Pilih Halaman

Liputan Khusus: Pesan Kebangsaan Ketua MPR RI, Sinergikan Dharma Agama dan Dharma Negara di Mahasabha XIII PHDI

Liputan Khusus: Pesan Kebangsaan Ketua MPR RI, Sinergikan Dharma Agama dan Dharma Negara di Mahasabha XIII PHDI

Media Suara Hindunesia, Jakarta — Perhelatan agung Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) resmi dibuka dengan nuansa kebangsaan yang kental. Kehadiran jajaran petinggi negara, khususnya Ketua MPR RI Bapak H. Ahmad Muzani, memberikan warna dan penegasan tersendiri mengenai pentingnya peran umat Hindu dalam lanskap pembangunan bangsa.

Di hadapan ratusan utusan umat Hindu dari seluruh Nusantara, jajaran menteri, serta para Sulinggih, Ketua MPR RI menyampaikan sambutan dan arahan yang sangat menggugah kesadaran berbangsa dan bernegara.

Tak Terpisahkan: Dharma Agama dan Dharma Negara

Menyoroti tema Mahasabha ke-13, yakni “Dharma Agama dan Dharma Negara untuk Indonesia Raya“, Bapak H. Ahmad Muzani menegaskan bahwa kedua konsep tersebut tidak bisa dipisahkan.

Menurut beliau, sebuah negara tidak akan memberikan arti yang banyak tanpa landasan agama. Sebaliknya, keimanan dan keyakinan umat juga tidak bisa memberi arti yang maksimal jika agama tidak dilindungi oleh negara. “Di negeri Pancasila… kita menginginkan agar keyakinan agama tidak menghalangi dan tidak dihalangi oleh negara,” tegas Ketua MPR RI. Beliau mengingatkan bahwa keyakinan umat Hindu tidak pernah bertentangan dengan tujuan bernegara, melainkan justru memperkuat posisi bangsa.

Sambutan Ketua MPRRI Dari Sudut Pandang Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia
Sambutan Ketua MPRRI Dari Sudut Pandang Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia

Indikator Umat yang Kuat: Kemandirian Ekonomi

Ada satu pesan menarik dan lugas yang disampaikan oleh Ketua MPR RI terkait indikator penguatan umat. Beliau menyampaikan bahwa ciri umat Hindu yang makin kuat adalah jika “dompetnya tambah tebal”.

Pesan kiasan ini disambut antusias, karena mengandung makna kemandirian ekonomi. Dengan kemandirian tersebut, umat Hindu dinilai mampu menghidupi dirinya sendiri, keluarganya, dan pada akhirnya memiliki kapasitas lebih untuk menyelesaikan masalah serta membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan.

Warisan Toleransi dan Apresiasi Mendalam untuk Sulinggih

Lebih jauh, Bapak Ahmad Muzani memberikan penghormatan atas kontribusi nyata peradaban Hindu dalam sejarah Nusantara. Beliau menyebutkan kebesaran Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sebagai warisan leluhur yang membentuk karakter toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap perbedaan yang kini dinikmati oleh bangsa Indonesia.

Di penghujung arahannya, Ketua MPR RI secara khusus memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para Sulinggih, Pandita, dan Pinandita. “Merekalah yang menemani umat ketika susah… ketika senang, dan merekalah yang menengahi umat ketika terjadi bencana dan perselisihan,” puji beliau. Kerja keras para rohaniwan yang seringkali terlupakan ini diakui memiliki kontribusi besar dalam menjaga kerukunan masyarakat di akar rumput.

Semoga harapan Ketua MPR RI agar Mahasabha ke-13 ini membawa kebaikan nyata bagi agama dan bangsa dapat terwujud melalui keputusan-keputusan strategis persidangan.

Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!

Peserta dan Undangan Pembukaan Mahasabha PHDI XIII di Jakarta
Peserta dan Undangan Pembukaan Mahasabha PHDI XIII di Jakarta

FAQ – Pertanyaan Umum

Siapa tokoh negara yang memberikan sambutan kebangsaan utama dalam Pembukaan Mahasabha XIII PHDI?

Sambutan dan arahan kebangsaan tersebut disampaikan secara langsung oleh Ketua MPR RI, Bapak H. Ahmad Muzani.

Bagaimana pandangan Ketua MPR RI terhadap tema Dharma Agama dan Dharma Negara?

Beliau menegaskan bahwa Dharma Agama dan Dharma Negara tidak bisa dipisahkan; negara membutuhkan agama untuk memberikan makna, dan keimanan umat membutuhkan perlindungan dari negara agar keyakinan tersebut selaras dengan tujuan bernegara di bumi Pancasila.

Apa makna kiasan “dompet tambah tebal” yang disampaikan oleh Ketua MPR RI?

Kiasan tersebut merupakan pesan agar umat Hindu membangun kemandirian ekonomi. Dengan ekonomi yang kuat, umat dapat menghidupi dirinya, keluarganya, dan memiliki kemampuan untuk saling gotong royong membantu orang lain yang kesulitan.

Bagaimana apresiasi Ketua MPR RI terhadap peran Sulinggih?

Ketua MPR RI memberikan penghargaan yang luar biasa kepada para Sulinggih (Pandita dan Pinandita) karena pengorbanan mereka yang selalu hadir mendampingi umat dalam kondisi susah, senang, hingga menjadi penengah saat terjadi perselisihan di masyarakat.

Tentang Penulis

Gde Wibisana

Gde Wibisana Singgih Wilasa adalah digital strategist multidisiplin dan full-stack webmaster yang berbasis di Bali. Aktif di industri digital sejak pertengahan 1990-an, ia berspesialisasi dalam SEO dan Generative Engine Optimization (GEO), integrasi AI untuk bisnis, dan ekosistem digital. Saat ini, Gde memimpin perancangan dan pengelolaan berbagai platform digital inovatif, termasuk askgde.com, brodewata.com, media.kemaspkg.com, anagatadmc.com dan hindunesia.news.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Mahasabha IV PSN dari Puskor Hindunesia
Gabung Menjadi Relawan Dharma
Mengenal Hindu Tamil Sumatera Utara
SEKRETARIAT DEWAN NASIONAL
Jl. Kertanegara Gg. Indrapura No.2
Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara,
Kota Denpasar, Bali
Indonesia 80116
Phone : +62 817 975 3936
E-mail : puskor.hindunesia@gmail.com
Website : https://hindunesia.id
Translate »