Apresiasi Kebesaran Hati, Simakrama Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia di Bekasi Perkuat Komitmen Persatuan Hindu Nusantara
BEKASI, Media Suara Hindunesia — Semangat merajut persatuan dan kesatuan umat Hindu di Nusantara terus digelorakan melalui langkah-langkah nyata. Sebuah momen yang penuh dengan nuansa kekeluargaan dan apresiasi tercipta melalui acara simakrama di kawasan Bekasi, yang menyoroti pentingnya kebersamaan antar-tokoh nasional Hindu.
Pertemuan strategis yang berlangsung terbatas pada pukul 16.00 hingga 18.30 WIB di kediaman Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia ini dihadiri secara khusus oleh Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia – DR (HC) Ida Bagus K Susena, jajaran Pembina Dekornas dan Pengurus Dekorwil DKI Jakarta. Kehadiran para pengurus ini menjadi wujud nyata apresiasi atas kebesaran hati Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia yang merespons dengan tangan terbuka niat baik serta undangan silaturahmi dari Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, selaku Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat.
Komitmen Bersama Meski Tanpa Kehadiran Fisik
Meskipun Letjen TNI I Nyoman Cantiasa berhalangan hadir secara fisik dalam momen simakrama tersebut, pesan persaudaraan yang dibawa oleh delegasi yang hadir tersampaikan dengan sangat baik. Langkah silaturahmi ini membuktikan komitmen kuat dari kedua tokoh Hindu nasional tersebut. Keduanya sepakat menanggalkan sekat-sekat masa lalu dan memiliki visi yang sejalan: menjadikan umat Hindu di Indonesia semakin tangguh, solid, dan bersatu di tengah indahnya keragaman tradisi di tanah Nusantara.
Kedewasaan dalam menyambut niat baik dan duduk bersama demi kepentingan umat adalah kunci utama menuju kebangkitan Hindu Nusantara yang sesungguhnya.

Pesan Menohok Pembenahan: “Cabut Gulma Organisasi“
Dalam menyongsong persatuan dan kebangkitan umat, Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia turut memberikan catatan penting terkait evaluasi internal organisasi. Mengibaratkan organisasi seperti tubuh manusia, beliau berpesan: “Kembali kepada PHDI, sama seperti diri kita, setiap tiga bulan atau satu tahun sekali cek up. Jika ada penyakit, disembuhkan, baru minum vitamin, supaya selalu sehat,”.
Lebih jauh, beliau menganalogikan pembenahan ini seperti aktivitas bertani: “Seperti petani yang menanam padi, jika ada gulma, cabut gulmanya dan semua rumput yang mengganggu pertumbuhan padi. Terus dirawat dan dipupuk, sehingga padi tumbuh subur,”. Beliau mendesak perlunya keberanian untuk mengevaluasi dan mencabut “gulma” (pengurus yang menghambat kemajuan) sebelum menjalankan program kerja keumatan.
Energi persatuan kini semakin membesar. Mari kita dukung dan kawal terus langkah-langkah harmonis para pemimpin kita, diiringi keberanian berbenah dari dalam, demi masa depan rumah besar umat Hindu yang lebih damai dan sejahtera.
Bangga, Bangkit, Bangun! JAYA HINDUNESIA!
FAQ – Pertanyaan Umum
Siapa saja yang melangsungkan simakrama bersejarah di Bekasi ini?
Pertemuan simakrama terbatas ini dihadiri oleh jajaran Pembina Dekornas dan Pengurus Dekorwil DKI Jakarta (mewakili niat persaudaraan umat) bersama tokoh Hindu nasional, Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia. Letjen TNI I Nyoman Cantiasa berhalangan hadir secara fisik, namun inisiatif niat baiknya menjadi dasar pertemuan ini.
Apa tujuan utama dan makna dari pertemuan tersebut?
Pertemuan ini merupakan bentuk apresiasi delegasi atas kebesaran hati Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia dalam merespons positif niat baik dan undangan dari Letjen TNI I Nyoman Cantiasa demi melihat Hindu Indonesia yang kuat dan bersatu.
Kapan dan di mana acara simakrama terbatas ini dilaksanakan?
Simakrama berlangsung secara khidmat dan kekeluargaan pada pukul 16.00 hingga 18.30 WIB di kediaman Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia di Bekasi.
Apa pesan Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia terkait pembenahan organisasi keumatan?
Beliau menegaskan pentingnya evaluasi berkala bagi lembaga seperti PHDI. Beliau menganalogikannya seperti mencabut “gulma” atau rumput pengganggu di lahan pertanian, yang berarti keberanian menindak atau mencabut oknum pengurus yang menghambat laju kemajuan organisasi.















