Sambutan Ketua PHDI di Pembukaan Mahasabha XIII: Seruan Membangun SDM Unggul dan Mengamalkan Panca Satya
Media Suara Hindunesia, Jakarta — Perhelatan agung Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) resmi dibuka pada hari ini, tanggal 8 Oktober. Di tengah kehadiran tamu kehormatan seperti Ketua MPR RI dan Menteri Agama RI, Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Bapak Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menyampaikan sambutan kebangsaan yang sarat akan nilai-nilai luhur Dharma.
Membangun Manusia Indonesia Seutuhnya
Dalam sambutannya, Bapak Wisnu Bawa Tenaya secara tegas memaparkan visi untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya, mencakup keseimbangan rohani dan jasmani. Beliau mengingatkan umat untuk memperkuat iman, takwa, serta sradha bakti (keyakinan dan pengabdian) kepada Ida Sang Hyang Widhi. Secara fisik, umat juga didorong agar berbadan sehat dan berjiwa kuat (mens sana in corpore sano), serta rajin berdoa agar senantiasa diberkati Tuhan.
Untuk merealisasikan visi tersebut, diperlukan kesadaran penuh dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang sadar posisinya sebagai umat manusia di muka bumi. Beliau memegang teguh filosofi Vasudhaiva Kutumbakam. Filosofi ini bermakna satu bumi, satu langit, dan satu udara yang kita hirup bersama; duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi (tat twam asi).
Mengamalkan Pancasila dan Kurikulum Cinta
Selaku purnawirawan jenderal TNI, beliau berpesan agar para tokoh lintas iman tetap kompak dalam mengimplementasikan astacita Presiden, khususnya pada pilar Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Nilai-nilai luhur Pancasila ini harus dipegang erat. “Sila pertama Ketuhanan, bukan kesetanan,” tegas beliau, seraya mengingatkan agar kemanusiaan yang dijalankan adalah kemanusiaan yang beradab, bukan biadab.
Ketua PHDI juga mengajak umat untuk senantiasa mencari solusi atas setiap masalah, mengedepankan semangat berbagi saat meraih keberhasilan, dan bersatu padu layaknya lidi yang diikat kuat (raket tekek sekadi sampat lidi). Beliau turut memberikan dukungan kepada Menteri Agama untuk mensosialisasikan “kurikulum cinta” demi memelihara kerukunan bangsa.

Lima Pedoman Kepemimpinan: Panca Satya
Sebagai pesan kaderisasi bagi generasi penerus dan calon pengurus baru, Bapak Wisnu Bawa Tenaya mengingatkan pentingnya berpegang pada Panca Satya, yang meliputi:
- Satya Hredaya: Mendengarkan suara hati nurani, karena suara hati adalah wujud suara rakyat sekaligus suara Tuhan.
- Satya Wacana: Menjaga perkataan dengan menyadari bahwa “mulutmu harimaumu, lidahmu pedangmu”, sehingga umat harus menghindari ucapan kasar, fitnah, maupun kebohongan.
- Satya Semaya: Memegang komitmen teguh dan selalu menepati janji yang telah dibuat.
- Satya Laksana: Melakukan upaya dan tindakan terbaik (do the best) tanpa menjadi sombong (ajum), serta bertindak nyata di lapangan dan tidak hanya pandai berteriak-teriak.
- Satya Mitra: Memperbanyak persahabatan (mencari kawan sebanyak-banyaknya) dan senantiasa menjaga diri agar tidak mau diadu domba.
Menutup arahannya, Bapak Wisnu Bawa Tenaya berharap besar agar rangkaian musyawarah dalam Mahasabha ini berjalan dengan mengedepankan mufakat. Beliau berpesan agar figur manapun yang kelak diberikan amanat untuk memimpin Sabha Pandita (Dharma Adhyaksa), Sabha Walaka, maupun Pengurus Harian, harus didukung bersama demi menegakkan kemajuan umat Hindu dengan baik.
Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!
FAQ – Pertanyaan Umum
Sambutan tersebut disampaikan langsung oleh Bapak Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya selaku Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat.
Beliau menekankan perlunya pembangunan keseimbangan rohani dan jasmani berlandaskan filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, yang memandang bahwa seluruh umat manusia bersaudara dan hidup setara di bawah satu bumi dan satu langit.
Kelima pedoman tersebut adalah Satya Hredaya (mendengarkan suara hati), Satya Wacana (menjaga perkataan), Satya Semaya (selalu menepati janji), Satya Laksana (berbuat tindakan terbaik tanpa menjadi sombong), dan Satya Mitra (mencari teman dan menolak diadu domba).
Beliau berharap proses pemilihan kepengurusan mengedepankan musyawarah mufakat, serta mengharapkan seluruh umat bersatu padu mendukung siapa pun pengurus dan pimpinan yang akan terpilih nanti.
















