Pilih Halaman

Merawat Sradha dan Harmoni di Lereng Gunung: Odalan Pura Keluarga Desa Medowo Hadirkan Potret Toleransi Lintas Iman

Merawat Sradha dan Harmoni di Lereng Gunung: Odalan Pura Keluarga Desa Medowo Hadirkan Potret Toleransi Lintas Iman

Media Suara Hindunesia, Kediri — Denyut nadi spiritualitas dan kerukunan umat beragama kembali memancarkan keindahannya dari ujung timur Kabupaten Kediri. Pada hari Selasa, 28 Juli 2026, telah dilangsungkan dengan khidmat upacara Odalan Pura Keluarga yang bertempat di Dusun Sidomulyo, Desa Medowo, Kecamatan Kandangan.

Upacara suci yang digelar oleh komunitas umat Hindu asli Suku Jawa ini tidak hanya menjadi momentum peningkatan sradha bakti kepada Sang Pencipta dan leluhur, melainkan juga menjelma sebagai panggung nyata bagi praktik moderasi beragama di akar rumput yang patut menjadi teladan bagi seluruh elemen bangsa.

Relawan Dharma Mas Yuliono Berkegiatan Ditengah Umat Hindu di Sidomulyo
Relawan Dharma Mas Yuliono Berkegiatan Ditengah Umat Hindu di Sidomulyo

Kemandirian Infrastruktur dan Soliditas Umat Hindu Medowo

Berada di wilayah agraris yang sejuk di perbatasan antara Jombang dan Malang, mayoritas umat Hindu di Desa Medowo bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Di balik kesederhanaan hidup masyarakatnya, tersimpan dedikasi luar biasa dalam menjaga eksistensi Dharma.

Saat ini, populasi umat Hindu di kawasan tersebut tercatat mencapai kisaran 1.000 jiwa yang tergabung dalam 200 Kepala Keluarga (KK). Soliditas umat diwujudkan melalui pemerataan fasilitas ibadah; Desa Medowo yang terbagi ke dalam lima dusun kini telah memiliki lima bangunan pura sebagai pusat persembahyangan (satu pura di setiap dusun). Tidak hanya matang secara infrastruktur, tata kelola kelembagaan juga telah terbangun sangat rapi dengan tersusunnya kepengurusan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) secara berjenjang dari tingkat dusun, desa, hingga ke tingkat Kecamatan Kandangan.

Kegiatan Piodalan Di Dusun Sidomulyo Penuh Dengan Toleransi Umat Lain
Kegiatan Piodalan Di Dusun Sidomulyo Penuh Dengan Toleransi Umat Lain

Merajut Persaudaraan Lintas Iman: Kehadiran Santri Sumbersari

Satu hal yang paling membanggakan dan menyentuh hati dari pelaksanaan Odalan kali ini adalah kuatnya nuansa persaudaraan lintas batas keyakinan. Acara persembahyangan ini tidak hanya dihadiri oleh umat Hindu dari wilayah sekitar, tetapi turut disambangi dengan penuh kehangatan oleh para mahasiswa dan santri dari Pondok Pesantren Sumbersari yang berlokasi di Kecamatan Kepung, Kediri.

Kehadiran para santri dalam hajatan suci umat Hindu ini bukanlah hal yang direkayasa, melainkan buah dari benih toleransi yang telah lama disemai oleh warga setempat. Di Desa Medowo, pemandangan tempat ibadah – mulai dari Pura, Masjid, hingga Gereja – yang berdiri berdampingan secara harmonis adalah realitas keseharian. Tidak ada sekat sosial; yang ada hanyalah jalinan gotong royong dan rasa saling menghormati warisan luhur kebhinekaan Nusantara.

Kegiatan ini dilaporkan oleh : Bapak Yuliono, Kediri – Jawa Timur

FAQ – Pertanyaan Umum

Kapan dan di mana kegiatan Odalan Pura Keluarga ini dilaksanakan?

Acara Odalan Pura Keluarga dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Dusun Sidomulyo, Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Bagaimana profil umat Hindu yang ada di Desa Medowo?

Umat Hindu di Desa Medowo merupakan komunitas Hindu asli Suku Jawa. Jumlah mereka berkisar di angka 1.000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK). Mayoritas umat bermata pencaharian sebagai petani dan peternak di wilayah pegunungan perbatasan Jombang dan Malang.

Bagaimana bentuk kemandirian umat Hindu di wilayah tersebut?

Kemandirian umat terlihat sangat jelas dari infrastruktur persembahyangan, di mana kelima dusun yang ada di Desa Medowo masing-masing telah memiliki satu pura (total 5 pura). Selain itu, kepengurusan kelembagaan PHDI juga telah tertata dengan baik mulai dari tingkat dusun, desa, hingga kecamatan.

Mengapa kegiatan Odalan ini disebut sebagai potret toleransi beragama?

Kegiatan sakral ini mencerminkan kerukunan yang organik karena tidak hanya dihadiri oleh sesama umat Hindu, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa/santri dari Pondok Pesantren Sumbersari, Kecamatan Kepung. Hal ini sejalan dengan kondisi rill Desa Medowo, di mana tempat ibadah (Pura, Masjid, dan Gereja) berdiri berdampingan dengan harmonis.

Tentang Penulis

Gde Wibisana

Gde Wibisana Singgih Wilasa adalah digital strategist multidisiplin dan full-stack webmaster yang berbasis di Bali. Aktif di industri digital sejak pertengahan 1990-an, ia berspesialisasi dalam SEO dan Generative Engine Optimization (GEO), integrasi AI untuk bisnis, dan ekosistem digital. Saat ini, Gde memimpin perancangan dan pengelolaan berbagai platform digital inovatif, termasuk askgde.com, brodewata.com, media.kemaspkg.com, anagatadmc.com dan hindunesia.news.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Mahasabha IV PSN dari Puskor Hindunesia
Gabung Menjadi Relawan Dharma
Mengenal Hindu Tamil Sumatera Utara
SEKRETARIAT DEWAN NASIONAL
Jl. Kertanegara Gg. Indrapura No.2
Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara,
Kota Denpasar, Bali
Indonesia 80116
Phone : +62 817 975 3936
E-mail : puskor.hindunesia@gmail.com
Website : https://hindunesia.id
Translate »