Pilih Halaman

Ketua Umum PHDI Pusat Kunjungi Pasraman Astika Dharma: Perkuat Komitmen Bangun Generasi Hindu UnggulOleh: Romo Kasmadi | Media Suara Hindunesia

Ketua Umum PHDI Pusat Kunjungi Pasraman Astika Dharma: Perkuat Komitmen Bangun Generasi Hindu UnggulOleh: Romo Kasmadi | Media Suara Hindunesia

KARANGASEM – MEDIA SUARA HINDUNESIA. Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat masa bakti 2026–2031, Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa, melakukan kunjungan ke Pasraman Widyalaya Astika Dharma yang berlokasi di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (24/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan PHDI Pusat terhadap pengembangan pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Hindu yang tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing pada masa depan.

Kegiatan tersebut berlangsung setelah I Nyoman Cantiasa mengikuti upacara Mejaya-Jaya bersama jajaran pengurus PHDI Pusat dan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat di Pura Agung Besakih. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sekretaris Jenderal PHDI Pusat I Nyoman Gde Agus Asrama, Wakil Sekretaris Jenderal Wayan Jondra, serta Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik, Ida Bagus Alit Wiratmaja. Kehadiran para pimpinan organisasi keagamaan Hindu tersebut mencerminkan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda Hindu, khususnya anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Kepala Sekolah Pasraman Widyalaya Astika Dharma, I Ketut Suena, menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut berada di bawah naungan yayasan dan panti asuhan yang didirikan oleh Gede Pasek Suardika pada tahun 2015. Pendirian pasraman ini berawal dari kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi sebagian masyarakat Hindu yang masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh akses pendidikan yang layak. Melalui lembaga tersebut, anak-anak dari keluarga kurang mampu diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan dan potensi dirinya.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Berfoto Bersama Yowana Dharma Pasraman
Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Berfoto Bersama Yowana Dharma Pasraman

Menurut Suena, Pasraman Widyalaya Astika Dharma tidak hanya mengutamakan pendidikan akademik, tetapi juga berupaya membentuk kepribadian peserta didik melalui pembinaan nilai-nilai agama Hindu, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan hidup. Pendidikan dipandang sebagai sarana penting untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda Hindu untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Saat ini, jumlah peserta didik di Pasraman Widyalaya Astika Dharma mencapai sekitar 200 orang yang mengikuti pendidikan setingkat sekolah menengah atas. Para siswa berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam. Sebagian di antaranya berasal dari wilayah Seraya dan Abang, Kabupaten Karangasem, sedangkan lainnya datang dari luar Bali, seperti Pulau Seram di Maluku dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Dari keseluruhan peserta didik tersebut, sebanyak 110 siswa memperoleh beasiswa sekaligus tinggal di lingkungan pasraman. Pembiayaan pendidikan dan kebutuhan mereka mendapat dukungan dari yayasan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, serta para donatur yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan Hindu. Sementara itu, peserta didik lainnya merupakan anak-anak dari masyarakat sekitar sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, I Ketut Suena menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Ketua Umum PHDI Pusat beserta rombongan. Ia berharap kepengurusan PHDI Pusat periode 2026–2031 dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan lembaga pendidikan Hindu, terutama pasraman yang selama ini berperan dalam membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan belajar.

Suena juga mengungkapkan bahwa pendidikan yang diberikan di Pasraman Widyalaya Astika Dharma mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sejumlah alumni telah berhasil memasuki dunia kerja, bahkan beberapa di antaranya memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

Salah satu peluang yang sedang dikembangkan adalah kerja sama dengan perusahaan spa di kawasan Kuta, Bali, yang menyatakan kesiapan membantu peningkatan keterampilan para alumni melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Program tersebut diharapkan mampu mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan profesional sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, termasuk peluang bekerja di Jepang, Bulgaria, Rusia, serta sejumlah negara lainnya di kawasan Eropa dan Asia.

Membangun Karakter Generasi Muda Hindu Berlandaskan Nilai-nilai Dharma
Membangun Karakter Generasi Muda Hindu Berlandaskan Nilai-nilai Dharma

Menanggapi berbagai upaya yang telah dilakukan pengelola pasraman, I Nyoman Cantiasa memberikan apresiasi terhadap semangat pengabdian lembaga pendidikan tersebut. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia Hindu merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kehidupan umat pada masa depan. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan moral, kedisiplinan, kejujuran, serta semangat untuk terus mengembangkan diri.

Dalam suasana penuh keakraban, Cantiasa juga berbagi pengalaman perjalanan hidup dan pengabdiannya kepada para siswa. Ia menceritakan bagaimana kedisiplinan, kerja keras, ketekunan, dan kesungguhan menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Sejak menempuh pendidikan militer dan meraih prestasi terbaik di angkatannya, ia terus menjalankan berbagai tanggung jawab hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis.

Perjalanan pengabdiannya antara lain mencakup jabatan Komandan Korem, Panglima Kodam, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, hingga Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pengalaman tersebut disampaikan sebagai inspirasi bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan pengorbanan, ketekunan, integritas, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan.

