Terpilih Pimpin Kembali PSN Pusat, Jro Gde Gede Pastika Tegaskan Komitmen Merangkul Seluruh Pinandita Nusantara
DENPASAR, Media Suara Hindunesia — Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat terpilih, Jro Gde Gede Pastika, secara tegas menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi keagamaan ini menjadi wadah pemersatu yang kokoh bagi seluruh pinandita di Indonesia. Penegasan luhur tersebut disampaikannya dalam sambutan penutupan perhelatan Mahasabha IV PSN yang sukses diselenggarakan di Denpasar, Bali.
Dalam kesempatan berharga tersebut, Jro Gde Gede Pastika menyampaikan bahwa kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, ketulusan, dan semangat pengabdian. Ia bertekad membangun kepemimpinan yang inklusif dengan senantiasa mengedepankan persatuan serta kepentingan seluruh anggota organisasi di Nusantara.
Ia menegaskan bahwa setelah proses pemilihan usai, tidak boleh lagi ada sekat pemisah yang disebabkan oleh perbedaan dukungan. Sebagai Ketua Umum PSN Pusat terpilih, dirinya memiliki tanggung jawab pengayoman yang sama terhadap seluruh pinandita di Nusantara, termasuk kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Provinsi yang sebelumnya tidak memberikan dukungan kepadanya.
Perbedaan pilihan dalam Mahasabha, menurut pandangannya, merupakan bagian dari dinamika kedewasaan berorganisasi yang harus disikapi secara bijak. Oleh karena itu, seluruh program PSN Pusat akan tetap dilaksanakan dan menjangkau setiap wilayah tanpa membedakan pilihan politik organisasi pada saat pemilihan.

Kepengurusan PSN Pusat Segera Dilengkapi
Mengawali masa kepemimpinannya, Jro Gde Gede Pastika menargetkan penyempurnaan struktur kepengurusan PSN Pusat dapat diselesaikan paling lambat dalam waktu 14 hari kerja. Langkah taktis ini dilakukan guna memastikan keberlangsungan organisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis yang berorientasi pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, dan kesejahteraan pinandita.
Ia juga memandang penting terbangunnya koordinasi yang harmonis antara pengurus pusat dan seluruh Korwil PSN di penjuru Nusantara, sehingga setiap kebijakan dan program organisasi dapat tereksekusi secara efektif serta menghadirkan manfaat nyata bagi para pinandita.
Peningkatan Empat Kompetensi Menjadi Perhatian Utama
Selain aspek penguatan organisasi, Jro Gde Gede Pastika memberikan penekanan khusus terhadap urgensi peningkatan kualitas dan kapasitas seorang pinandita dalam menjalankan swadharma pelayanan keagamaan. Pinandita memiliki peran yang sangat strategis sebagai pelayan spiritual sekaligus pembimbing umat Hindu. Karena itu, setiap pinandita dituntut untuk terus belajar, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan diri selaras dengan perkembangan zaman.
Terdapat empat aspek kompetensi yang ditekankannya sebagai landasan utama dalam meningkatkan kualitas kepinanditaan:
- Kompetensi Ritual Kepemangkuan: Berkaitan dengan kemampuan memahami dan melaksanakan berbagai rangkaian upacara serta ritual keagamaan Hindu secara benar berdasarkan sastra agama dan tradisi yang berlaku.
- Kompetensi Jnana Kitab Suci (Tattwa): Yaitu kemampuan mendalami, memahami, dan mengimplementasikan ajaran kitab suci Hindu sebagai dasar pengetahuan spiritual dalam memberikan tuntunan kepada umat.
- Kompetensi Sikap: Yang mencerminkan kematangan kepribadian, keluhuran budi pekerti, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga etika dan martabat sebagai seorang pinandita.
- Kompetensi Sosial: Yakni kemampuan berinteraksi, berkomunikasi, membangun hubungan yang harmonis, serta memberikan pelayanan dan pengayoman kepada umat maupun masyarakat secara luas.
Penguatan keempat kompetensi tersebut diharapkan mampu melahirkan sosok pinandita yang tidak hanya cakap dalam pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki pemahaman tattwa yang mendalam, sikap yang bijaksana, serta kepekaan sosial yang tinggi.

Dorong Persatuan, Solidaritas, dan Kesejahteraan Pinandita
Dalam sambutannya, Jro Gde Gede Pastika tak lupa mengajak seluruh pinandita untuk senantiasa menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membangun kekompakan dalam kehidupan berorganisasi. Ia berharap PSN dapat menjadi rumah besar yang mampu mempersatukan seluruh pelayan umat dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menjadi sarana untuk memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Semangat kebersamaan dinilai menjadi fondasi esensial agar organisasi mampu menghadapi berbagai tantangan serta menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung kehidupan keagamaan umat Hindu. Perhatian terhadap kesejahteraan keluarga pinandita juga menjadi bagian dari harapannya, sehingga para pinandita dapat menjalankan tugas pelayanan spiritual dengan semakin baik dan penuh dedikasi.
Pinandita Harus Menjadi Teladan dan Menjunjung Tinggi Sesana
Lebih jauh, Jro Gde Gede Pastika mengingatkan bahwa kedudukan seorang pinandita bukan semata-mata sebagai pemimpin ritual keagamaan, tetapi juga sebagai figur yang menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, seluruh pinandita diharapkan senantiasa menjaga sesana kepinanditaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan ajaran dharma.
Keteladanan seorang pinandita, menurut pesan yang disampaikannya, harus tercermin dalam tutur kata, sikap, tindakan, dan pengabdian sehari-hari. Dengan demikian, keberadaan pinandita dapat memberikan tuntunan spiritual sekaligus inspirasi positif bagi umat Hindu sedharma.
Melalui momentum Mahasabha IV ini, Jro Gde Gede Pastika berharap seluruh jajaran PSN, baik di tingkat pusat maupun wilayah, dapat meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses pemilihan dan kembali bersatu dalam semangat pengabdian. Kepemimpinan baru PSN Pusat diharapkan menjadi awal penguatan organisasi yang lebih solid, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi, kesejahteraan, serta kehormatan para pinandita.
Dengan mengedepankan persatuan, profesionalitas pelayanan keagamaan, dan keteguhan menjaga sesana, PSN diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi yang menaungi serta memperjuangkan kepentingan seluruh pinandita di Nusantara, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat Hindu sedharma.
Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!
FAQ – Pertanyaan Umum
Jro Gde Gede Pastika kembali terpilih dan dipercaya untuk memimpin Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat pada periode kepengurusan selanjutnya.
Empat kompetensi yang menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas kepinanditaan adalah Kompetensi Ritual Kepemangkuan, Kompetensi Jnana Kitab Suci (Tattwa), Kompetensi Sikap (berkaitan dengan sesana), dan Kompetensi Sosial.
Jro Gde Gede Pastika menargetkan penyempurnaan dan pembentukan struktur kepengurusan PSN Pusat dapat diselesaikan paling lambat dalam waktu 14 hari kerja setelah pelaksanaan Mahasabha.
Liputan berita dan seluruh dokumentasi visual (foto-foto) dari jalannya Mahasabha IV PSN ini dilaporkan dan dikontribusikan secara langsung dari lokasi kegiatan di Denpasar oleh Relawan Dharma Romo Kasmadi.
















