Merawat Masa Depan Umat: Ketua Umum Puskor Hindunesia Restui Prosesi Metatah Anak Asuh Panti Tatwam Asi
DENPASAR, Media Suara Hindunesia — Komitmen Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) dalam membina sumber daya umat sedari dini kembali diwujudkan dalam langkah nyata. Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia hadir langsung menyaksikan sekaligus memberikan restu dalam rangkaian upacara Metatah (Potong Gigi) bagi anak-anak asuh Panti Asuhan Hindu Tatwam Asi Denpasar.
Prosesi Manusa Yadnya yang sakral ini difasilitasi dengan penuh ketulusikhlasan oleh Griya Puniawati Kedaton, Denpasar, di bawah asuhan Ida Pedanda Gede Ketut Peling. Pelaksanaan yadnya ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang mempertautkan kasih sayang antar sesama umat dalam bingkai Dharma.

Melalui Mekekeb hingga Pengendalian Sad Ripu
Rangkaian prosesi pendewasaan ini tidak dilakukan secara instan. Sejak semalam sebelumnya, anak-anak asuh telah menjalani prosesi Mekekeb (pingitan). Mereka dipingit di ruang khusus untuk menenangkan pikiran dan menyucikan diri sebelum menghadapi prosesi puncak esok paginya.
Upacara Metatah atau Mepandes memegang peranan esensial bagi umat Hindu, khususnya sebagai sarana mengendalikan Sad Ripu—enam musuh atau sifat buruk yang bersemayam di dalam diri manusia. Dengan dikikirnya enam gigi seri dan taring rahang atas, anak-anak asuh Panti Asuhan Tatwam Asi ini diharapkan dapat mengendalikan gejolak masa muda dan tumbuh menjadi Putra Suputra, generasi penerus kebanggaan umat yang berbudi pekerti luhur.

Sinergi Visi Misi Puskor Hindunesia: Mewujudkan Umat yang Jagadhita
Sebagai salah satu dari 16 lembaga panti asuhan yang berada di bawah koordinasi Puskor Hindunesia, keberlangsungan pembinaan anak-anak di Panti Asuhan Tatwam Asi sejalan dengan cetak biru pergerakan organisasi. Keterlibatan aktif ini merupakan bentuk nyata implementasi pilar MANARMA (Manawa Dharma) yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, serta WANARMA (Yowana Dharma) yang berfokus mengayomi pemuda dan regenerasi kepemimpinan Hindu.
Lebih jauh, pendampingan terhadap anak-anak panti asuhan ini merupakan wujud pengejawantahan dari visi mulia Puskor Hindunesia, yakni terwujudnya Hindunesia yang Santih (damai), Kertha (berkeadilan), dan Jagadhita (sejahtera). Visi ini terus diupayakan melalui gerakan solidaritas sosial dan pemberdayaan sumber daya Hindu untuk memastikan tegaknya implementasi ajaran Tri Hita Karana di Nusantara.

Puskor Hindunesia berharap agar kegiatan pembinaan umat semacam ini terus berkelanjutan. Organisasi juga memanggil keterlibatan aktif para Relawan Dharma (Radhar) untuk terus hadir menjadi pelayan Dharma yang tulus ikhlas, pekerja sosial kemasyarakatan, serta penyebar kesadaran di akar rumput.
Ketua Umum Dekornas secara khusus menyampaikan rasa syukur (astungkara) atas kelancaran seluruh rangkaian upacara. Penghargaan setinggi-tingginya dialamatkan kepada keluarga besar Griya Puniawati Kedaton yang telah memfasilitasi upacara ini, serta apresiasi mendalam kepada seluruh pengurus panti yang tanpa kenal lelah membimbing anak-anak asuh hingga mereka mampu melengkapi proses kehidupan spiritualnya secara paripurna.

Apresiasi untuk Griya Puniawati dan Pengurus Panti
Sebagai salah satu dari 16 lembaga panti asuhan yang berada di bawah koordinasi Puskor Hindunesia, keberlangsungan pembinaan anak-anak di Panti Asuhan Tatwam Asi terus menjadi perhatian utama.
Ketua Umum Dekornas secara khusus menyampaikan rasa syukur (astungkara) atas kelancaran seluruh rangkaian upacara. Penghargaan setinggi-tingginya juga dialamatkan kepada keluarga besar Griya Puniawati Kedaton yang telah membuka pintu pasraman dan memfasilitasi upacara ini. Tidak lupa, apresiasi mendalam diberikan kepada seluruh pengurus panti yang tanpa kenal lelah terus membimbing anak-anak asuh hingga mereka mampu melengkapi proses kehidupan spiritualnya secara paripurna.
Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!
FAQ – Pertanyaan Umum
Panti Asuhan Tatwam Asi adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) berbasis Hindu di Denpasar dan merupakan salah satu dari 16 panti asuhan yang berkoordinasi langsung dengan program sosial Puskor Hindunesia.
Metatah atau potong gigi adalah upacara pendewasaan yang bertujuan untuk mengendalikan Sad Ripu (enam sifat buruk manusia) agar anak tumbuh menjadi Putra Suputra yang berbudi luhur.
Prosesi upacara sakral ini difasilitasi dengan penuh ketulusan oleh angga Griya Puniawati Kedaton, yang bernaung di bawah asuhan Ida Pedanda Gede Ketut Peling di Denpasar.
Pendampingan panti asuhan ini merupakan implementasi dari pilar MANARMA (Sosial Kemanusiaan) dan WANARMA (Pemuda & Regenerasi) guna mewujudkan masyarakat Hindu yang Santih, Kertha, dan Jagadhita berlandaskan Tri Hita Karana.
















