HUT Ke-3 KDDI: Apresiasi Sinergi Kemanusiaan Puskor Hindunesia dan Kiprah Bapak Ngurah Agung Mulyaharta di Bali
DALUNG, Media Suara Hindunesia — Memasuki usianya yang ke-3 pada tanggal 17 September 2026, Komite Donor Darah Indonesia (KDDI) terus mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan gerakan kemanusiaan di Nusantara. Menyambut hari bersejarah yang mengusung tema agung “Setetes Darah, Sejuta Harapan” ini, Dewan Koordinator Nasional (Dekornas) Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) secara resmi menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa batas dari jajaran pengurus dan relawan KDDI.
Mewakili Keluarga Besar Puskor Hindunesia, Ketua Umum Dekornas menyampaikan ucapan selamat dan rasa terima kasih yang tulus melalui sebuah pesan resmi:
“Terima Kasih atas kolaborasi dan kerjasamanya dengan Puskor Hindunesia. Semoga KDDI semakin maju, terus menginspirasi, dan semakin banyak menebar kebaikan melalui gerakan donor darah demi kemanusiaan.”
Bagi Puskor Hindunesia, gerakan mendonorkan darah merupakan wujud nyata kepedulian untuk kehidupan yang harus terus didukung dan digelorakan.

Sinergi Aksi Nyata: Dari HUT Puskor Hingga Festival Gerbang Nusantara
Hubungan harmonis antara Puskor Hindunesia dan KDDI tidak sebatas formalitas kelembagaan, melainkan telah terjalin erat melalui berbagai kolaborasi strategis di lapangan. Dukungan penuh KDDI senantiasa hadir dalam menyukseskan agenda-agenda besar keumatan Puskor Hindunesia.
Keterlibatan aktif relawan KDDI dalam mengawal aksi kemanusiaan pada perayaan Hari Jadi ke-23 Puskor Hindunesia, serta dedikasi mereka pada perhelatan akbar Festival Gerbang Nusantara, menjadi bukti nyata soliditas kedua lembaga. Sinergi ini memastikan bahwa pelayanan Dharma dan aksi kemanusiaan senantiasa berjalan beriringan untuk menebar manfaat bagi masyarakat luas.

Mengawal Kemanusiaan Nasional dan Kiprah Agung Mulyaharta di Bali
Sebagai sebuah organisasi nasional di bawah kepemimpinan Ir. Edward Napitupulu, KDDI terus konsisten menggalakkan kampanye edukasi donor darah bagi generasi muda serta memperjuangkan apresiasi, seperti Pin Emas dan Satya Lencana, bagi para pendonor darah sukarela yang telah mendonor lebih dari 100 kali.
Di Provinsi Bali, pergerakan KDDI tidak lepas dari tangan dingin sang motor penggerak, Bapak Ngurah Agung Mulyaharta. Sebagai tokoh sentral KDDI Bali dan Bali Blood Donor Community (BBDC), dedikasi beliau tidak perlu diragukan lagi. Beliau telah rutin mendonorkan darahnya sejak usia 18 tahun dengan catatan lebih dari 278 kali donor, sebuah pengabdian yang membuahkan penganugerahan Satya Lencana dari Presiden Joko Widodo pada tahun 2017.

Bagi Bapak Agung Mulyaharta, donor darah adalah laku spiritual yang melampaui sekat suku, ras, maupun agama. Dalam filosofi Hindu, beliau memaknai aktivitas ini sebagai wujud yadnya—sebuah pengorbanan suci dan amal kemanusiaan yang paling tulus.
Melalui wadah KDDI Bali, Bapak Agung tak henti menyuarakan advokasi penting terkait sistem donor darah. Menyoroti angka partisipasi donor darah di Bali yang masih berada di bawah 2% dari total populasi, beliau secara proaktif mendorong pemerintah daerah untuk melakukan sinkronisasi data donor darah dan menekan ego sektoral antarinstansi. Di bawah inisiatifnya, aksi donor darah masif rutin diselenggarakan dengan menggandeng berbagai pihak strategis, mulai dari instansi perbankan seperti Bank Mandiri, BNI, Rumah Sakit Prof Ngoerah, PMI, hingga organisasi masyarakat, guna memastikan ketersediaan kantong darah di Pulau Dewata senantiasa aman.

FAQ – Pertanyaan Umum
KDDI memperingati hari ulang tahunnya yang ke-3 pada tanggal 17 September 2026.
Puskor Hindunesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin, serta mendoakan agar KDDI semakin maju dan terus menginspirasi dalam menebar kebaikan melalui gerakan donor darah.
Motor penggerak utama KDDI di Bali adalah Bapak Ngurah Agung Mulyaharta, seorang pendonor darah sukarela yang telah mendonor lebih dari 278 kali dan penerima Satya Lencana dari Presiden RI tahun 2017.
Beliau memandang donor darah sebagai tindakan kemanusiaan tanpa batas suku atau agama, yang dalam perspektif Hindu dimaknai sebagai wujud yadnya atau pengorbanan suci.
KDDI telah banyak mendukung agenda keumatan Puskor Hindunesia, di antaranya melalui aksi kemanusiaan pada peringatan HUT ke-23 Puskor Hindunesia dan Festival Gerbang Nusantara.













