Dinamika Hari Kedua Mahasabha XIII: LPJ Diterima, Puskor Hindunesia Soroti Kinerja dan Tegaskan Netralitas
Media Suara Hindunesia, Jakarta — Perhelatan agung Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang berlangsung di Jakarta terus bergulir. Memasuki hari kedua persidangan pada 9 Oktober 2026, suasana musyawarah dilaporkan mulai menghangat, khususnya ketika memasuki tahap pembahasan di komisi-komisi.
Meski tensi diskusi mulai memanas, agenda penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) rupanya berjalan dengan cukup lancar. Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, yang hadir langsung mengawal jalannya persidangan, menyampaikan bahwa LPJ dari jajaran pengurus demisioner, baik dari Sabha Walaka maupun Sabha Pandita, dapat diterima oleh peserta.
“Tidak terlalu banyak yang menolak, artinya tidak terlalu banyak ada hal yang kontroversial, jadi semua menerima,” ungkap Ida Bagus K Susena pada saat diwawancarai oleh tim media (Gde Wibisana).

Kelancaran tersebut dinilai tidak lepas dari laporan keuangan yang dianggap wajar. Menurut Ketua Umum Puskor Hindunesia, tidak ada hal yang mencolok dari sisi sumber pemasukan maupun pengeluaran organisasi, sehingga secara finansial tidak ada masalah yang berarti. Namun demikian, beliau memberikan catatan kritis bahwa rekam jejak kegiatan keumatan selama periode kepengurusan sebelumnya dirasa masih belum maksimal.
Sorotan Kritis: Perpecahan dan Penurunan Kinerja
Di balik lancarnya sidang LPJ, terdapat evaluasi krusial yang mengemuka dalam pandangan umum para peserta. Isu mengenai konflik dan perpecahan internal di tubuh umat masih menjadi pekerjaan rumah terbesar.
Ketua Umum Puskor Hindunesia menyoroti secara tajam bahwa kinerja rata-rata Parisada mengalami penurunan yang signifikan justru karena perpecahan yang masih terus terjadi di tingkat bawah. Fakta ini menegaskan bahwa Mahasabha XIII memiliki beban berat untuk tidak sekadar memilih pengurus baru, tetapi wajib melakukan rekonsiliasi total.

Menjaga Jarak dari Pusaran Suksesi: Puskor Hindunesia Pilih Netral
Menjelang akhir Agenda Mahasabha XIII hari kedua ini, dinamika suksesi kepemimpinan semakin mengerucut. Berdasarkan pandangan umum dari masing-masing utusan, saat ini telah mengemuka dua nama kandidat kuat, di mana salah satunya dikabarkan lebih unggul.
Menyikapi persaingan figur tersebut, Puskor Hindunesia mengambil sikap tegas untuk menjaga independensi lembaga. Organisasi menolak untuk ikut campur atau terbawa arus politik praktis dalam dukung-mendukung calon tertentu.
“Kita tidak boleh menyebutkan yang mana. Kita pada posisi netral, jangan sampai memihak salah satu kandidat,” tegas Ketua Umum Puskor Hindunesia. Mengakhiri keterangannya, beliau juga berpesan kepada seluruh elemen keumatan, termasuk awak media, agar tetap menjaga objektivitas.
Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!
FAQ – Pertanyaan Umum
Memasuki hari kedua, suasana persidangan dilaporkan mulai memanas, terutama saat memasuki pembahasan dan perdebatan di tingkat komisi-komisi.
Ya, LPJ dari jajaran pengurus demisioner, termasuk Sabha Walaka dan Sabha Pandita, diterima oleh peserta karena dinilai tidak ada hal yang kontroversial, terutama terkait laporan keuangan yang dianggap normal.
Puskor Hindunesia menyoroti kinerja kegiatan Parisada yang dinilai belum maksimal serta menggarisbawahi isu konflik dan perpecahan di tingkat bawah yang menyebabkan penurunan kinerja lembaga secara signifikan.
Menghadapi dua kandidat yang mengemuka, Puskor Hindunesia menyatakan sikap netral dan proporsional. Organisasi menolak untuk memihak secara tendensius demi menjaga objektivitas dan independensi perjuangan umat
















