Simakrama Puskor Indonesia dengan Tokoh Hindu Jawa Barat: Rajut Sinergi dan Perkuat Jaringan Relawan Dharma
BANDUNG, Media Suara Hindunesia — Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Indonesia) kembali melakukan langkah nyata dalam merajut persatuan dan memberdayakan umat Hindu di Nusantara. Pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, organisasi keumatan ini sukses menggelar kegiatan sosialisasi dan simakrama bersama para tokoh Hindu di Jawa Barat. Bertempat di Sekretariat Kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Barat, pertemuan ini menjadi katalisator penting untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi lintas lembaga, serta mendorong konsolidasi gerakan Relawan Dharma secara masif di tanah Pasundan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dialog terbuka ini dihadiri oleh sejumlah representasi krusial komponen umat Hindu. Tampak hadir perwakilan PHDI Provinsi Jawa Barat, Ketua Prajapati Jawa Barat, Klian Banjar Suku Duka Kota Cimahi, serta tokoh masyarakat dari Kota Cimahi dan wilayah strategis lainnya di Jawa Barat. Kehadiran berbagai elemen ini membuktikan tingginya antusiasme dan kerinduan umat akan wadah koordinasi yang inklusif.
Puskor Indonesia sebagai Rumah Bersama Umat Hindu
Simakrama dibuka secara langsung oleh Ketua Umum Dekornas Puskor Indonesia, Dr. H.C. Ida Bagus Ketut Susena, S.Kom. Dalam pemaparannya yang komprehensif, beliau menguraikan napak tilas sejarah perjalanan, filosofi keberadaan, hingga visi strategis arah gerakan Puskor Indonesia.
Beliau memberikan penegasan tajam bahwa Puskor dibangun murni sebagai wadah koordinasi yang menjembatani berbagai potensi, sumber daya, dan komponen umat Hindu untuk bersama-sama mencari jalan keluar atas beragam problematika keumatan. Puskor sama sekali tidak dimaksudkan sebagai organisasi yang membatasi ruang gerak hierarkis, melainkan tampil sebagai ruang bersama yang terbuka dan memerdekakan.
“Puskor Indonesia adalah milik seluruh umat Hindu. Kita ingin membangun wadah yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan umat. Di mana pun umat Hindu berada dan apa pun organisasi atau profesi yang digelutinya, semuanya tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam gerakan Dharma,” tegas sosok pelopor Relawan Dharma tersebut di hadapan para tokoh Hindu Jawa Barat.

Dialog Interaktif, Serap Aspirasi, dan Tindak Lanjut Daerah
Pasca pemaparan visi dan misi, kegiatan mencair ke dalam sesi dialog interaktif yang sangat dinamis antara Ketua Umum Dekornas dan para pemuka umat. Diskusi membedah berbagai aspek manajerial organisasi, tantangan faktual kehidupan sosial umat Hindu di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, serta formulasi peluang kerja sama lintas komponen demi memaksimalkan pelayanan pengabdian.
Tanggapan positif mengalir deras dari para tokoh yang hadir. Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dan mengembangkan sayap jaringan Puskor di Jawa Barat, dengan tetap menjaga harmoni dan etika sinergi bersama organisasi majelis seperti PHDI maupun lembaga keumatan lainnya.
Berbagai kendala dan temuan lapangan yang dihadapi umat Hindu di Jawa Barat ditampung langsung oleh Ketua Umum. Aspirasi berharga ini akan segera dikoordinasikan secara intensif bersama Ketua Dekornas Wilayah (Dekorwil) Puskor Indonesia Provinsi Jawa Barat, Anak Agung Jelantik, yang saat simakrama berlangsung tengah menjalankan tugas pekerjaan di Kalimantan. Sinergi pusat dan daerah ini diyakini akan mempercepat tindak lanjut atas kebutuhan riil umat di tataran akar rumput.

Ekspansi Jaringan dan Implementasi Enam Pilar Dharma
Salah satu resolusi penting yang lahir dari simakrama malam itu adalah komitmen kolektif untuk mendorong pembentukan jaringan Puskor Indonesia hingga merata ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat yang telah memiliki kepengurusan Parisada. Ekspansi ini akan mengedepankan spirit gotong royong dan asas saling melengkapi (saling asah, asih, asuh).
Puskor Indonesia menempatkan “Keluarga Relawan Dharma” sebagai fondasi utama pergerakannya. Konsep ini membuka keran partisipasi yang sangat luas. Pengabdian umat tidak hanya diukur dari kesediaan menjadi pengurus struktural, melainkan dapat diwujudkan secara nyata melalui berbagai pilar strategis gerakan Puskor Indonesia yang disesuaikan dengan minat dan profesi masing-masing individu, yakni:
- Manarma (Manawa Dharma): Pelayanan sosial dan kemanusiaan.
- Warma (Waisya Dharma): Penguatan jaringan dan kemandirian ekonomi umat.
- Derma (Dermawan Dharma): Pengembangan dan tata kelola budaya dana punia.
- Bhima (Bala Hindu Dharma): Pengabdian bakti, soliditas, dan dukungan pengamanan kegiatan umat.
- Wanarma (Yowana Dharma): Pembinaan, edukasi, dan regenerasi kepemimpinan generasi muda Hindu.
- Nitama (Wanita Dharma): Pemberdayaan dan perlindungan perempuan Hindu.
- Sastra Dharma: Pusat penelitian, literasi, pelestarian, dan pembelajaran tradisi leluhur Nusantara.

Pertemuan strategis di Kota Kembang ini menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk mempererat relasi Puskor Indonesia dengan tokoh-tokoh Hindu Jawa Barat. Dengan semangat Bangga, Bangkit, Bangun. Jaya Hindunesia!!!, Puskor terus berkomitmen menghadirkan ekosistem kolaborasi yang kokoh demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan umat Hindu di seluruh penjuru Nusantara.
FAQ – Pertanyaan Umum
Agenda utamanya adalah menyelenggarakan sosialisasi dan simakrama dengan para tokoh Hindu di Jawa Barat guna memperkuat komunikasi, membangun sinergi lintas kelembagaan, serta menyerap aspirasi riil dari umat di daerah.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dekornas Puskor Indonesia Dr. H.C. Ida Bagus Ketut Susena, S.Kom., perwakilan PHDI Provinsi Jawa Barat, Ketua Prajapati Jawa Barat, Klian Banjar Suku Duka Kota Cimahi, serta berbagai tokoh masyarakat Hindu se-Jawa Barat.
Aspirasi yang terkumpul akan dikoordinasikan dengan Ketua Dekorwil Jawa Barat, Anak Agung Jelantik. Selain itu, disepakati pula komitmen bersama untuk mendorong pembentukan jaringan Relawan Dharma Puskor Indonesia hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat.
Umat dapat berkontribusi secara fleksibel menjadi Relawan Dharma sesuai dengan profesi dan keahliannya melalui pilar-pilar gerakan Puskor, seperti Manarma (sosial), Warma (ekonomi), Wanarma (pemuda), Bhima (pengamanan), Nitama (perempuan), Derma (dana punia), dan Sastra Dharma (literasi/pendidikan).















