagai instansi.
“Apapun situasi dan hambatannya, acara di bulan Juli ini harus tetap dilaksanakan. Berusahalah semaksimal mungkin, dan jika nanti hasilnya tidak seratus persen sesuai harapan, tidak perlu berkecil hati karena perjuangan sudah maksimal,” tegas Ibu Sayu. Beliau menutup arahannya dengan menekankan pentingnya doa dan kekompakan tim dalam menyelesaikan kendala yang ada.
Arahan ini disambut hangat oleh Moderator acara, yang turut mengapresiasi fasilitas ruang rapat dan akses pertemuan virtual yang didukung penuh oleh Ibu Sayu.

Visi Besar Ketum Puskor: Milik Umat, Bukan Sekadar Relawan
Ketua Umum Puskor Hindunesia, Bapak Susena, dalam pemaparannya menegaskan bahwa Festival Gerbang Nusantara bukanlah event yang hanya akan digelar satu kali, melainkan ditargetkan menjadi perhelatan nasional tahunan. Festival ini membawa misi besar untuk memperkuat identitas lokal sekaligus membangun pemberdayaan di sektor budaya, adat, tradisi, seni, pendidikan, ekonomi, dan kemanusiaan.
“Festival ini adalah milik umat Hindu Nusantara, bukan hanya milik relawan Puskor. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh ormas Hindu, prajaniti, dan elemen pemuda Hindu sangat kita harapkan,” ungkap Bpk. Susena. Beliau juga menyapa jajaran tokoh yang mendukung acara ini, termasuk Agung Teja Kusuma, Bapak Putu Saraswati, Bapak Putu Siarta, Bapak Wayan Dumia, Dayu Eka, serta Gung Naji Mul dari Dekornas.
Dalam menghadapi keterbatasan yang ada, Bpk. Susena mengingatkan panitia untuk selalu berpegang teguh pada konsep Desa Kala Patra. Panitia diminta memaksimalkan sumber daya yang ada tanpa perlu memaksakan kemewahan.

Strategi Penggalangan Dana dan Jadwal Audiensi
Menyangkut hal pendanaan, Bpk. Susena menginstruksikan agar pergerakan pencarian sponsorship mulai diinjak “gas penuh” pada 25 Juni 2026, tepat setelah momentum Hari Raya Kuningan. Strategi khusus juga tengah disiapkan, salah satunya dengan memohon surat rekomendasi dari Ketua PHRI Bali guna membuka akses kepada para pengusaha hotel dan restoran.
Merespons arahan tersebut, Ketua Panitia (Sekjen) memaparkan pembaruan operasional. Mengingat waktu yang semakin mepet (H-26), sejumlah agenda audiensi strategis telah dijadwalkan dan diharapkan bisa berjalan dengan baik.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan laporan dari bagian kesekretariatan oleh Bapak Adi Parte – terkait distribusi persuratan resmi, termasuk surat untuk Gubernur Bali, Walikota Denpasar, Bank BRI, Bank BPD Bali, kementerian terkait, dan BUMN/BUMD, dilanjutkan satu persatu susunan kepanitiaan yang memberikan update.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja tulus ikhlas, seluruh panitia optimis bahwa Festival Gerbang Nusantara 2026 akan menjadi tonggak kebangkitan dan persatuan umat Hindu di Nusantara.
FAQ – Pertanyaan Umum
Festival Gerbang Nusantara 2026 adalah perhelatan akbar yang diinisiasi oleh Puskor Hindunesia. Festival ini dirancang menjadi acara tahunan berskala nasional untuk memperkuat identitas lokal Hindu Nusantara dan memberdayakan berbagai sektor seperti budaya, adat, ekonomi, dan pendidikan.
Ketua Umum Puskor Hindunesia menegaskan bahwa festival ini adalah milik seluruh umat Hindu Nusantara. Oleh karena itu, partisipasi terbuka luas bagi seluruh ormas Hindu, prajaniti, pemuda Hindu, dan masyarakat umum, bukan hanya relawan Puskor.
Berdasarkan arahan dalam rapat panitia, aksi pencarian dana akan mulai digencarkan secara penuh pada tanggal 25 Juni 2026, segera setelah perayaan Hari Suci Kuningan.
Panitia diimbau untuk menggunakan prinsip kearifan lokal Desa Kala Patra (menyesuaikan dengan tempat, waktu, dan kondisi nyata). Panitia diarahkan untuk memaksimalkan apa yang ada dan tidak perlu memaksakan perhelatan yang terlalu mewah jika sumber daya sedang terbatas.






















