Profil I Made Suyasa: Dedikasi Tanpa Henti Melestarikan Aksara Bali Kuno dan Sastra Leluhur Nusantara
DALUNG, Media Suara Hindunesia – Penyelenggaraan Kelas Belajar Aksara Bali Kuno 2026 yang diinisiasi oleh Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) tidak akan berjalan sukses tanpa kehadiran figur pengajar yang berdedikasi tinggi. Di balik antusiasme ratusan peserta yang tekun mempelajari warisan aksara leluhur selama sepekan penuh tersebut, terdapat sosok akademisi dan pelestari budaya yang bersahaja, yakni Bapak I Made Suyasa.
Berdasarkan data rekam jejak yang redaksi peroleh, beliau merupakan seorang pengabdi penuh waktu (Pūrṇakālikaḥ) yang memfokuskan jalan hidupnya pada pengembangan sumber daya manusia melalui pengajaran bahasa Sanskerta dan Sastra Bali.
Fondasi Akademis dan Pelatihan Internasional
Lahir dengan kecintaan mendalam terhadap literasi agama, I Made Suyasa membangun fondasi akademisnya dengan menuntaskan pendidikan S1 Pendidikan Agama Hindu di STKIP Amlapura (2019-2023). Tak berhenti sampai di situ, kehausannya akan ilmu jnana membawanya melanjutkan studi S2 pada program Sahityam (Sastra Sanskerta) di Central Sanskrit University sejak tahun 2024 hingga saat ini.

Kapasitas keilmuan Bapak I Made Suyasa tidak hanya dibentuk di dalam negeri. Beliau telah menempuh berbagai pelatihan intensif dan sertifikasi keguruan langsung di tanah kelahiran Weda, India. Sejak tahun 2014, beliau tercatat mengikuti pelatihan berbahasa Sanskerta di Aksaram Samskrta Bhārati, Bangalore. Langkah ini disusul dengan keikutsertaannya dalam Pelatihan Relawan Praśikṣaṇavargah di Mysore (2016), Pelatihan Pengajar di Chennai (2017), Pelatihan Pengajar Senior di Nagpur (2018), hingga Pelatihan Sangaśibiram di Kerala (2024).
Kiprah Pengabdian di Yayasan Dvipantara Samskrtam
Sebagai seorang pakar yang lahir dari rahim keumatan, dedikasi I Made Suyasa tersalurkan secara nyata melalui Yayasan Dvipantara Samskrtam. Beliau pernah menjabat sebagai Koordinator Pendidikan (2017-2020) yang merancang kurikulum dan materi pembelajaran bahasa Sanskerta.
Kiprahnya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Koordinator Wilayah Bali, Klungkung, Karangasem, serta Jawa dan Lombok (2020-2024), dan kini menjabat sebagai Koordinator Wilayah Singaraja, Negara, serta Bali dan Lombok (2024-sekarang). Di luar yayasan, dedikasi kenegaraannya juga terbukti dengan keterlibatan beliau dalam Tim Veda Samiti Bimas Hindu Kemenag Pusat sejak 2017 untuk memperbarui terjemahan kitab suci Hindu.
Mengawal Literasi dalam Kelas Belajar Aksara Bali Kuno 2026
Berbekal keahlian khusus dalam pengajaran Aksara Śvalalitā dan Sastra Bali, I Made Suyasa dengan penuh semangat membagikan pengetahuannya selama seminggu penuh dalam kegiatan Kelas Belajar Aksara Bali Kuno 2026.

Dari hari pertama pengenalan sejarah aksara hingga hari ketujuh praktik nyurat lan memaca (menulis dan membaca), beliau membimbing peserta setapak demi setapak dengan metode yang terstruktur dan mudah dipahami. Kolaborasi strategis antara beliau, Yayasan Dvipantara Samskrtam, dan Puskor Hindunesia ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk menjaga nyala peradaban Nusantara agar tidak redup ditelan laju modernisasi.
FAQ – Pertanyaan Umum
Beliau adalah akademisi, pelestari budaya, dan pengabdi penuh waktu (Pūrṇakālikaḥ) di Yayasan Dvipantara Samskrtam yang ahli dalam pengajaran bahasa Sanskerta, Aksara Śvalalitā, dan Sastra Bali.
Beliau bertindak sebagai narasumber dan pengajar utama yang membimbing para peserta selama sepekan dalam kegiatan Kelas Belajar Aksara Bali Kuno 2026 yang diselenggarakan oleh Puskor Hindunesia.
Beliau menamatkan S1 Pendidikan Agama Hindu di STKIP Amlapura dan tengah menempuh S2 Sahityam/Sastra Sanskerta di Central Sanskrit University, serta telah mengikuti berbagai pelatihan pengajaran di India.
Saat ini beliau menjabat sebagai Koordinator Wilayah Singaraja, Negara, serta Bali dan Lombok, yang bertugas mengoordinatori program pengembangan dan pelatihan bahasa Sanskerta di wilayah tersebut.