Cantiasa mengajak para siswa agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi maupun keadaan keluarga sebagai penghalang untuk meraih cita-cita. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan mencapai keberhasilan apabila memiliki kemauan belajar, disiplin, serta tekad yang kuat. Karena itu, para siswa diharapkan memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diperoleh dengan sebaik-baiknya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda Hindu yang berlandaskan nilai-nilai dharma. Kejujuran, ketulusan, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam menjalankan kewajiban merupakan modal penting untuk menghadapi persaingan kehidupan yang semakin kompleks. Pengetahuan dan keterampilan harus berjalan seiring dengan pembentukan sikap mental yang kuat agar generasi muda mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Lebih lanjut, Cantiasa menyampaikan bahwa salah satu perhatian utama PHDI Pusat dalam lima tahun mendatang adalah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Hindu melalui penguatan pendidikan sejak usia dini. Pengelola lembaga pendidikan diharapkan terus mengembangkan metode pembelajaran, meningkatkan kompetensi peserta didik, serta menanamkan nilai-nilai karakter yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi perubahan zaman.

Menurutnya, kemajuan umat Hindu tidak cukup hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan keagamaan dan upacara ritual, tetapi juga perlu diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan, kemampuan ekonomi, dan daya saing generasi mudanya. Oleh sebab itu, penguatan pendidikan Hindu menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara lembaga keagamaan, pemerintah, yayasan pendidikan, dunia usaha, dan seluruh komponen masyarakat.

Yowana mendengarkan Pengalaman Ketua Pengurus Harian PHDI

Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara PHDI Pusat dan lembaga pendidikan Hindu di daerah. Melalui komunikasi langsung dengan pengelola pasraman, berbagai kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan pendidikan dapat diketahui secara lebih nyata. Hal ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah-langkah pemberdayaan umat yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Hindu.

Sebagai wujud kepedulian, jajaran pengurus PHDI Pusat bersama I Nyoman Cantiasa secara pribadi menyerahkan dana punia untuk membantu kebutuhan operasional Pasraman Widyalaya Astika Dharma. Bantuan tersebut sekaligus merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian yayasan, pengelola, dan para pendidik yang selama ini berupaya memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak Hindu dari berbagai daerah.

Penyerahan dana punia tersebut mengandung makna bahwa pengabdian kepada umat tidak hanya diwujudkan melalui nasihat dan pembinaan spiritual, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Dalam ajaran Hindu, semangat *dana punia* merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dharma, yakni berbagi secara tulus untuk mendukung kesejahteraan dan kemajuan sesama.

Kunjungan Ketua Umum PHDI Pusat ke Pasraman Widyalaya Astika Dharma di Rendang diharapkan menjadi dorongan bagi semakin kuatnya perhatian terhadap pendidikan Hindu di seluruh Nusantara. Melalui pendidikan yang berkualitas, pembentukan karakter yang berlandaskan dharma, serta penguasaan keterampilan yang sesuai perkembangan zaman, generasi muda Hindu diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, unggul, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Pendidikan generasi muda Hindu merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan umat. Ketika anak-anak Hindu memperoleh kesempatan belajar, mengembangkan keterampilan, dan membangun karakter yang baik, sesungguhnya sedang dipersiapkan fondasi yang kokoh untuk mewujudkan masyarakat Hindu Nusantara yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat.

FAQ – Pertanyaan Umum

Apa tujuan kunjungan Ketua Umum PHDI Pusat ke Pasraman Widyalaya Astika Dharma?

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau, mendukung, dan memberikan apresiasi terhadap upaya pasraman dalam mengembangkan pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Hindu, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Siapa saja siswa yang menempuh pendidikan di pasraman tersebut?

Pasraman ini mendidik sekitar 200 siswa setingkat SMA yang berasal dari berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok Karangasem (Seraya, Abang) hingga luar Bali seperti Pulau Seram (Maluku) dan Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan).

Pesan apa yang disampaikan Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa kepada para siswa?

Beliau memotivasi para siswa agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai penghalang cita-cita, menekankan pentingnya kedisiplinan, kerja keras, dan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai dharma untuk menghadapi persaingan global.

Bagaimana wujud nyata kepedulian pengurus PHDI dalam kunjungan tersebut?

Selain memberikan motivasi, Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa bersama jajaran pengurus PHDI Pusat menyerahkan dana punia untuk membantu kelancaran operasional pendidikan di Pasraman Widyalaya Astika Dharma.

Tentang Penulis

Gde Wibisana

Gde Wibisana Singgih Wilasa adalah digital strategist multidisiplin dan full-stack webmaster yang berbasis di Bali. Aktif di industri digital sejak pertengahan 1990-an, ia berspesialisasi dalam SEO dan Generative Engine Optimization (GEO), integrasi AI untuk bisnis, dan ekosistem digital. Saat ini, Gde memimpin perancangan dan pengelolaan berbagai platform digital inovatif, termasuk askgde.com, brodewata.com, media.kemaspkg.com, anagatadmc.com dan hindunesia.news.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gabung Menjadi Relawan Dharma
SEKRETARIAT DEWAN NASIONAL
Jl. Kertanegara Gg. Indrapura No.2
Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara,
Kota Denpasar, Bali
Indonesia 80116
Phone : +62 817 975 3936
E-mail : puskor.hindunesia@gmail.com
Website : https://hindunesia.id
Translate »