Merawat Memori Peradaban Nusantara: Panduan Lengkap Video Kelas Aksara Bali Kuno 2026
Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi, misi penyelamatan dan pelestarian warisan budaya leluhur Nusantara menjadi sebuah keharusan. Menjawab panggilan Dharma tersebut, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) menempatkan pelestarian kearifan lokal sebagai salah satu kepedulian tertingginya.
Sebagai wujud nyata dari misi mulia ini, Puskor Hindunesia telah sukses menggelar “Kelas Perdana Belajar Aksara Bali Kuno” secara daring yang dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. Program ini terwujud berkat sinergi strategis dan dukungan penuh dari Yayasan Dvipantara Samskrtam.
Untuk memastikan transfer pengetahuan ini memiliki kualitas akademis yang mumpuni, seluruh rangkaian kelas dibina secara eksklusif oleh Bapak I Made Suyasa, seorang pelestari budaya dan pengajar ahli dari Yayasan Dvipantara Samskrtam yang sangat berdedikasi dalam pengajaran Aksara Śvalalitā dan Sastra Bali.
Panduan Terstruktur Rekaman Kelas (Hari Ke-1 hingga Ke-7)
Bagi umat sedharma dan generasi muda Nusantara yang ingin mempelajari kembali mahakarya aksara suci ini, tim MEDIA SUARA HINDUNESIA telah merangkum struktur video rekaman pembelajaran agar mudah diikuti secara bertahap. Berikut adalah panduan kurikulum pembelajaran Aksara Śvalalitā dari hari pertama hingga hari ketujuh:
Video Hari Ke-1: Pengantar dan Sejarah Aksara
Sesi ini memuat pembukaan resmi, visi pelestarian literasi Nusantara, serta pengenalan dasar filosofi dan anatomi Aksara Bali Kuno (Śvalalitā).
Video Hari Ke-2: Svara (Svarākṣarāṇi)
Fokus pembelajaran mulai menukik pada pengenalan dan tata cara goresan huruf vokal murni (Svara) dalam susunan aksara leluhur.
Video Hari Ke-3: Vyañjana (Vyañjanākṣarāṇi)
Panduan langkah demi langkah dalam menuliskan dan merangkai huruf konsonan (Vyañjana) yang menjadi tulang punggung pembentukan kata.
Video Hari Ke-4: Pengange Svara (Saṁyuktasvarākṣarāṇi)
Peserta diajak memahami tata letak dan penulisan sandangan atau tanda vokal yang melekat pada huruf konsonan.
Video Hari Ke-5: Gantungan dan Gempelan (Saṁyuktākṣarāṇi)
Sesi krusial yang membedah teknik penulisan huruf rangkap (konsonan mati yang bertemu konsonan hidup) melalui sistem gantungan dan gempelan.
Video Hari Ke-6: Uger-uger Pasang Akṣara (Lekhananiyamaḥ)
Pendalaman tata bahasa dan aturan baku (pasang aksara) dalam menuliskan kalimat agar sesuai dengan pakem sastra kuno.
Video Hari Ke-7: Nyurat lan Memaca (Lekhana-Paṭhanābhyāsaḥ)
Sesi puncak yang memadukan seluruh teori ke dalam praktik utuh: menulis (nyurat) dan membaca (memaca) naskah/mantra, sekaligus penutupan rangkaian kelas.
Mari manfaatkan dokumentasi digital ini sebagai jembatan untuk mengenali kembali identitas dan memori peradaban bangsa kita. Pelestarian budaya Nusantara ada di tangan kita semua.
Berikut adalah dokumen pendukung berupa materi sebagaimana yang dibagikan oleh pemateri Bapak I Made Suyasa pada file / link berikut : Download Dokumen disini.
FAQ – Pertanyaan Umum
Seluruh rekaman kelas dari Hari Ke-1 hingga Ke-7 telah didokumentasikan dan diunggah secara terstruktur agar mudah dipelajari secara mandiri oleh generasi muda melalui platform resmi Puskor Hindunesia.
Materi diajarkan secara akademis dan mendalam oleh Bapak I Made Suyasa, seorang pakar Sastra Bali dan Aksara Śvalalitā dari Yayasan Dvipantara Samskrtam.
Kurikulumnya sangat komprehensif, dimulai dari pengantar dasar, pengenalan Svara (vokal), Vyañjana (konsonan), aturan Gantungan-Gempelan, Uger-uger pasang aksara, hingga praktik membaca dan menulis (Nyurat lan Memaca) naskah secara utuh.














Trackback/Pingback