Hindunesia Zoom Juni 2026: Mengenal Hindu Wiwitan, Memperkuat Pemahaman Hindu Nusantara
Suara Hindunesia (Denpasar, 21 Juni 2026) Program rutin Hindunesia Zoom tiap dia minggu kembali mendapat sambutan luar biasa dari peserta di berbagai daerah di Indonesia. Mengangkat tema “Mengenal Hindu Wiwitan”, kegiatan yang berlangsung pada Minggu malam, 21 Juni 2026, menjadi ruang pembelajaran sekaligus ajang anjangsana bagi pegiat, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerhati Hindu Nusantara.
Acara yang dimulai pukul 18.30 WITA ini dibuka oleh Ida Bagus K. Susena selaku Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Puskor Hindunesia sebagai wadah yang mempertemukan berbagai tradisi dan ekspresi keagamaan Hindu yang tumbuh dan berkembang di Nusantara.
Menurutnya, keberagaman tradisi yang ada bukanlah sesuatu yang memisahkan, melainkan menjadi kekayaan spiritual yang harus dipelajari dan dihargai bersama.
“Hindu Nusantara memiliki wajah yang beragam. Setiap daerah memiliki sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang unik. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa keberagaman tersebut justru memperkuat persaudaraan dan memperkaya pemahaman kita terhadap ajaran dharma,” ungkap Ida Bagus K. Susena.
Beliau juga mengapresiasi semangat peserta yang terus aktif mengikuti berbagai kegiatan Hindunesia Zoom dari waktu ke waktu.
Selanjutnya, kata pengantar disampaikan oleh Prof. Nyoman Yoga Segara. Dalam pengantarnya, Prof. Nyoman Yoga Segara menjelaskan bahwa kajian mengenai Hindu Wiwitan menjadi penting karena merupakan bagian dari perjalanan sejarah dan perkembangan spiritual masyarakat Nusantara.
Beliau menekankan bahwa pemahaman terhadap akar budaya dan tradisi lokal akan membantu generasi masa kini melihat Hindu secara lebih luas dan kontekstual.
“Hindu di Nusantara tidak lahir dalam ruang kosong. Ia tumbuh bersama budaya masyarakat, beradaptasi dengan lingkungan, dan melahirkan berbagai bentuk ekspresi spiritual yang khas. Beliau mengenalkan Indonesia Mawa cara, artinya umat Hindu di Indonesia memiliki keunikan dan cara masing-masing dalam beragama Hindu, karena Hindu Sanatana Dharma, tidak ada awal dan akhirnya serta selalu abadi. Karena itu, mengenal Hindu Wiwitan berarti mengenal salah satu bagian penting dari mozaik besar peradaban Nusantara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Nyoman Yoga Segara mengajak seluruh peserta untuk terus membuka ruang dialog dan kajian ilmiah agar warisan pengetahuan leluhur tidak hilang ditelan zaman.
Materi utama kemudian disampaikan oleh Arinita Sandra, S.H., M.Hum. Dengan penyampaian yang komunikatif dan didukung berbagai referensi, Arinita Sandra menguraikan sejarah, nilai-nilai filosofis, perkembangan, serta dinamika Hindu Wiwitan dalam kehidupan masyarakat.
Beliau menjelaskan bahwa Hindu Wiwitan tidak hanya dapat dipahami sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang mengandung nilai-nilai penghormatan terhadap alam, leluhur, dan keseimbangan kehidupan.
“Hindu Wiwitan mengajarkan hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan kekuatan ilahi. Nilai-nilai tersebut sesungguhnya masih sangat relevan dalam kehidupan modern saat ini, terutama ketika masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan,” paparnya.
Penjelasan yang mendalam tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta. Banyak peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai sejarah dan keberadaan komunitas-komunitas Hindu Nusantara yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas.
Jalannya diskusi dipandu oleh I Gusti Agung Jelantik sebagai moderator. Dengan gaya yang hangat dan komunikatif, beliau mampu menjaga dinamika diskusi sehingga berlangsung tertib, hidup, dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Agung Jelantik menyampaikan bahwa forum seperti Hindunesia Zoom memiliki peran penting dalam membangun jejaring pengetahuan antarwilayah.
“Forum ini bukan sekadar ruang bertanya dan menjawab, tetapi juga ruang berbagi pengalaman hidup. Dari berbagai cerita yang disampaikan peserta, kita dapat melihat betapa kayanya praktik dan tradisi Hindu yang berkembang di Nusantara,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara. Peserta dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga wilayah Indonesia Timur secara bergantian menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan pengalaman yang mereka temui di daerah masing-masing.
Berbagai kisah mengenai tradisi lokal, pelestarian budaya leluhur, tantangan regenerasi, hingga upaya memperkenalkan Hindu Nusantara kepada generasi muda menjadi bagian menarik dalam diskusi malam itu. Suasana yang penuh keakraban membuat dialog berlangsung cair dan saling memperkaya wawasan.
Meskipun agenda resmi dijadwalkan berakhir pada pukul 20.30 WITA, tingginya antusiasme peserta menyebabkan sesi diskusi berlanjut hingga sekitar pukul 22.00 WITA. Tidak sedikit peserta yang masih ingin berbagi pengalaman dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Kegiatan Hindunesia Zoom bulan Juni 2026 ini menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap kajian Hindu Nusantara terus berkembang. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarumat dan komunitas Hindu dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan semangat belajar bersama dan saling menghormati keberagaman, Hindunesia diharapkan terus menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai tradisi, pengetahuan, dan pengalaman spiritual yang tumbuh di bumi Nusantara.
Kesimpulan Hindunesia Zoom Juni 2026 :
Kegiatan Hindunesia Zoom bertema “Mengenal Hindu Wiwitan” yang diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026, berlangsung dengan sukses dan mendapat respons yang sangat positif dari peserta di seluruh Nusantara. Melalui pemaparan materi yang mendalam oleh Arinita Sandra, S.H., M.Hum., serta arahan dan pandangan yang disampaikan oleh Ida Bagus K. Susena dan Prof. Nyoman Yoga Segara, peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai Hindu Wiwitan sebagai bagian dari kekayaan spiritual dan budaya Hindu Nusantara.
Diskusi yang dipandu oleh I Gusti Agung Jelantik berlangsung dinamis, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan. Beragam pengalaman dan perspektif yang dibagikan peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa nilai-nilai Hindu Nusantara masih hidup dan berkembang dalam berbagai bentuk tradisi lokal yang patut dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Antusiasme peserta yang membuat acara berlangsung hingga pukul 22.00 WITA menjadi bukti nyata tingginya minat masyarakat terhadap kajian Hindu Nusantara. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, memperluas jaringan antar komunitas, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya dan spiritual leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Dengan demikian, Hindunesia Zoom kembali membuktikan perannya sebagai ruang edukasi, dialog, dan penguatan nilai-nilai Hindu Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan. (NAS)
#Puskor_Hindunesia
#Bangga_Bangkit_Bangun
#Jaya_Hindunesia
#Peka_Tanggap_Solusi.














Trackback/Pingback