Menko Zulkifli Hasan Tekankan Swasembada Pangan di Pembukaan Agrinex Expo 2026, Kadin dan Pelaku Usaha Dukung Penuh
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, MM, menegaskan pentingnya swasembada pangan sebagai kehormatan bangsa dalam pembukaan Agrinex Expo 2026. Acara yang digelar sebagai etalase agribisnis Indonesia ini dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah, pelaku usaha, serta Ketua Umum Dewan Koordinator Nasional Pusat Komunikasi Hindunesia (Dekornas Puskor Hindunesia).
Ketua Panitia Agrinex Expo 2026, Rifda Amarina, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kembali pameran ini setelah sempat terhenti selama lima tahun akibat pandemi COVID-19. Agrinex Expo yang pertama kali digelar pada 2007 kembali hadir di tengah persaingan ketat event sejenis yang digelar pada bulan yang sama.
“Kami menghadapi tantangan besar karena bersifat self-support, sementara event lain mendapat dukungan APBN. Namun kami tetap berkomitmen memajukan sektor agribisnis dan UMKM,” ujar Rifda Amarina.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan tiga pilar utama Kadin dalam menghadapi situasi ekonomi saat ini, yakni Challenges, Competitiveness, dan Care.
Menurut Anindya, Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5 persen dan menuju 6 persen, jauh dari kondisi krisis. Ia juga mendorong revisi Undang-Undang Kadin yang telah berusia 39 tahun agar lebih fokus pada UMKM, petani, dan nelayan.

Dalam pidato utamanya, Menko Zulkifli Hasan menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan. Ia memaparkan data impor tahun 2024 yang mencakup 4,5 juta ton beras, 13 juta ton gandum, 6 juta ton gula, 1 juta ekor sapi, serta 3–4 juta ton kedelai.
“Tidak mungkin suatu bangsa menjadi maju jika untuk makan saja masih bergantung pada negara lain. Swasembada pangan adalah kehormatan bagi bangsa Indonesia,” tegas Zulkifli Hasan.
Ia menjelaskan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah, antara lain penyederhanaan aturan pupuk dari 145 menjadi hanya 3 aturan, perbaikan irigasi, serta kenaikan harga gabah menjadi Rp6.000 per kilogram tanpa syarat. Hasilnya, pada 2025 Indonesia berhasil mencatatkan surplus beras 4,2 juta ton dan tidak lagi mengimpor beras.

Nilai tukar petani padi juga meningkat dari 116 menjadi 131. Sementara nilai tukar nelayan yang sebelumnya hanya 103 pada 2025, naik menjadi 108 di 2026, dengan target 120 pada tahun depan.
Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya penguatan UMKM melalui penurunan bunga kredit menjadi maksimal 8 persen, serta peran Koperasi Desa (Kopdes) sebagai infrastruktur penyaluran bantuan bersubsidi.
Kehadiran Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia dalam pembukaan Agrinex Expo 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan komunitas terhadap penguatan sektor pangan dan UMKM nasional. Kehadiran tersebut memperlihatkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian pangan Indonesia.
Agrinex Expo 2026 diharapkan menjadi momentum bagi para pelaku usaha agribisnis untuk memperkuat jejaring, meningkatkan daya saing, serta mendukung agenda swasembada pangan nasional.

FAQ – Pertanyaan Umum
Apa itu Agrinex Expo 2026?
Agrinex Expo adalah pameran agribisnis yang pertama kali digelar pada 2007. Tahun 2026 menjadi ajang etalase produk dan inovasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan UMKM terkait.
Siapa saja tokoh penting yang hadir di pembukaan Agrinex Expo 2026?
Menko Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Ketua Panitia Rifda Amarina, serta Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia.
Apa pesan utama Menko Zulkifli Hasan dalam acara tersebut?
Menko Zulkifli Hasan menekankan bahwa swasembada pangan adalah kehormatan bangsa dan syarat penting agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.
Apa hasil nyata kebijakan pangan pemerintah yang disampaikan?
Pada 2025 Indonesia berhasil surplus beras 4,2 juta ton dan tidak lagi mengimpor beras. Nilai tukar petani padi naik menjadi 131.
Bagaimana keterkaitan Agrinex Expo dengan UMKM?
Seluruh rantai pasok program makanan bergizi (MBG) dan sektor pertanian diarahkan melibatkan UMKM. Bunga kredit UMKM juga dibatasi maksimal 8 persen.














